2 April 2020

De Quervain Syndrome yang membuatku sulit menggendong bayi

0 komentar
De Quervain Syndrome, koreksi ya jika saya salah dalam ejaannya. Saya di diagnosa dokter rehab medik mengalami syndrome tersebut.

Awalnya pasca melahirkan, saya hanya mengalami rasa kram/nyeri di area paha kiri dan menjalar ke (maaf) area selangkangan kiri. Sakitnya berasa sekali ketika sedang berdiri apalagi berjalan dan naik motor yang kakinya harus melebar. Saya pikir bakal sembuh sendiri seiring waktu. Saya hanya urut di tukang urut langganan dan melanjutkan mengkonsumsi suplemen kalsium seperti disarankan dokter kandungan, dan multivitamin hamil menyusui lainnya hingga minimal 6 bulan setelah melahirkan.

Sebulan pasca melahirkan, ternyata sakitnya tidak mereda. Kualitas hidup saya mulai terganggu. Bahkan ditambah nyeri di pergelangan tangan kanan yang menjalar ke pangkal ibu jari kanan. Ibu jari tidak bisa ditekuk. Jika saya memaksakannya, akan terasa sakit. Akibat sering menjadikan tangan kanan untuk bantalan kepala saat berbaring miring untuk menyusui bayi. Ya Allah, sakitnyaaa luar biasa. Saya sering meringis sakit walaupun tersentuh pelan aja, mau menangissss 😭.

Alhasil, saya tidak bisa kerja berat dulu selama tangan masih sakit.
Akhirnya , saya memutuskan ke dokter. Nyeri di pergelangan tangan sudah ngga tertahankan. Apalagi saat menggendong bayi, tangan ngga kuat, harus menahan sakit yang luar biasa.

Teman yang seorang dokter umum menyarankan untuk pergi ke dokter rehab medik. Alias dokter spesialis KFR (Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi). Mungkin kalau tidak membaik, saya akan check up ke dokter bedah orthopedi dan traumatologi.

Tiba saatnya pergi ke dokter Sp.KFR. 
Tak perlu antri lama, nama saya ternyata langsung di panggil setelah mendaftar di bagian pendaftaran. Saat dokter melakukan anamnesa, saya pun menyampaikan semua keluhan secara detail.

Lalu beliaupun melakukan pemeriksaan fisik. 
Dokter menyampaikan bahwa untuk nyeri di paha dan (maaf) selangkangan kiri  itu memang kadang terjadi pada ibu yang baru melahirkan. Saat dokter menekan, memang terasa kesakitan. Namanya peregangan atau over strech. Penyebabnya, saat proses mengeluarkan bayi, terlalu ketarik...Sehingga otot2 di sekitar bagian itu mengalami peregangan. Maka muncul lah rasa nyeri.

Setelah itu, dokter juga menekan pergelangan tangan kanan dan titik titik sepanjang pangkal ibu jari. Auww, beliau menekan di titik yang pas memang meradang. Nyeri banget.

Dokter menyatakan diagnosanya dalam bahasa kedokteran adalah "De Quervain Syndrome". Intinya, ada inflamasi (peradangan) di tendonnya (selubung otot). Yah kemungkinan di sebabkan karena tangan sering di jadikan bantal plus sering menggendong bayi dimana posisi kepala bayi di bagian lengan itu.

Singkatnya, saya diberi terapi obat2an penghilang nyeri (obat-obatan anti radang dan gel anti inflamasi) dan fisioterapi sebanyak 6x (1 periode). Selanjutnya, setelah menyelesaikan tahapan fisioterapi, akan di lakukan kontrol kembali untuk evaluasi.

Terapi yang saya lakukan adalah infrared, yaitu penyinaran dengan sinar infrared dan ultrasound therapy.

Untuk obat-obatan yang harus di minum berdasarkan resep dokter : Ostelox 15 mg dan Faldene Gel.



Saat menebus resep, Osteloxnya ternyata lagi kosong. Diganti Movix yang isi kandungan aktifnya sama, Meloxicam 15 mg.

Untuk terapi, saya datang 2x seminggu langsung ke poli rehabilitasi. Yang menangani saya adalah para fisioterapis. Penyinaran 2x (di area organ bawah dan di area pergelangan tangan, tujuannya untuk mengurangi rasa sakit) dan 1x di pijat di area pergelangan tangan. Berikut nama treatment yang saya jalani beserta biayanya.


Saya juga di sarankan memakai alat pelindung pergelangan tangan wrist splint Oppo (hand splint) untuk melindungi agar tangan tidak terasa nyeri saat kena gesekan. Ada plat besinya sebagai pelindung. Dan di rumah, sering2 di lakukan kompres dingin untuk meminimalisir nyeri pembengkakan pada area yang nyeri. Sekarang masih dalam tahap penyembuhan 😊.

Ini wrist splintnya, bukan buat gaya-gayaan lho. Hehehe..:D
Ngga nyaman pake ini juga, biasanya kalo makan sama menulis saya lepas.


Alhamdulillah, walaupun lengan dan pangkal ibu jari saya belum sembuh total, masih memakai wrist splint karena masih nyeri tapi sudah lumayan berkurang nyeri dan bengkaknya. Alhamdulillah saya sudah bisa menggendong bayi lagi. Semoga tidak sampai ke tindakan bedah. Tindakan bedah bisa jadi terapi lanjutan jika nyeri yang saya alami tidak memberikan respon pada tindakan konservatif. Dilakukan tindakan bedah untuk dekompresi pada kompartemen dorsal pertama dari pergelangan tangan.

Saran saya untuk teman2 yang suka online, baik lewat HP atau laptop, istirahatkan sejenak tangan dan mata anda tiap setengah jam, supaya tidak mengalami penyakit-penyakit (syndrome-syndrome) yang tidak di inginkan. Jangan pula meletakkan kepala di atas lengan terlalu lama.

Sekian sharing dari saya.
Semoga bermanfaat :)

Note :

Berikut saya copas penjelasan lengkap tentang De Quervain Syndrome, yang saya kutip dari sumber referensi sebuah web kesehatan:

De Quervain’s tenosynovitis atau de Quervain syndrome adalah rasa sakit disertai pembengkakan di pangkal ibu jari dan pergelangan tangan. Rasa sakit ini disebabkan oleh peradangan pada selubung tendon yang terletak di pangkal ibu jari.

Tendon adalah jaringan ikat yang menghubungkan otot dan tulang untuk membantu pergerakan tulang. Tendon yang meradang akan membengkak dan terasa sakit jika digerakkan.

Bila cepat ditangani, de Quervain’s tenosynovitis dapat disembuhkan dengan obat-obatan dan terapi. Namun pada kasus yang parah, penderita perlu mendapatkan penanganan lebih lanjut untuk mengatasi de Quervain’s tenosynovitis.

Gejala De Quervain's Tenosynovitis

De Quervain’s tenosynovitis ditandai dengan rasa sakit dan pembengkakan di dekat pangkal ibu jari atau jempol, yang bisa muncul bertahap atau mendadak. Rasa sakit ini biasanya makin parah saat menggerakkan jempol atau pergelangan tangan, misalnya ketika mencubit atau menggenggam.

Kondisi ini sebaiknya cepat ditangani. Bila dibiarkan, rasa sakit bisa menjalar sampai ke lengan.

Kapan harus ke dokter

Periksakan diri ke dokter bila jempol dan pergelangan tangan tetap terasa sakit meski tidak sedang digerakkan atau setelah dikompres dingin. Penderita mungkin akan memerlukan pemeriksaan lanjutan jika rasa sakit tidak hilang meski sudah mengonsumsi obat pereda nyeri.

Penyebab De Quervain's Tenosynovitis

Pada beberapa kasus, de Quervain’s tenosynovitis disebabkan oleh cedera pada pergelangan tangan dan penyakit radang sendi.

De Quervain’s tenosynovitis dapat terjadi pada siapa saja, namun lebih berisiko menyerang orang yang memiliki faktor risiko berikut:

Berusia antara 30-50 tahun.Berjenis kelamin perempuan.Mengalami perubahan hormon akibat kehamilan.Memiliki pekerjaan atau hobi yang melibatkan gerakan berulang pada ibu jari dan pergelangan tangan, misalnya bermain tenis atau bermain game di smartphone.

Diagnosis De Quervain’s Tenosynovitis

Untuk menentukan apakah pasien menderita de Quervain’s tenosynovitis, dokter akan menanyakan gejala yang dialami pasien, kemudian melakukan pemeriksaan fisik, termasuk dengan menekan pergelangan tangan yang terasa sakit.

Dokter juga akan melakukan tes Finkelstein. Dalam tes ini, pasien akan diminta untuk mengepalkan tangan dengan menempatkan ibu jarinya di dalam kepalan. Tangan yang terkepal tadi kemudian dibengkokkan ke arah jari kelingking. Jika pangkal ibu jari terasa nyeri, pasien diduga kuat terkena de Quervain’s tenosynovitis.

Pengobatan De Quervain’s Tenosynovitis

Pengobatan de Quervain’s tenosynovitis bertujuan untuk mengurangi nyeri dan peradangan, serta mengembalikan kemampuan gerak ibu jari dan pergelangan tangan. Metode pengobatannya meliputi:

Pemberian obat pereda nyeri, seperti ibuprofen dan naproxen.Pemberian suntikan kortikosteroid di area tendon, untuk meredakan pembengkakan.Pemasangan belat atau bidai, untuk menjaga agar ibu jari dan pergelangan tangan tidak bergerak. Alat ini perlu digunakan selama 4-6 minggu.Operasi pada area yang terasa nyeri, bila penanganan dengan cara lain tidak berhasil mengatasi keluhan.

Untuk mengurangi nyeri, peradangan, dan membantu proses penyembuhan, penderita de Quervain’s tenosynovitis dianjurkan untuk mengompres area yang bengkak dengan kompres dingin, serta tidak melakukan gerakan atau aktivitas yang memicu nyeri untuk sementara waktu.

Pasien juga bisa meminta bantuan terapis untuk mengajarkan teknik menggunakan dan memperkuat otot pergelangan tangan.

Jika diobati lebih awal, de Quervain’s tenosynovitis dapat sembuh dalam 4-6 minggu. Setelah pembengkakan hilang, ibu jari dan pergelangan tangan dapat kembali digunakan secara normal tanpa disertai rasa sakit.

Pencegahan De Quervain’s Tenosynovitis

De Quervain’s tenosynovitis dapat dicegah dengan tidak melakukan gerakan yang berulang pada pergelangan tangan. Namun, jika pekerjaan mengharuskan Anda untuk melakukan gerakan tersebut, istirahatkanlah pergelangan tangan Anda secara berkala di sela-sela kegiatan dan kenakan pelindung atau belat di pergelangan tangan.

(Oleh : dr. Merry Dame Cristy Pane)

1 April 2020

Protokol Tindakan di Poli Gigi dan Mulut terkait Covid19

0 komentar
PROTOKOL TINDAKAN DI POLI GIGI DAN MULUT TERKAIT COVID 19

Tercekat hati saya membaca berita yang beredar di kalangan teman2 PDGI bahwa beberapa dokter gigi telah meninggal dunia menjadi korban Covid 19. 

Innalillahi wa inna ilaihi roojiuun 😢

Bahkan beberapa dokter gigi ada yang sudah positif terkena covid 19 karena kontak dengan pasien yang tidak bergejala.

Kadangkala, profesi ini memang sering di pandang sebelah mata dan masih di "anaktirikan" di beberapa tempat yankes. Namun, bagaimanapun tetap dibutuhkan masyarakat. Bagaimana tidak dibutuhkan sedangkan mulut adalah "pintu gerbangnya" tubuh kita. Infeksi pada gigi berlubang saja bisa menyebar ke organ dalam lainnya tubuh kita, kuman bisa menjalar ke jantung, ke ginjal bahkan ke janin jika seseorang sedang hamil. Dan berakibat fatal.

Dan dalam kasus pandemi sekarang ini, profesi dokter gigi termasuk kelompok high risk alias paling rentan terpapar. Virus ini bisa menyebar lewat droplet (cairan dalam tubuh, katakanlah saliva dalam mulut). Maka itu pemerintah menganjurkan social/physical distancing (menjaga jarak), sedangkan tugas kita sebagai operator malah buka2 mulut orang....Kan rentan.

Pakailah Alat Pelindung Diri yang memadai, saat bekerja. Sedih melihat sebagian teman2 harus memakai jas hujan plastik saat bekerja. Memang APD, masker, hand gloves, face cover atau kacamata google sekarang harganya mahal. Naiknya berkali2 lipat. Jahatnya mereka yang tega menimbun masker. Stock yang saya miliki aja stock lama. Jika tidak ada APD, tidak usah praktek dulu. Utamakan keselamatan nyawa kita, teman2. Kecuali yang memang praktek di Puskesmas atau RS. Memang tidak libur. Usahakan meminimalisir tindakan yang menimbulkan aerosol. Kasih premed aja dulu...Kecuali kasus2 dental emergency.

Saya sendiri lebih memilih memperpanjang cuti melahirkan saya sampe pandemi ini berakhir. Saya sangat khawatir dengan keluarga saya. Terutama orangtua saya yang sudah berumur dan memiliki penyakit penyerta dan anak2 saya. 

Oiya....Berikut PB PDGI telah menyampaikan Protap Tindakan di Poli Gigi dan Mulut. Silahkan diterapkan di tempat kita masing2.

Bismillah ...





TAHAP I 
Pasien : 
1. Setiap pasien masuk diperiksa suhu tubuh.
Tunda perawatan bila suhu diatas 37.5 atau ada gejala flu atau vital sign tidak normal.
2. Pasien mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
3. Pasien duduk didental unit dan berkumur povidone iodine.
4. Pasien memakai slaber sekali pakai tanpa penjepit.
5. Selesai perawatan,  pasien menunggu resep diluar ruangan.
6. Penunggu pasien tidak boleh masuk ke ruangan.

Ruangan :
1. Meja dental unit bersih dari semua alat dan bahan.
2. Handle lampu, meja dan pegangan tangan dibersihkan dengan tisu desinfektan setiap selesai pasien. (Tisu disinfektan , misalnya cavicide, caviwipes).
3. Hindari makan dan minum di ruangan terutama ketika ada pasien.
4. Ruangan di desinfeksi setiap hari, setelah pasien selesai.

Sterilisasi :
1. Pencucian alat menggunakan urutan : cuci dengan air sabun, enzyme, air bersih, natrium hipoklorit, air bersih, keringkan dan langsung masuk autoclave.
2. Handpiece, jarum endo hanya dipakai untuk 1 pasien, setelah itu langsung disteril.
3. Scaller, three way syringe dan alat lain yang menimbulkan aerosol dan  tidak bisa disterilkan autoclave, diminimalkan/ tidak dipakai selama wabah covid 19 berlangsung.
4. Keyboard computer dibersihkan dengan desinfektan sebelum dan sesudah bekerja.
5. Semua alat termasuk sendok cetak dibawa ke cssd setelah poli tutup.
6. Semua komposit, botol eugenol, botol tumpatan sementara dibersihan dengan desifektan.
7. Hand piece, mata bur, jarum endo dapat digunakan kembali setelah  disteril autoclave.

Dokter gigi :
1. Tidak bersalaman atau kontak fisik dengan siapapun.
2. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum dan sesudah melayani pasien.
3. Memakai masker ketika berkonsultasi dengan pasien.
4. Memakai handschoen non steril ketika melakukan pemeriksaa.
a. Tindakan2 yang berisiko menghasilkan aerosol (seperti scalling, three way syringe, drill  dan tindakan lain yang mebuat airflow) yang sifatnya tidak mendesak, mohon untuk sementara diminimalkan. 

APD :
1. Konsultasi gunakan masker.
2. Tindakan  : gunakan gown steril,nurse cap, handschoen steril atau double handschoen , google / face mask dan masker.
3. Buang handschoen dan masker setelah selesai tindakan.
4. Cuci google /face mask dengan sabun dan air mengalir setiap selesai tindakan.
Perawat :
1. Perawat membersihkan dental unit, pegangan lampu, kursi dan pegangan tangan dengan tissue desinfektan.
2. Membersihkan cuspidor dengan menyikat menggunakan air sabun dan sodium hipoklorit.
3. Menggunakan suction high power saat tindakan.
4. Perawat sirkular memberikan kassa, kapas, tumpatan sementara , anestetikum, cotton pellet dll bila diminta.
5. Perawat asisten menerima tumpatan sementara, anestetikum,spuit dll dari perawat sirkular.

Tindakan :
1. Minimalkan ronsen intra oral karena akan merangsang sekresi saliva dan  batuk serta berisiko bagi petugas radiologi.
2. Ronsen ektra oral lebih disarankan.

3. Tindakan  exo : 
a. Kumur pasien dicampur dengan povidone iodine.
b. Air kumur hanya dari dental unit.
c. Kuret socket pasca exo dan spuling dengan povidone iodine.
d. Setelah pasien menggigit tampon, pasien diusahakan tidak berbicara agar menghindari droplet.

4. Tindakan konservasi
a. Komposit, tumpatan sementara tidak berada di dental unit dan hanya diberikan oleh perawat sirkular.
b. Light cure probe dicuci dan disterilkan setelah selesai tindakan.

TAHAP II 
Tidak melakukan tindakan kecuali dental  emergensi  (bila dinyatakan lockdown)!

NOTE: 
Mohon kepatuhan dari seluruh Dokter Gigi dan Perawat Gigi dalam menggunakan Alat Pelindung Diri dan melakukan Kebersihan Tangan dalam setiap melakukan tindakan kepada Pasien. Petunjuk lebih lanjut akan kami informasikan segera

Sumber : 
1. Guidelines for the Diagnosis and Treatment of Novel Coronavirus Pneumonia 5th edition , National Health Commission of the People’s Republic of China
2. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19): Emerging and Future Challenges  for Dental and Oral Medicine, 2020
3. Covid 19, infection controls in dental practice, 2020

31 Maret 2020

Akhirnya....Pasang IUD ! (Pengalaman Pertama)

0 komentar
Saya mengalami "kebobolan" pas hamil anak ke-4. Saya mengetahui kehamilan ke-4 di usia kandungan 6 minggu, saat Libur Lebaran tahun 2019 lalu.

Awalnya, feeling saya memang mencurigai diri saya tengah berbadan dua, karena saya merasa perubahan di perut saya ada rasa agak menebal. Saya pun ingat di bulan Ramadhan tahun 2019 lalu, puasa saya full. Saya tidak kedatangan tamu bulanan seperti biasanya. Yah senang sih tidak ada hutang puasa, hehe tapi juga muncul rasa cemas jangan2 saya hamil. Tapi saya masih menunggu telat seminggu lagi. Karena siklus haid saya, memang 35-45 hari. Bukan normal 28 hari. Maka itu, puncak masa subur saya sulit di prediksi secara akurat, walo saya sudah memakai alat ovutest untuk memprediksi masa ovulasi. Dan saya ingat2 hubungan sebulan terakhir memang tidak memakai alat pengaman. Yah, si Ayah sok tau gitu katanya ngga apa2 lagi ngga pas masa subur...😣

1-2 minggu telat haid, saya pun baru memutuskan membeli test pack. Ternyata benar feeling saya, muncul 2 garis merah! 

Positif...

Antara senang tapi juga shock dan cemas. Karena ke-3 anak-anak saya masih terlampau kecil2. Saya membayangkan betapa rempongnya mengurus 4 anak yang masih kecil2.
Tapi saya berusaha jalani saja dulu. Berdoa agar banyak kemudahan dari Allah.

Sebulan pasca melahirkan, saya baru kembali ke RS untuk kontrol lahiran ke Dr Yuditiya, beliau dokter kandungan yang menolong saya melahirkan. Orang2 mah kontrolnya seminggu pasca melahirkan, saya kontrol sebulan kemudian karena Alhamdulillah ngga ada keluhan dan memang saya repot sekali mengurus bayi dan ke 3 kakaknya tidak sempat kemana2.

Dari hasil USG, rahim saya sudah dinyatakan bersih. Ukuran rahim saya sudah kembali seperti semula, seperti ukuran telur, kata dokter.

Saya konsul tentang masalah KB.
Karena saya takut kebobolan lagi seperti sebelumnya.
Saya ingin fokus dulu merawat ke 4 anak saya.
Dokter menyarankan saya mengambil KB Spiral / IUD. Tidak ada efek samping dan tidak berpengaruh pada hormon menyusui (non hormonal), tidak  mempengarui siklus menstruasi dan tidak membuat gemuk.
Hati2 memakai KB hormonal dalam jangka waktu lama. 
KB impant juga menurut dokter kandungan saya sudah tidak di rekomendasikan lagi, karena bisa menyebabkan keropos tulang.
Serem banget ya dengernya.

Di rumah, saya juga konsultasi by WA ke teman sekolah saya yang seorang dokter umum. Saya menanyakan kapan waktu yang tepat memasang KB IUD ini. Teman saya menyarankan saat haid aja atau segera setelah nifas, agar mulut rahimnya masih lunak dan terbuka sehingga lebih mudah dipasang dan tidak terlalu nyeri saat mulut rahim dibuka dan IUDnya dipasang.

Akhirnya saya diskusi dengan si Ayah dan kami memutuskan menggunakan KB spiral setelah 40 hari pasca partus. 

Hari Sabtu, tanggal 14 Maret 2020, saya kembali ke RS untuk pasang KB. Sebelumnya saya sudah mencari jadwal praktek dokter yang tidak terlalu ramai dan memutuskan pergi ke Dr Ni Made Desy Suratih , SpOG (K). Teman saya ada yang promil dengan beliau, katanya beliau orangnya enak dan asik di ajak diskusi.

Kesan pertama berjumpa beliau.
Cantik dan Ramah 😃. 
Sepatu bootsnya keren banget 😍.

Setelah mengutarakan maksud kedatangan, saya disuruh segera tiduran, di lakukan USG perut untuk melihat kondisi rahim dan memastikan saya tidak sedang hamil. Setelah semua oke, saya pun di instruksikan naik ke kursi buat pasang IUD, sesudah melepas celana.
Posisi seperti orang mau melahirkan.
Oiya , anak2 ngga boleh lihat ya.
Takut trauma.
Kebetulan saya ajak anak ke 2 saya, dia maunya ngikutin saya terus kan.
Saya kasih HP aja dulu sebentar biar anteng. Saya bilang : "Kak, suaranya dikecilin ya..."
Tapi Dr Nimades bilang , "ngga apa2 bu, yang penting anaknya anteng dulu".
Wkwkwk...:D

Sakit ngga pasang KB IUD?
Bentuknya kecil, dipasangnya sih ngga sakit cuma ngilu sedikit. Tapi di buka mulut rahim ama alat cocor bebeknya itu yang menurut saya sakit. Sehingga bikin otot2 sekitar b*k*ng jadi kaku dan tegang, alatnya jadi keluar2 mulu deh.
Padahal saya udah berusaha santai dan rileks lho. Udah atur nafas, tarik nafas, buang nafas dll, tapi emang kerasa ngga nyaman banget dimasukkin benda asing.

Prosesnya sekitar 15 menit. 
Kata dokter, itu karena alat cocor bebeknya keluar2 mulu. Karena posisi saya kaku. Hehehe... Bisa lebih cepat prosesnya sebenarnya kalo alatnya ngga keluar mulu.

Setelah itu di USG kembali untuk memastikan posisinya benar.
Selesai.

Saya pake IUD merk Nova T.
Efektif untuk penggunaan 5 tahun.
Jika sebelum 5 tahun, mau promil lagi boleh dilepas kapanpun.
Setelah 5 tahun, di ganti baru.

Kontrol KB IUD
Dr Nimades menyuruh saya kontrol 1 bulan lagi setelah pemasangan. Lanjut kontrol 3 bulan lagi. Lalu 6 bulan lagi. Selanjutnya 1 tahun 1x.
Tujuannya untuk melihat posisi IUD masih pas atau geser.
Kalo geser, yah bisa kebobolan lagi 😅.

Efek samping setelah dipasang
Alhamdulillah ngga ada keluhan sejauh ini. Jalan kayak biasa, duduk kayak biasa, masih bisa gendong bayi juga ngga berasa apa2.

Hanya setelah dipasang, saya mengalami menstruasi lama sekitar 14 hari/2 minggu. Selanjutnya berkurang dan berhenti sendiri.

Semoga dengan ikhtiar ini,tidak perlu merasa was-was hamil lagi seperti dulu dan kalo ingin hamil lagi, bisa lebih siap dan terencana 😊.

26 Maret 2020

Kisah Mahmud Abbat (Mamah Muda Anak Baru Empat) 😄😄😄

0 komentar

Nama panggilanku Rika :)
Silakan panggil nama saja, atau Kak Rika, atau Mama Rika, atau Bunda Rika. Asal jangan panggil Mbak :D
Anakku baru 4.
Aku menikah di usia muda, saat masih kuliah di sebuah universitas swasta di Grogol-Jakarta Barat.
Setelah menikah, aku tidak langsung hamil. Aku kosong 4 tahun. Memang aku belum siap hamil dulu, karena masih fokus menyelesaikan kuliah dan masih ingin bebas bermain bersama teman2ku.

Percayalah...
Dulu aku adalah perempuan yang bebas. Pergi kemana saja secara mandiri.
Bisa seharian loncat dr satu tempat ke tempat lain tanpa capek.
Kumpul sana kumpul sini berhahahihi.

Dan ya...
Semua berubah begitu saja ketika punya anak..
Aku lebih sering di rumah dengan bayi bayi kecil. Bingung, jenuh, capek...
Fiuh...

Itulah fase dimana aku ingin bebas.
Sesekali saja memiliki me time tanpa diganggu urusan rumah dan anak anak.
Aku butuh waras.
Aku butuh piknik, kalo kata orang.
Terpikir jalan jalan, atau belanja...

Ya...
Aku pernah berada di fase itu..

Sampai suatu ketika aku benar benar bisa memiliki 'me-time'ku.. tanpa di buntuti anak2ku...

Aku menyusuri pusat perbelanjaan tanpa mereka..
Melangkah tanpa mereka..
Memegang handphone ku tanpa ada yang merebut..
Duduk dengan tenang di kendaraan tanpa ada yang menginjak pahaku agar ia dapat melihat keluar jendela ...

Tapi, apa yang terjadi...
Aku mencari mereka dalam sepiku..
Aku berharap mendengar suara anak2ku..
Sepanjang hari hanya wajah2 mereka yg terbayang...

Ah...ternyata...
Ternyata kini tanpa mereka aku tidak bahagia...
Aku kira aku akan menikmati kesendirianku...
Atau, kebebasanku...
Tapi aku salah...

Sekarang aku tahu...
Bahwa bahagiaku kini berbeda....
Tak ada yg lebih membahagiakan kecuali berada di tengah2 kalian..
Bagaimanapun keadaanya..
Apapun suka dan duka nya....

Be Happy Mom...
Nikmati peranmu...
Nikmatilah mencintai dan dicintai setulus hati...^^
Apalagi anak perempuan, Mom..
Waktunya dekat orangtua hanya sementara , semoga jodohnya mau tinggal dekat kita.......aamiin aamiin Yaa Robb, kabulkanlah.

Be Happy Mom...:)
Nikmati masa2 indahnya di kuntitin anak2 , karena perlahan tapi pasti mereka akan mandiri dengan sendirinya 😘😘😘.

Kelahiran Anak ke - 4 😘

0 komentar

“Uidzuki bikalimatillahi tammah minkulli syaitonin wahammatin waminkulli ‘ainin lammah …“

“Aku memohonkan perlindungan untukmu dengan Kalimat-kalimat Allah yang Maha Sempurna dari setiap setan, binatang berbisa yang mematikan, dan dari penyakit 'Ain.

Alhamdulillah, anak ke-4 ku sudah lahir akhir bulan Januari lalu. Tepatnya tanggal 29 Januari 2020. Sekarang, berarti usianya jalan 2 bulan. Dia lahir melalui proses normal (per vaginam). Kondisinya baik dan sehat. Aku dan ayahnya memberinya nama : "Bintang".

Aku masih takjub dengan kuasa-Nya, Allah begitu Maha Sempurna menciptakan saluran reproduksi kaum ibu, proses pertemuan sel telur dengan sperma, menjadi embrio (segumpal darah), janin (segumpal daging) lalu ditiupkan roh berkembang menjadi seorang bayi. Di ciptakannya pula "jalan lahir" yang begitu elastis, bisa membuka dan merapat lagi sehingga kepala bayi yang sekeras ini bisa melewatinya. Sungguh Allah Maha Pencipta yang Sempurna.

Jujur, sebenarnya aku pernah mau menyerah waktu mengeluarkan kepala #AdekBintang. Karena tenagaku lagi habis, gegara aku lavaaaarrr dan belum makan...hehehe.
Tapi memang nikmatnya nafsu makan sedang di cabut sama Allah, sampe ice mangonya aja baru diminum setelah lahiran, karena emang ngga nafsu.
Syukurnya aku masih sempat sarapan pagi, waktu gelombang cinta datangnya belum terlalu intens. .
Berkat pertolongan Allah dan aku melihat sekelilingku bahwa aku dikelilingi orang2 baik yang udah siap membantuku melahirkan (ada suamiku, dokter kandunganku dan tim medis), andai terjadi apa2 pun aku udah ada di tempat /provider yang tepat dan ditangan yang tepat yang akan sigap menolong....

Saat dokter bilang : "Yuk, boleh ngejan bu..." Bismillah, perjuangan bunda tinggal sedikit lagi dek, ayo bantu bunda dek, ayo keluar dek....Perlahan aku kumpulkan sisa2 energiku, aku atur dan tarik nafas dalam2, aku tunggu kontraksi tiba lagi dan yes Alhamdulillah kontraksi disertai mules seperti mau BAB datang, segera aku mengejan ....tanpa kuhitung udah berapa kali aku mengejan, dan yah kepalamu yang keras itu pun akhirnya keluar....Fyuuh...Alhamdulillah.

Lega ...
Walo masih nyeri2 sedap dijahit. Yah daging di masukkin jarum gitu 😄, entah dibius atau ngga, tapi yang kurasakan nyeri. Aku hanya meringis sambil menahan nyeri.

Namun, rasa lelah dan sakit sejak pembukaan berhari-hari itu pun rasanya terbayar melihat bayiku dalam buaian.

Aku selalu mendoakanmu dan kakak2mu menjadi anak yang shalih, baik, berbakti pada orangtua dan bermanfaat bagi sesama makhlukNya. Aamiin.

16 November 2019

29 Weeks ...Kehamilan ke-4 ku 💖

0 komentar

Bismillah...

Akhirnya ketemu juga blog saya yang sudah lama saya abaikan 😁😁😁. Dan selama hiatus dari menulis blog, sebenarnya saya sudah melahirkan anak ke -3. Alhamdulillah, perempuan lagi dan kini anak ke-3 saya sudah berusia 2 tahun. Namanya Fathimah 😘😘😘. 

Saya belum sempat menuliskan kisahnya di blog, karena kerepotan di dunia nyata mengurus anak2 serta pekerjaaan dan ternyata Qodarullah, Allah berikan saya amanah lagi, calon anak ke-4, in syaa Allah.

Walaupun awalnya saya agak shock dan kaget sewaktu melihat hasil testpack garis merah dua, karena belum rencana hamil berdasarkan beberapa pertimbangan tapi Alhamdulillah pada akhirnya mental dan hati mulai menerima dan mulai beradaptasi lagi.

Karena belum kepengen nambah dan masih capek ngurusin anak ke - 3, well rezeki wajib disyukuri, tiap anak insyaAllah bawa rezekinya masing2.... Aamiin.

Semoga Allah Ta'ala menguatkan fisik dan badanku yang sering sakit2an ini untuk mengandungnya hingga tepat waktunya dilahirkan, mempertebal imanku dan menguatkan psikisku, kesabaran dan mentalku untuk kembali memikul amanah ini ...Sehat dan sabar, 2 kunci utama dalam mulai mengurus newborn baby lagi... Semoga Allah beri kekuatan...aamiin 😊

#G4P3
#4thpregnancy
#Bismillah.. .kuaaaat🙏

7 Desember 2015

Long Distance Married ☺

2 komentar


Lama sekali ngga menulis blog, mungkin karena udah zamannya social media ya jadi enakan ngetik status di FB, Path, Instagram.  Lebih rame, yang komen lebih banyak daripada ngblog. Hihihi... 
Tapi, tetap Blog punya tempat istimewa di hati #cie, karena disini bisa mencurahkan isi hati tanpa dihakimi #ehm
InsyaAllah diusahain tetap nulis, minimal setahun sekali lah... Hahaha
Sejak Maret 2015 lalu, saya dan anak2 sudah kembali ke Bekasi setelah 1,5 tahun merantau ke Sulawesi Utara diantar suami. Dan sejak itu pula,  dimulailah hubungan jarak jauh kami atau saya sebut 'Long Distance Married'  (LDM).
Yang menjalani LDM ini banyak, bukan saya aja, jadi faham lah rasanya kalo ditanya bagaimana perasaannya. Nano nano, manis asam asin rame rasanya ..Yah sedih, kangen, rindu semua campur jadi satu. Hehe. Tapi harus sabar menjalaninya. LDM ini takdir .
Ayahnya anak anak masih bekerja di pulau Sulawesi, beliau pulang sebulan sekali. Jadi 4 minggu kerja,  2 minggu pulang ke Bekasi. Syukur LDM nya masih di Indonesia, beda waktu hanya 1 jam, kita masih memiliki 2 musim yang sama, memandangi purnama yang sama *sok Rangga dan Cinta gini .
Yang terpenting dari hubungan pernikahan apapun bentuknya, adalah komunikasi dan saling percaya. Alhamdulillah komunikasi intens setiap hari insyaAllah saling memberi kabar dan posisi masing-masing, terutama laporan perkembangan dan pertumbuhan kedua anak kami.
Saling percaya dan saling menjaga kepercayaan. Saling mendoakan kondisi masing-masing semoga sehat selalu dimanapun. Berserah diri pada Allah semoga Allah menjaga hatiku dan hatinya dimanapun .
Ujian terberat dari LDM adalah ujian kemandirian. Kemana2 sendiri, mau ngapain aja sendiri, urus anak-anak sendiri. Alhamdulillah saya dibantu kedua orangtua saya buat mengasuh anak-anak. Bersyukur rumah saya ngga jauh dari rumah orangtua. Sangat bersyukur, tanpa mereka, saya akan kerepotan sekali.  Jasa mereka besar sekali pada saya dan anak2. Semoga Allah selalu menjaga mereka. Aamiin .
Yang berat, kalo kedua anak sakit bersamaan atau gantian ketika ayahnya sedang jadwal bertugas. Butuh mental dan fisik yang kuat merawat anak2 sakit sendirian, sedih melihat anak-anak jatuh sakit bersamaan beberapa kali, mental saya drop saking sedihnya melihat kedua buah hati yang biasanya sangat energik dan ceria harus terbaring lemas. Tapi lambat laun,  hal sulit berlalu juga. Alhamdulillah.. Dinikmati aja pada akhirnya .
At least, saya masih bisa bertemu suami sebulan sekali.  Ini sangat saya syukuri. Karena banyak rekan LDM mungkin baru bisa bertemu suaminya beberapa bulan sekali, bahkan jika suaminya di luar negeri bisa setahun sekali.
Untuk teman2 yang tidak menjalani LDM dan bisa selalu bersama suami, semoga bisa lebih empati terhadap temannya yang menjalani LDM dan tidak memberikan komentar yang kurang mengenakkan.
Semua istri sebenarnya pasti ingin selalu bersama suaminya, menemani suaminya kemanapun serta menunaikan tugas dan bakti kepada suaminya , tapi ada alasan-alasan yang tidak wajib juga diceritakan yang mengharuskan suami dan istrinya LDM dan suami istri ridho akan hal tsb. Pasti ada alasannya, dan mungkin tidak perlu di beritahu. Cukup doakan kebaikan semoga mereka semua bisa segera berkumpul lagi. Itu lebih baik kan 

7 Mei 2015

Drama Menyusui (bagian 2-selesai)

6 komentar

Maasyaa Allah...saya lupa punya janji menuliskan kelanjutan kisah menyusui pasca frenotomy anak kedua kami. Hehe...Dan sekarang Adek Asiyah (nama anak kedua kami) tepat berusia10 bulan, artinya 9 bulan kelupaannya. Maaf lama banget yaa ^^

Ok...saya inget inget dulu, mendadak ngblank nih..heuheu 😂😂😂.

Malam hari setelah di insisi, Asiyah masih rewel bobonya, sepertinya masih sakit pasca di insisi, karena proses frenotomy pada bayi tidak di anestesi jadi ya berdarah2 mulutnya. Pakai betadine saja dan proses penyembuhannya dengan ASI/ menyusui....Di rumah kurang lebih 5x sehari secara rutin, bibir lidah dan mukosa pipi di usap2 pelan (senam) agar tidak melekat kembali tali lidah yang sudah di potong. Selama seminggu saya terapi seperti itu. Pelan2 sudah tidak rewel lagi

Seminggu kemudian, saya kembali kontrol ke dokter konselor laktasi. Dan Alhamdulillah BB adek naik hampir 500 gr dalam waktu seminggu menjadi 4,100 gram dari sebelumnya 3,600 gram. Ternyata memang benar, proses menyusui adek kemarin terhambat karena taki lidah pendek (tongue tie). Saya pun membantu dengan mengkonsumsi suplemen pelancar ASI.

Sebulan kemudian kembali observasi ke DSA sekalian adek imunisasi BCG. Dan BB adek naik 900 gram, dari bulan lalu. Alhamdulillah sudah mengikuti garis kurva Growth Chart WHO. Dan lama menyusui sudah tidak berjam-jam lamanya lagi seperti awal-awal.

Semoga Kakak Qonitah dan Adek Asiyah sehat, pintar dan shalih selalu ...aamiin 😇

Asiyah sudah Sarjana ASI S1...Semoga 2 bulan lagi bisa menuju S2....Yeah, bisa....pasti bisa...optimis bisa...Ya ya ya!! ^_^

19 Agustus 2014

Drama Menyusui (bagian 1)

0 komentar

Sebelumnya, saya mau cerita sedikit, anak kedua kami Alhamdulillah udah lahir tgl 8 Juli' 14 lalu, pas banget hari ke 10 Ramadhan 1435 H, melalui persalinan normal...Saya bersyukur banget persalinan kedua ini benar2 dimudahkan, pembukaan mulai hari Ahad siang, lahir Selasa pagi jam 07.11. Jadi nahan mules ngga sampai 2 hari, beda sama kakaknya lebih lama. Maklumlah anak pertama :D

Seminggu pasca persalinan, khan kontrol . Oya, ayahnya memberi nama "Asiyah Al Karimah". Dicek lab, bilirubin adek Asiyah cukup tinggi yakni 18.5 mg/dl sehingga DSAnya memutuskan untuk di fototerapi. Ya sudahlah, hiks hiks, adek pun menginap 2 hari di Perina, di blue light double sementara bunda merah ASI terus biar proses penyinaran lebih efektif, soalnya kalo disusuin langsung bisa lama banget. Setelah 2 hari, adek Asiyah bilirubinnya turun jadi 7,7 jadi Alhamdulillah bisa balik ke rumah.

Di rumah, drama ASI pun dimulai....Jreeng..

Yaa Allah, inilah yang bikin bingung ya. Apa ASI kurang? Sedikit? Adek nyusu lama banget, bisa berjam2 dan setelahnya tidur baru 5-10 menit bangun lagi, minta nyusu lagi. Kayak haus mulu, ngga kenyang2 padahal sudah lamaaa banget disusui. Bunda udah tepar banget, sampai ngga bisa melakukan kegiatan lain. Sampai mikir ASI sedikit kali, makanya adek ngga kenyang2. Jadi pesimis gitu padahal udah pengalaman sukses kasih ASIX ke kakak. Tapi untungnya belum nyerah ke sufor, meski udah hampir mau nyerah saking capeknya ngga bisa istirahat.

Dan usia adek Asiyah sebulan, kita kontrol lagi sekalian vaksin hepatitis B kedua, BB adek cuma naik 4 ons (400 gr) jadi 3600 gr (BB lahir 3200 gr, 7 hari usia adek sempat turun jadi 3000 gr dan itu masih normal bayi newborn turun bb beberapa hari kemudian). Nah, kurang lah naiknya. Apalagi 3 bulan pertama minimal kenaikan 750-900 gr, harusnya naik pesat. Di evaluasi lah cara saya menyusui. Ternyata posisi dan perlekatan udah OK..Trus? Di cek kondisi tali lidah (frenulum lingualis) dan tali bibirnya (frenulum labialis) ternyata pendek dan kaku (tebal) kalo dipegang, ngga lentur gitu.

Inilah sebabnya, saya pun juga lalai memeriksa bagian itu, padahal kerjaan saya sehari2 berurusan sama mulut orang tapi ngga nyangka aja bakal dialamin bayi saya sendiri jadi ngga kepikiran, saking stresnya pasca lahiran 2 minggu suami dinas diluar kota.

Kondisi itu yang di sebut Tongue Tie dan Lip Tie....Ada beberapa type/grade. Browsing aja ya, di milis sehat ada...Ngga semua jenis TT harus di insisi atau frenotomy, tergantung typenya dan apa menyebabkan kesulitan menyusui. Jadi TT ini menyebabkan pergerakan lidah menjadi terbatas, sedangkan ASI keluar melalui pijatan lidah ke areola. Di referlah saya ke Konselor Laktasi.

Beberapa hari kemudian, saya ke KL di poli laktasi RS Hermina Bekasi ama Dr Irma. Di sana, selain dilakukan frenotomi, saya juga diajari posisi menyusui saat berbaring, cara breast compression, tongue exercises dll. Semua termasuk biaya tindakan medis kurleb 400ribuan. Seminggu kemudian kontrol lagi.

Nah, bagaimana kelanjutan proses menyusui pasca insisi TT?

Bersambung ke tulisan selanjutnya ya ^_^

19 Juni 2014

35 Weeks My Pregnancy ^^

0 komentar

Alhamdulillah

Tak terasa, saat ini kehamilan keduaku sudah memasuki usia kandungan 35 minggu, MasyaAllaah....Tinggal menghitung minggu, semoga Allah Azza wa Jalla memberiku kekuatan, kemudahan dalam menjalani proses persalinan yang begitu mendebarkan, diberi keringanan dalam menghadapi sakitnya melahirkan seringan-ringannya...aamiin Yaa Rabb.

History kehamilan kedua dari awal hingga sekarang, tentu tidak selalu berjalan lancar sentosa, banyak hal2 yang terjadi selama 9 bulan ini. Berbeda dengan kehamilan pertama yang relatif lebih lancar menjalaninya. Di awal trimester pertama, menjalani LDR sama suami benar2 cukup menguras pikiranku, rindu berhari2 menahan kangen dan nangis kesepian, ditambah si kakak yang bertambah manja dan rewel selama saya hamil adiknya. Subhaanallah benar-benar unforgettable moment

Seperti umumnya ibu hamil, saya pun mengalami emesis gravidarum (mual dan muntah) yang lumayan mengganggu nafsu makanku, banyak asupan makanan yang kembali dimuntahkan, berbeda dengan kehamilan si kakak yang kata orang 'hamil kebo' karena saya tidak merasakan mual-muntah sama sekali. Hal ini terjadi kurang lebih selama 2-3 bulan, sejak UK 2 bulan sampai antara 4-5 bulan, jika tak tahan mualnya saya akhirnya minum Mediamer B6 suplemen anti mual yang diresepkan dokterku. Alhamdulillah di UK 4 bulanan, mual muntah itu berkurang juga. Selain itu di trimester pertama, saya juga mengalami peningkatan asam lambung, hingga beberapa kali mengalami sesak nafas. Dokter memberiku obat lambung yang aman untuk kehamilan Sanmag syrup, saya hanya minum beberapa hari saja. Selanjutnya, saya jaga lambung saya jangan sampai kosong, makan teratur dan tidak telat makan.

Di Trimester kedua, Alhamdulillah nafsu makan kembali pulih, makan apapun sudah terasa enak dan nikmat tanpa acara mual, saya mulai mengejar nutrisi untuk janin dengan sering makan dan ngemil. Namun, di trimester kedua ini saya hijrah ke Manado mengikuti suami bersama anak kami. Di tempat baru ini, awal adaptasi, saya mengalami alergi hebat, sekujur tubuh saya mengalami pruritis, disertai bentol2 dan ruam2 seperti urtikaria atau biduran. Entah faktor alergen apa yang menjadi pencetus pastinya, banyak kemungkinan debu, tungau dan cuaca. Sedangkan untuk makanan, saya selama di sana mengkonsumsi makanan sehari2 yang sudah terbiasa saya konsumsi sebelumnya. Hampir sebulan lamanya di Manado, tiap hari saya dilanda gatal2, sampai stress dan nangis karena tiap hari kerjaan saya selalu menggaruk2 kulit sampai berdarah. Pergi ke dokter spesialis kulit , saya diberi obat antihistamine Pehachlor (chlorpheniramine maleate)  dan Cinolon Cream, juga bedak gatal Salycil...

Bulan berikutnya, saya pindah rumah. Syukurlah, dirumah baru, Alhamdulillah keluhan gatal itu mulai berkurang meski terkadang masih kambuh.

Trimester ketiga, Alhamdulillah pruritis hilang meski kadang masih terasa tp tidak separah sebelumnya, hanya usia janin yang semakin membesar sehingga cukup mendorong diafragma ke atas dan menimbulkan kesan begah dan sesak. Apalagi kalo posisi saat tidur terlentang berat ambil nafas, kadang miring kanan dan kiri pun masih begah, sehingga harus diberi bantalan kepala cukup tinggi agar bisa bernafas lega.

Sekarang, kami sedang deg2an sekaligus tak sabar menanti HPL anak kedua kami. Semoga Allah selalu mudahkan hingga persalinan, dede bayi dan ibunya lahir dengan sehat, normal, lancar dan selamat. Aamiin...

Dek, Ayah Bunda dan Kakakmu menunggu kehadiranmu, sayang. Begitu juga Nenek Kakek Mbahkung Mbahti juga Om dan Tante2mu. We all love u ^^

Mohon do'anya ya kawan-kawan ^_^

8 Juni 2014

Kuliner Favorit Kami di Manado

2 komentar

Bismillaah...

Hallo...Saya mau coba sharing nih beberapa kuliner makanan favorite saya dan suami selama tinggal di kota Nyiur Melambai paling utara di pulau Sulawesi ini, tentu menurut lidah kami ya...hihi :D

Di Manado, kita harus jeli mencari tempat makan yang halal, soalnya ngga sedikit yang menjual menu berbahan baku tidak halal, seperti menu B2.

InsyaAllah yang sering kami kunjungi adalah makanan halal dan enak maknyuss, yah sebagai kota di tepi laut Sulawesi tentu makanan laut paling banyak ada, rugi jauh2 kemari ngga makan makanan laut, he he, enak2 pastinya dan tentu lebih fresh belum terkontaminasi polutan seperti perairan Jakarta :)

Berikut favorit kami:

1. Restoran Wisata Bahari

Restoran di tepi pantai Boulevard ini terletak di kompleks Bahu Mall, tepatnya di Jl. Wolter Monginsidi 1, Manado. Menawarkan aneka makanan laut dengan harga cukup terjangkau dan tempat yang cukup nyaman dengan pemandangan laut yang cukup bagus terutama di bagian outdoor sehingga cocok untuk menjadi tempat makan romantis dengan pasangan anda. 

Selain menyajikan makanan seafood (menu aneka kepiting, udang, cumi, ikan, dll) juga ada makanan nusantara (ayam bakar, tumis2 sayur, tahu tempe, lumpia dll). Banyak deh menunya. Tak lupa sambal dabu2 yang mantab pedasnya.

2. Bebek Goreng Kang Narto

Nah, di Manado juga ada donk tempat makan bebek goreng enak, gantinya bebek kaleyo atau bebek slamet deh..hehe. Di jalan Sam Ratulangi lokasinya, tempatnya lumayan besar, bersih, ada ruangan khusus non smoking jadi bisa terpisah lah sama perokok2 yang baunya ga nahan :D. Ada ayam, bebek, ati ampela, lalapan, sambal ijo, dll. Bisa pesan goreng, bakar....Ada nasi uduk, nasi putih. Enak deh pokoknya...

3. Bakso Soponyono

Kayaknya di Manado banyak cabangnya ya. Saya suka bakso halusnya. Enak deh di banding bakso2 lain di Manado yang pernah saya coba =)

4. RM Padang Duta Minang

Nah, kalo lagi kangen masakan Padang ala Restoran Sederhana, di sinilah tempatnya. InsyaAllah udah pasti halal, Muslim yang punya. Letaknya di Jl. Martadinata Paal 2, di sinipun di sediakan ruangan ber AC khusus non smoking. Berbagai menu khas Minang dihidangkan, jadi tinggal kita ambil sendiri. Ayam gulai ama ayam bakarnya enaaaak deh, ada ayam bakar padang juga ayam bakar rica pakai sambal dabu2 khas sini, es kelapanya juga juaraaa....Sate padangnya enak. Bisa pesan antar untuk acara2 tertentu.

5. Sop Buntut Food Village

Ini kesukaan suami....Saya juga suka icip2..hehe...Enak, dagingnya empuk. Ada di Mantos, lantai 2 Food Village. Di Food Village banyak makanan, pempeknya juga saya suka.

6. RM Ayam Bakar Srikandi

Ini restoran baru aja opening bulan lalu. Pas masa promo, disc 50% all in tapi ngga boleh bawa pulang, makan di sana untuk yang mau disc. Saya suka bebeknya, empuuk deh. Tapi kurang suka sama sambalnya, coz ngga pedas...hehe. Selain ada ayam dan bebek, sedia juga cumi, udang, steak, nasi goreng, dll. Depan RM ini jual martabak terang bulan juga. Pas banget sebelahan Multimart Paal 2 posisinya.

7. Restoran Ria Rio

Yang berkunjung ke Manado, jangan lewatkan makan di sini ya. Udah populer banget kualitas makanannya, makan sambil dihibur deburan ombak dan angin sepai sepoi, dan genggaman tangan suami sambil ngeliatin anak main, romantis khan....Restoran ini juga menyajikan aneka hidangan laut, yang paling saya suka itu kepitingnya sama telur cakalang woku, kuahnyaaa pedeesss...Aduh asli saya jd ngiler ngetiknya. Oya restoran ini, menurut saya agak jauh dari kota, di bilangan pantai Kalasey, dari Malalayang masih sanaan lagi, tanya aja sama supir taxi juga tau :)

8. Minang Putra

Ini RM padang juga, tapi menu padangnya ngga lengkap. Namun, ayam bakar sambal dabu2nya TOP !

9. Restoran Cabe Merah

Terletak di area Multimart Paal 2 lantai dasar. Saya kesini karena dekat dari rumah. Hehe...Nah, yang saya suka banget itu menu sate ayam sama fuyunghainya :)

Oke segitu dulu ya, kalo ada yang enak lagi, insyaAllah saya tambahin (kalo sempat) ^^

4 Juni 2014

Baiknya SPOGku ^_^

2 komentar

Dokter spesialis yang paling sering saya gonta ganti, adalah dokter kandungan dan dokter anak. Kenapa? Saya ingin mencari dokter yang cocok dan membuat nyaman...hehe

Di Manado 4 x gonta ganti dokter spog daaaan yang ke 4 lah yang paaaaling cocok. Akhirnya setelah shopping spog, dapat juga yang enak. Tidak bermaksud membanding-bandingkan karakter antar dokter ya, maka saya ngga sebut namanya, tapi emang bener cara komunikasi antara dokter dan pasien itu penting sekali. Jangan sampai terjadi misscommunication, berlaku ramah pada pasien, membuat pasien merasa nyaman dan memiliki pikiran yang positif, maka dijamin insyaAllah pasien akan setia meski harus mengantri lama...hehe. Dan ini juga menjadi bahan pelajaran dan contoh untuk saya selaku dokter gigi dalam komunikasi hubungan dokter dan pasien sehingga terjalin bentuk hubungan dan komunikasi yang baik,menjadi dokter gigi yang ramah, murah senyum dan disukai pasien. Bagaimanapun saat saya di posisi sebagai pasien, saya tau karakter dokter yang saya sukai maupun yang saya kurang sreg...:)

Seperti spog saya yang ke 4. MasyaAllah baik sekali, beliau sangat ramah dan murah senyum. Konsul pertama kali, diajak kenalan dulu, tinggal dimana, kenapa pindah ke Manado, suami kerja dimana, dll. Asli bikin suasana konsul nyaman dan ngga kaku. Setelah itu, beliau tanya keluhan apa saja yang saya alami, di beri penjelasan solusi yang sangat informatif, menjadikan pasien sbg partner sharing, dan ngga pelit ilmu. Begitupun saat pemeriksaan dgn USG, beliau sangat detail menjelaskan kondisi janin saya, detak jantung, posisi plasenta, kondisi air ketuban, dll. Sangat informatif dan enak diajak ngobrol...Siapapun pasti senang dapat dokter seperti ini khan ? :)

Berbeda dengan dokterku sebelumnya , maaf bukan bermaksud membandingkan, tapi kenapa ya kurang informatif dan kaku dalam komunikasi, bicara seperlunya, saat periksa usg hanya bilang , bayinya sehat, beratnya sekian gram, tidak terlalu detail. Mau pro aktif bertanya juga kesannya saya mulu yang cerewet...hehe

Pokoknya top deh dokterku yang terakhir itu, bahkan beliau memberikan kartu namanya kepada saya yang berisi no hp dan pin bbmnya :-). Pernah beberapa keluhan kehamilan saya sampaikan via bbm, dan di balas panjang lebar dan detail oleh beliau, meski menjawabnya tidak langsung dan menunggu lama. Maklum Spog itu jadwalnya padat tapi beliau tetap meluangkan waktunya untuk menjawab, baik banget..Tapi, akhirnya saya melahirkan bukan sama beliau, insyaAllah kami mudik menjelang lahiran ke Bekasi, semoga dapat yang sama enaknya untuk konsult ya, minimal ngga pelit ilmu ^^

31 Mei 2014

Dapur Sederhanaku...

0 komentar

Bismillaah...Halo, saya mau share sedikit bagaimana menata dapur sederhana selama kami tinggal di Manado dan mengontrak rumah di sana, lebih tepatnya dapur yang masih kosong, belum ada tempat cuci piring dan tempat untuk menaruh kompor :)

Berawal dari saya yang merasa kebingungan saat mengontrak rumah yang dapurnya kosong plong..hehe...saya bingung, dimana cuci piringnya, apa harus cuci piring di kamar mandi sambil jongkok? Waduuh, untuk kondisi saya yang sedang hamil, Subhanallah mencuci sambil jongkok itu sangat melelahkan kaki saya yang harus menahan beban berat di perut, begitupun membilas cucian piring ke dalam ember akan bercampur dengan sisa busa, kok saya ngerasa kurang hygienis ya..hihi #soksteril

Begitupun dengan tempat masak, harus cari meja untuk menaruh kompor gas....Akhirnya, beli lah beberapa perabotan untuk melengkapi dapur dan taraaa.....Jadilah dapur 'rakitan' kami :)

Di sisi kiri dapur, kami tempatkan meja untuk memasak. Di sebelahnya baru kitchen sink portable, yup kami akhirnya memakai yang portable, jadi ngga perlu jongkok deh di kamar mandi..hihi..Alhamdulillah, suami pintar merakit2, jadi setelah kitchen sink portablenya di pasang, beliau mengebor bagian atasnya untuk dipasang keran air beserta selang panjang dibagian bawahnya yang dihubungkan dengan keran di kamar mandi (yang dibuat dua keran), sementara untuk tempat pembuangan airnya, di bagian bawah tempat cuci piringnya juga di sambung selang lagi yang agak panjang untuk di salurkan keluar lewat pintu belakang...:)

Sementara itu di sampingnya kitchen sink portable, kami letakkan mesin cuci...hehe maklum rumah minimalis type 45, jadi empet-empetan.

Di seberangnya, seberang kompor (tidak terlihat di pic), kami letakkan kulkas, baru sebelahnya rak piring rakitan juga. Sisi kanan kami manfaatkan untuk meja makan..Alhamdulillah jadiii...

Semoga menginspirasi keluarga yang belum punya dapur ya...^^

Trip to Lembang ^^

0 komentar
Bismillaah...

Akhir bulan Januari 2014 silam, Suami dapat tugas training dari kantor selama 3 hari di Bandung, jadilah Bunda dan Kakak Qonitah ikut ke Bandung biar sekalian jalan-jalan sesudahnya :)

Di Bandung, Ayah training selama 3 hari dari tanggal 27-29 Januari 2014, kami menginap di hotel Favehotel depan Ciwalk. Sesudah 3 hari training, kami pun berangkat ke Lembang, yang kurang lebih di tempuh selama setengah jam perjalanan dengan Taxi. Kami memilih menginap di hotel Yehezkiel, Lembang. Hotelnya bersih, rapih dan pelayanannya juga sangat ramah :). Rate per hari, sangat terjangkau, sekitar 300 ribuan (include air panas dan sarapan pagi).

Hari pertama (30 Januari 2014), hari pertama di Lembang, kami main ke de Ranch dulu yang posisinya sangat dekat dengan hotel Yehezkiel sehingga kami hanya butuh berjalan kaki ke sana. De Ranch, tempat wisata yang sangat indah dan sejuk, nuansa hijaunya peternakan menghampar luas, cocok untuk refreshing dan beristirahat dari berbagai kepenatan. Masya Allah ^^. 

Di sini, kita bisa naik kuda, delman, latihan panahan (memanah), tersedia pula berbagai wahana anak (pancing ikan, dll), juga tersedia banyak menu makanan kalo lapar :)

Hari kedua (31 Januari 2014), setelah mandi dan sarapan pagi, kami menyewa mobil beserta supirnya untuk keliling tempat rekreasi di Lembang seharian, tujuan awal makan dulu di Sapu Lidi Resto, rumah makan khas Sunda yang di desain unik dengan masing2 gubug yang terletak seolah2 ditengah sawah dan danau :). Kakak makan sambil memberi makan ikan2 di danau :D

Setelah mengisi perut, lanjut perjalanan ke Jendela Alam...Nah, recomended banget tempat ini untuk anak-anak. Banyak sekali outdoor activity, wahana edukatif di tempat ini, diantaranya feeding animal (memberi makan beberapa hewan), panen sayur, panen buah, keliling area dengan berkuda poni, menghias aquarium ikan, dll :D Wow exciting...Kakak senang sekali bermain disini...Tentu, selain bermain juga sambil belajar, Alhamdulillah...^^

Dari mengelilingi area Jendela-Alam dengan kuda poni, lalu kakak belajar menghias aquarium dengan batu-batuan hias, pasir, Kakak ngga mau Bunda bantuin...hehe, lalu dikasih ikan 2 buah, boleh dibawa pulang dech kotak aquariumnya...:)

Lanjut, kakak panen buah tomat ceri, lalu ditimbang, dibayar dan boleh di makan...Horeee

Untuk memberi makan hewan, kakak dianter sama seorang guide atau kakak pemandu. Sebelumnya diajak dulu ke kebun sayuran, petik berbagai sayuran, seperti sayur kangkung dan wortel untuk diberi makan ke hewan. Lalu sayur-sayuran itu di kasih ke rusa...Waah kakak ngga takut lho ngelus2 si rusa, kasih wortel ke kuda, kelinci, kasih makan ayam, sapi...hihi :D

Alhamdulillaah,ngga nyesal ke Jendela Alam, banyak sekali manfaatnya....^_^

28 April 2014

Sop Ikan Salmon

0 komentar

Nah...ini dia favoritenya si Kakak, kalo makan ikan ini lahap hap hap, tapi harganya...huhu...sesekali aja kalo Ayah abis gajian..hehe :)

Sebenarnya agak bingung ngolah ikan salmon, mau dibikin steak ribet belum punya grill, di goreng kayak ikan mas atau di balado atau di pesmol kok kayaknya aneh ya kalo salmon di pesmol #imho..hehe...akhirnya di sop aja biar sekalian segaar ada kuahnya :)

Resepnya simple banget, ngga pake lama apalagi ribet, yah lama kalo bahannya belum dikupas ya...

Bahan:
-Fillet ikan salmon, potong menjadi beberapa bagian, lumuri dengan air jeruk nipis, diamkan 15 menit
-Bumbu iris: 5 siung bawang merah, 3 siung bawang putih, 3 cabe merah keriting, 1 tomat, 3 cm jahe, batang serai memarkan
-Bahan lain: Wortel, iris, Buncis, iris,  Kecap asin, Kecap manis, Garam, Merica, Pala bubuk

Cara membuat:
1. Tumis bumbu yang sudah diiris ( bawang merah, bawang putih, cabe, jahe) sampai harum
2. Rebus air sampai matang, masukkan tumisan bumbu + ikan salmon + wortel + buncis
3. Tambahkan bahan lainnya tomat, serai, kecap manis secukupnya, kecap asin secukupnya, garam 1/2 sdt, lada 1/2 sdt, pala 1/2 sdt, 4. Masak hingga matang.

Alhamdulillah, selesai deh...gampang banget khan...Selamat mencoba ^^

24 April 2014

Puding Kentang....Nikmatnya ^^

0 komentar

Alhamdulillah bisa berbagi resep lagi...Pada tulisan kali ini, saya akan tulis resep "Puding Kentang". Hmmm, wah yang namanya kentang ini memang jenis karbohidrat yang bisa diolah menjadi beragam jenis makanan atau aneka kue yang enak, bahkan kalo lagi malas ribet, cukup dikukus pun sudah jadi kudapan yang cukup mengenyangkan :D. Olahan kentang ini enakkk sekali, saya suka mencobanya, rasanya lumer2 di mulut gitu, perpaduan kentang dan kejunya..hmmm

Berikut resep yang saya pakai :)

Resep: 

-Kentang 3 buah, kukus lalu dihaluskan sampai halus dan lembut

-Mentega

-Gula pasir

-Terigu

-Susu cair

-Telur 2 butir

-Keju cheddar, diparut

Cara:

1. Campur semua bahan dan aduk rata sampai kental, jangan keenceran. Aduk hingga rata dengan spatula atau mixer

2. Olesi sedikit margarin pada cetakan, tuang adonan puding ke dalam cetakan

3. Kukus selama kurang lebih 40 menit, cek dengan garpu tingkat kematangannya

4. Matang, potong-potong, siap disajikan :)

Mudah bukan?? Selamat mencoba ^_^



3 Februari 2014

Ketika anak kami diare :(

0 komentar
Sudah tentu, bagi semua orangtua terutama seorang ibu, masa-masa anak sakit adalah masa penuh kecemasan dan kepanikan, sekalipun sudah berbekal 'sedikit' ilmu tentang penyakit anak dan terapinya. Alhamdulillah 'ala kulli haal, inilah ujian kesabaran, terus banyak berdoa dan mendekatkan diri pada Allah Ta'ala.
Termasuk saya, ketika anak pertama kami, kakak Qonitah (2 thn) mengalami mencret2, pupnya lebih dari 5 x frekuensinya dalam sehari, konsistensi cair hampir tak ada ampas, disertai demam tinggi. Ini kali kedua, kakak mengalami diare yang cukup mengkhawatirkan kami sampai demam tinggi dan badan terlihat kuyu..sungguh kasian melihatnya sakit, ingin menangis melihatnya, kakak terus memegangi perutnya yang sakit dan kembung jika di palpitasi. Biasanya, kakak mengalami BAB lembek dan agak mencret hanya sehari dan tidak sampai demam (diare ringan), namun 2x sampai mengalami diare disertai demam tinggi saat usia dibawah 1 tahun dan baru saja beberapa hari lalu.
Kakak demam sejak hari Jumat siang, badannya panas tinggi, demam yang saya pelajari memang bukan penyakit tapi merupakan gejala dari adanya suatu penyakit atau infeksi di dalam tubuh baik infeksi virus, bakteri, parasit, dll. Selain demam, BABnya lebih dari 3x hari itu dengan konsistensi cair. Kakak terserang diare. Pada anak, sebagian besar diare disebabkan virus, sehingga tidak membutuhkan pengobatan dengan antibiotik.
Bismillah...meski tidak bisa menyembunyikan rasa cemas, saya terus memohon kesembuhan pada Allah dan mulai melakukan penanganan pertama yang saya lakukan di rumah, sambil kami mengobservasi suhu dan perilaku si kakak dan mengenali tanda2 kegawatan yang mengharuskan segera dibawa ke dokter /RS, di antaranya:
1. Cegah dehidrasi dengan asupan cairan.
Pada kasus demam dan diare atau muntah, banyak asupan cairan itu paling utama dan penting untuk mencegah dehidrasi untuk mengganti keluarnya cairan lewat mencret itu.
Kakak, syukur Alhamdulillah, masih nafsu minum meski makannya tidak begitu lahap. Jadi saya cekokin dengan banyak air putih, air teh, sayur meski masuk sedikit2. Kakak sudah disapih sehingga tidak di beri ASI.
Sebenarnya cairan yang bagus saat diare itu pemberian ORS atau oralit baik pedialyte (oralit cair khusus anak) maupun oralit sachet, tapiii kakak susah sekali minum oralit, meski yg rasa jeruk, memang bagi anak pasti rasanya tidak enak, tp mau bagaimana lagi :(, setidaknya dia masih mau minum air putih Alhamdulillah sehingga terhindar dari dehidrasi berat yang merupakan penyebab kematian akibat diare pada balita.
Jika anak diare mengalami dehidrasi, susah menyusui atau minum, apalagi sampai nangis tidak keluar air mata, lidah kering, dahi cekung,jangan tunda untuk segera ditangani petugas kesehatan!
2. Kompres air hangat untuk menurunkan demam kakak, sambil saya balur minyak kayu putih di perut dan punggungnya untuk menyamankan kakak. Pake baju tipis dan saya tidak menyalakan AC. Skin to skin, saya peluk. Jika rewel, saya biasa kasih antipiretik parasetamol untuk menyamankan tubuhnya tapi karena kakak Alhamdulillah ngga rewel jadi saya ga kasih obat.
Alhamdulillah hari Sabtu pagi (hari kedua), demam kakak turun. Namun, diare masih berlanjut hingga hari Ahad.
3. Lacto B dan zinc syrup
Di hari ketiga, hari Ahad, kakak masih 6x BAB cair, masih bertahan dengan asupan cairan. Tidak saya kasih obat diare untuk memampetkan diare karena pada dasarnya diare itu mekanisme tubuh untung membuang segala racun dan mikroorganisme berbahaya di saluran cernanya dan berhenti sendiri jika saluran cerna sudah membaik, jadi jika dimampetkan malah membuat racun itu masih berada didalam tubuh.
Hari ke 4, Senin Alhamdulillah berangsur2 membaik, intensitas BAB berkurang menjadi 3x sehari meski bentuknya belum padat banget, masih ada airnya tapi mulai ada ampas.
Senin malam saya ke dokter untuk konsul kesehatan anak saya, meski sudah mulai membaik. Dokter meresepkan Lacto B dan Zinc.
Bukan obat, Lacto B itu sejenis probiotik, isinya bakteri baik untuk membunuh mikroorganisme jahat. Optional aja, saya cuma kasih 3x. Mirip yakult, vitacharm. Untuk mineral zinc, saya tetap kasih untuk 10 hari meski diare sudah berhenti. Rekomendasi WHO, karena selama diare, dinding epitel usus perlu di recovery untuk proses re epitelisasi sel usus.
Syafakillah kakak...Laa ba'sa thohurun insyaAllah...smoga Alloh slalu memberi kesehatan pada kita, orangtua kita, suami dan anak2 kita...Aamiin

13 Januari 2014

Test Pack....

0 komentar

Alhamdulillaahilladzi bi ni'matihi tatimushsholihat....

Ga di sangka2, di penghujung akhir tahun 2013, Allah menganugerahkan keluarga kami lg dengan kehamilan kedua saya. Sembah dan sujud syukur selalu kami panjatkan kepada Mu Yaa Rabb...Allahu Akbar !

HPHT saya tanggal 3 oktober 2013, jadi insyaAllah menurut perkiraan hasil usg, HPL jatuh sekitar 21 juli 2014, tp menurut dsog kedua saya tgl 17 juli 2014, yah hanya Allah yang Maha Mengetahui waktunya...

Semoga saya dapat menjaga amanah ini dengan sebaik2nya...Semoga lancar dan selalu diberi kesehatan dan kemudahan dalam kehamilan kedua ini yang mana saya harus menjalani LDR dengan suami, semoga janin kami selalu Allah jaga dan beri kesehatan dan kesempurnaan, lahir sehat, normal dan sempurna...aamiin Yaa Robbal 'aalamiin ^_^

Rekreasi ke Taman Bunga Selecta ^_^

0 komentar

Akhir bulan Oktober 2013 silam, kami sekeluarga mudik untuk menghadiri pernikahan adik suami. Sebelum mudik, kami mampir dulu 2 hari 1 malam ke kota wisata Batu, dekat kota Malang, 4 jam dari Tulungagung.

Ini ke 4 kalinya, saya dan suami ke tempat ini dan ke 3 kalinya bersama anak kami, karena yang pertama kali ke sana kami berdua belum punya anak, hehe.

Jika saat pertama kali ke kota Batu, kami fokus jalan2 ke jatimpark 1 yang banyak wahana edukasi dan hiburannya, kedua kali ke Batu Night Spectacular, ketiga kali mengunjungi Batu Secret Zoo, maka kali ini kami bertamasya ke taman bunga Selecta.

Awalnya kami bermaksud ke desa Songgoriti yang ada pemandian air panasnya, tapi tanya2 ke supir taksi dalam perjalanan menurutnya di Songgoriti cuma ada pemandian aja, ga bisa jalan2, beliau merekomendasikan kepada kami untuk jalan2 ke Selecta saja, akhirnya kami pun memutuskan berlibur ke Selecta saja.

Alhamdulillah, sesampai di Selecta Resort, kami di suguhi pemandangan yang indah, pegunungan dan hawa nan sejuk padahal siang hari, hehe. Setelah menaruh barang bawaan di kamar, kami rehat sejenak dan bersih2. Oya, bagi yang mau ke sini, tarif resort seingat saya cukup terjangkau, rate 300ribuan per malam sudah termasuk makan malam dan sarapan pagi, air panas (airnya dingin sekali), ada 2 bed, ruang tamu. Ada lagi type kamar yg lebih murah dan lebih mahal, bisa milih. Cukup terjangkau karena rata2 penginapan di Batu tidak pakai AC, sebab hawanya sudah sejuk apalagi di malam hari sangaaat dingin tanpa AC pun harus pakai selimut, mandi dan wudhu pun harus pakai air hangat, ngga kuat dingin *biasa tinggal di Bekasi yg gerah..hihi* :)).


Siangnya, setelah bersih2 diri, kami berjalan kaki ke taman bunga Selecta, taman bunga ini masih satu area dengan hotel dan resortnya bahkan bagi tamu hotel sudah termasuk tiket masuk ke taman bunga ini.

Di sana, tentunya selain jalan2 melihat taman bunga, makan aneka seafood di restonya, renang di kolamnya yang jernih dan sejuk, kami berfoto2 di area taman bunga yang begitu cantik menghampar. Masya Allaah.

Sebelum kembali ke hotel, kami makan bakwan malang dulu mengisi perut, sembari menunggu hujan yang tiba2 turun reda.

Esok paginya, kami menyewa kuda untuk jalan2 di sekitar kawasan Selecta dan desa di sekelilingnya...Sebelum akhirnya.melanjutkan kembali perjalanan ke Tulungagung.


 

Blognya Rika Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template