14 September 2013

Pulp Capping

Pulp Capping

Pulp Capping adalah suatu perlindungan terhadap pulpa sehat yang hampir tereksponasi atau tereksponasi kecil dengan obat-obatan antiseptik atau sedatif agar pulpa sembuh kembali serta mendapatkan vitalitas dan fungsi yang normal.

Ada dua macam teknik Pulp Capping, yaitu :
  1. Indirect Pulp Capping
  2. Direct Pulp Capping

1. Indirect Pulp Capping
Indirect Pulp Capping adalah perawatan pada pulpa yang masih tertutup lapisan dentin tipis karena karies yang dalam. Pada teknik ini obat-obatan yang digunakan tidak berkontak langsung dengan pulpa.

Tahapan perawatan yang dilakukan adalah :
Pada Kunjungan Pertama :
  1. Karies dibuang dengan escavator atau bor bundar, jaringan karies yang paling dalam dibiarkan.
  2. Kavitas disterilkan dengan air calxyl atau obat lain yang tidak caustik. Hindari penggunaan alkohol, karena dapat memicu terjadinya dehidrasi cairan tubulus dentin.
  3. Aplikasi preparat Ca(OH)kemudian dilapisi ZOE kemudian dilapisi semen fosfat dan akhirnya tambalan sementara.
  4. Perawatan dilanjutkan 1-2 minggu kemudian.
Pada Kunjungan Kedua :
Apabila ada keluhan, dilakukan penambalan tetap.

2. Direct Pulp Capping
Indikasinya :
  1. Eksponasi karena kecelakaan pada gigi orang yang masih muda usia, dan akar gigi sudah terbentuk sempurna.
  2. Fraktur mahkota, dimana salah satu tanduk pulpa terbuka.
  3. Pulpa terbuka pada gigi dengan apex yang masih terbuka lebar.
  4. Gigi permanen masih muda, sehingga daya reparasinya masih baik.
Tahapan Perawatan yang Dilakukan adalah :
Pada Kunjungan Pertama :
  1. Dilakukan pemasangan rubber dam/cotton roll untuk mencegah kontaminasi bakteri pada karies.
  2. Karies dibuang dengan bor atau ekscavator steril.
  3. Kavitas dibersihkan dengan air calxyl.
  4. Bagian yang tereksponasi ditutup dengan cotton pellet yang sudah dibazahi dengan minyak cengkeh atau eugenol. Sebaiknya hindari desinfektan yang kaustik seperti fenol, kresol dan alkohol.
  5. Kalau ada perdarahan atau rasa sakit, kontrol dengan cotton pellet dan eugenol yang dihangatkan.
  6. Di atas pulpa yang masih terbuka, aplikasikan preparat Ca (OH)2 tanpa tekanan dengan Ash 49 atau amalgam carrier. Kelebihan obat dibuang dengan ekscavator.
  7. Di atasnya diaplikasikan ZOE kemudian dilapisi semen fosfat kemudian dilapisi tambalan sementara.
Pada Kunjungan Kedua :
Setelah 8-10 hari, kalau tidak ada keluhan, dengan kata lain gigi bereaksi normal, lakukan penambalan permanen.

0 komentar:

Posting Komentar

Thanks for comment ^_^

 

Blognya Rika Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template