4 Mei 2020

Rekomendasi buku WAJIB dimiliki para orangtua

0 komentar

Serial Mommyclopedia (buku tulisan Dr Meta Hanindita, SpA).

Ini saya belinya nyicil, satu-satu dulu.
Kelar baca 1 buku, baru beli lagi buku seri selanjutnya.

Saat hamil, saya baca yang kiri bawah dulu, baru kanan bawah.
Yang atas belum saya baca.

Recommended Books buat ibu2 sekalian.


Ini juga buku2 rekomen.
Yang nulis Dr Arifianto Apin, SpA
Bukan buat menggantikan ke dokter ya jika anak sakit.
Tetap ya ke dokter, tapi biar ada bahan diskusi aja kalo lagi konsul ke dokternya anak2.
Ngga ngblank ...


Kalo ini buku MPASI, banyak dikasih juga resep2 MPASI homemade, buah karya Tim HHBF. Pilihan dari resep2 di group HHBF.

Sampulnya udah dirobekin anak.
Belinya beberapa tahun lalu.

3 Mei 2020

Bintang 3 bulan 💕

0 komentar
Halloooo, si Bontot kesayangan bunda 😍

Alhamdulillah, dedek Bintang sudah 3 bulan usianya...
Sekarang, kepalanya udah bisa nengok ke kanan dan ke kiri, matanya suka ngeliatin orang yang mondar mandir. Dedek juga udah suka tersenyum kalo diajak ngobrol dan ketawa. Juga udah bisa muter dan berubah posisi kalo tiduran....😃😃😃

Ada segelintir ibu-ibu kasih komentar ngga baik tentang dedek bintang saat bunda mengabarkan dedek lahir...

Mereka bilang :
"lah...kok cewek lagi"
"cewek mulu ya..."
"wah nanti hamil lagi ya rik, ampe dapat cowok..."

Komentar2 yang bunda rasa kurang adab pada dirimu, tapi komen mereka tidak berhasil mengurangi rasa syukur bunda pada Allah dan tidak mengurangi kebahagiaan bunda mendapatkanmu. Syukur dedek belum bisa mengerti ucapan mereka, pasti bikin dedek sedih.

Karena insyaAllah bunda yakin..
Dedek kelak akan membanggakan bunda dan ayah juga....^^

Happy 3 months , dear my baby 
Semoga Allah menganugerahkan kesehatan dan kecerdasan yang tajam padamu ..aamiin.

Mana dari 3 kakak yang paling mirip #DedekBintang ? Kata bunda sih, dedek paling mirip sama kakak no 2 😅.

Oiya, 2 minggu lalu, dedek sakit batuk2 mulu ketularan Ayahnya. Bunda sedih dan khawatir banget, karena masih bayi udah sakit 😥. Tiap batuk pasti kedengeran suara dahaknya tapi dedek ngga bisa ngeluarin dahaknya, parah batuknya ampe badan dedek pun demam semalaman yang bikin bunda sedih. Bunda ngga berani ngasih obat batuk sembarangan buat bayi kurang 6 bulan. Bunda langsung WA beberapa dokter yang bunda kenal tapi belum ada satupun yang membalas 😣😥.


Akhirnya, dengan kepasrahan dan tetap ikhtiar semaksimal mungkin memakai masker, bunda nekat keluar rumah, bawa dedek ke RS untuk diobati. Pergi membawa bayi ke rumah sakit saat kondisi pandemi, terpaksa dilakukan karena anak sakit. Untuk vaksinasi, bunda kemarin2 datang ke Rumah Vaksin Summarecon, khusus bayi2 sehat.

Alhamdulillah di RS, dedek ketemu om dokter Erwin yang super baik, ngasih dedek obat batuk, Mucos drops 7 tetes. Seperti biasa, dokter ini ngga pernah sembarangan kasih obat, apalagi antibiotik ke anak. Legalah, karena bunda percaya sama dokter anak yang satu ini. Beberapa hari kemudian, Alhamdulillah batuk dedek reda dan sembuh. Bunda pun mengirim WA ke dokter Erwin untuk mengucapkan terimakasih..😇

Sehat2 ya, semua anak-anakku tersayang...
Obat lelah bunda sederhana saja, melihat anak2 bunda sehat dan doyan makan 😘

21 April 2020

Saat kepala Asiyah bocor 😭

0 komentar
Senin malam itu tanggal 6 April 2020, jarum jam sudah menunjukkan pukul 22.00 malam. Tapi anak-anakku no 1, 2, dan 3 belum juga beranjak tidur. Mereka masih asik bermain dan melompat-lompat di kasur.

"Ayo sayang pada tidur", kataku.

Tapi mereka tetap asik melompat2 di atas ranjang.

"Ya sudahlah", pikirku. "Nanti juga kalo udah ngantuk bakal tidur sendiri".

Aku bergegas pindah ke kamar tidur belakang, menidurkan bayiku, anak no 4, agar tidak terganggu suara kakak-kakaknya.

Saat sedang menyusui bayiku, tiba-tiba terdengar suara Asiyah menangis kencang. Perasaanku sebagai ibu udah ngga enak. Pintu kamar diketuk-ketuk Qonitah dan Fathimah.

"Bunda, buka bunda, buka....Asiyah bunda, asiyah..." teriak mereka.

"Kenapa?" Aduh ada apa ini, aku merasa ini bukan nangis kayak biasanya.

"Kesini dulu, liat Asiyah, kepalanya berdarah...."

"Astaghfirullah....", sambil kugendong Baby Bintang, aku panggil suamiku untuk ikut melihat ke kamar tidur depan.

*****
Ku lihat, Asiyah menangis kencang sambil memegang kepalanya dan di tangannya ada darah.

Aku teriak spontan, "Ya Allah, Ya Allah, Asiyah sayang, kenapa...?" aku spontan ngga bisa berhenti menangis. Aku ngga tega.

"Bunda....bunda...." , Asiyah hanya memanggilku tanpa menjawab.

"Tadi Asiyah lompat2 di kasur terus jatuh kena pinggiran kasur...", jawab kakaknya.

Rasanya jantungku mau copot, berdegup sangat kencang dan tak beraturan.

"Ya Allah, selamatkan anakku .."

Ayahnya segera menenangkannya. Lalu memeriksa luka di kepala Asiyah.

"Ada yang robek, mas?"

"Iya, tenang dulu...Bunda jaga bayi saja...Bunda ga boleh nangis, bunda udah biasa kan liat darah"

Ayahnya tau aku sangat mengkhawatirkan kondisi anak-anak dan mudah menangis melihat anak sakit.

Asiyah segera di bersihkan dulu luka-luka dan darahnya oleh Ayahnya dengan kapas dan betadine.

"Robek banyak?" tanyaku cemas.

"Sekitar 2cm.."

Aku memberanikan diri melihat lukanya.

Ya Allah, ngilu aku melihatnya.


"Ayo ke IGD mas, itu lukanya kebuka banyak, harus dijahit, kalo ngga, nanti kuman masuk bisa infeksi..."

Aku segera menyuruh anakku yang pertama membangunkan asisten rumah tangga kami. Aku menitip bayiku dan ke dua anakku padanya.

*****
Sesampainya di RS.

Segera, aku dan Ayahnya membawa Asiyah ke RS terdekat. Kami langsung masuk ke ruangan IGD. Dan menceritakan pada dokter jaga malam mengenai apa yang terjadi pada anakku. Lalu dokter melakukan anamnesa (tanya jawab) dan pemeriksaan ke kepalanya. 

"Siapa yang sakit Bu?" tanya seorang lelaki tanpa ku ketahui wajahnya karena memakai gaun scrub dan masker.

"Anak saya , dok..."

"Kenapa anaknya Bu?"

"Bocor kepalanya, jatuh".

Aku menceritakan kronologis terjadinya,  penyebab dan waktu terjadinya. Alhamdulillah tidak ada muntah, kejang, panas setelah kepalanya terbentur pinggir kasur.

Sesudah ditanya-ditanya, kami disuruh menunggu dulu di salah satu ruang perawatan IGD. Ayahnya mengurus administrasi dulu ke bagian pendaftaran RS. Sedangkan aku memeluk dan mengusap kepala anakku sambil menenangkannya. 

Sekitar 1/2 jam menunggu, Asiyah dipanggil ke ruang tindakan oleh seorang dokter yang berbeda dan asisten perawat lelaki.

Posisi anakku disuruh tengkurap dan kepala di miringkan. Aku di sisinya memeganginya.

Seorang perawat bertanya ,"Ibu kuat ga ngliatnya? Kalo ga kuat nunggu diluar saja ya..."

"Aku mau sama bunda..." pinta anakku.

"Iya, sayang, bunda nemenin Asiyah..."

"Saya disini saja sus, mendampingi anak saya.." kataku pada perawat tadi.

Segera dilakukan tindakan pembersihan ke luka di sisi kiri kepala anakku. Sebelumnya di cukur/digunting dulu bagian rambut yang tumbuh pada luka robek dan sekitarnya untuk memudahkan proses penjahitan. Selanjutnya luka di deep betadine+kassa sterile berkali-kali sampai mengering. Lalu berkali-kali juga di semprot disinfektan / semprotan NaCl. Kemudian di deep betadine lagi dan dokter melakukan anestesi lokal di bagian lateral ke dua sisi kulit kepala dari luka. 

Alhamdulillahnya, Asiyah sangat koperatif dan tidak menangis saat jarum anestesi menembus kulit kepalanya. Setelah baal, dijahit luka sebanyak 4 jaitan. Setelah itu dokter menempelkan antibiotik yang bentuknya seperti plester ke atas luka jaitan lalu mengikatkan benang di kedua ujung masing-masing + memasang perban.


Selanjutnya meresepkan obat antibiotik  Amoxicillin syrup dan obat analgetik Sanmol syrup untuk anakku. Setelah membayar dan menebus obat, kami pun boleh pulang.



Selama seminggu, Asiyah aku keramasi dengan hati2 tanpa menyentuh bagian sisi kiri kepala yang ada bagian luka agar lukanya cepat mengering.

*****
Seminggu kemudian
Kontrol jahitan

Kami menunggu di poli dokter umum RS yang sama. Sebenarnya bisa kontrol dan buka jahitan dimana saja. Tapi aku memilih di RS yang sama agar tidak banyak bercerita berkali-kali, semua sudah ada catatan di medical recordnya.

Tibalah nama anakku dipanggil.

"Bagaimana kondisinya, dok?" tanyaku berharap baik-baik saja.

"Udah kering nih bu, udah boleh saya lepas benangnya ya....", jawab dokter, setelah melepas perban dan memeriksa bekas luka anakku.

"Baik dok..."

"Ada 4 ya bu benang jaitannya..."

"Benar, dok "
"Udah boleh kena air, dok?" tanyaku lagi.

"Boleh bu, udah kering nih.." dokter memperlihatkan padaku. Lalu di oles betadine.



Kembali ke kursi.

"Bekas lukanya bisa hilang , dok?"

"Saya resepin salep ya bu...biar bekasnya memudar. Kasian ya, anak perempuan kalo pitak keliatan bekasnya nanti minder."

"Iya, bener dok..." kataku mengiyakan.

Selesai pemeriksaan, akupun izin permisi.

"Terimakasih ya dok, terimakasih sus, kami pulang dulu"

"Iya bu" , dokter dan asisten menjawab dengan ramah.

Sampe sekarang, salepnya masih aku berikan selepas mandi pagi dan sore. Bekas jaitan lukanya di kulit agak menimbul. Semoga bisa pudar dan kembali sediakala.

Pakai ini sediaan salepnya.
Sanoskin Melladerm.




Ya Rabb...
Lindungilah semua anak-anakku dari segala marabahaya.
Aamiin 🙏🙏🙏




20 April 2020

Tips Hamil Baby Boy

0 komentar

Mungkin ada teman2 yang mendambakan hamil bayi laki2, silakan boleh di coba atau di praktekkan panduan tips dan triknya. Sedangkan kalo mendambakan hamil bayi perempuan, mungkin tipsnya kebalikannya ya, dear...Wallohu a'lam. 

Kembali lagi ke kehendak Allah Yang Maha Pencipta ya, kita sebagai manusia hanya berikhtiar tapi Allah yang lebih Kuasa menentukan 😊.

Alhamdulillah, ke 4 anak saya perempuan. Rekorrrr, anak saya cewek semua, hehe. Masya Allah...Baarokallohu fiihunna. 

Saya bersyukur memiliki banyak anak perempuan. Rasa kasih sayang saya sama besarnya. Apalagi Nabi Muhammad shalallahu alayhi wassalam junjungan kita menjanjikan surga dan tameng dari api neraka bagi orangtua yang memiliki anak2 perempuan dan menjaganya dengan baik.

Memang...
Bagian dari tabiat manusia yang rakus dunia, mereka berharap anaknya bisa membantunya untuk mendapatkan harta dunia sebanyak-banyaknya. Karena itulah, umumnya menusia lebih mengharapkan kehadiran anak laki-laki dari pada anak perempuan. Disamping biaya nafkah lebih murah, anak laki-laki juga bisa membantu sang ayah mengais rizki.

Maka, agama yang mulia ini mengajak manusia menuju kebahagiaan akhirat, memberikan motivasi sebaliknya. Bahwa anak perempuan selayaknya dimuliakan. Sekalipun nampaknya di dunia tidak bisa membuat kaya orang tuanya, pendidikan yang diberikan orang tua kepada anak perempuan akan menjadi tabungan baginya kelak di hari kiamat.

مَنِ ابْتُلِيَ مِنْ هَذِهِ البَنَاتِ بِشَيْءٍ كُنَّ لَهُ سِتْرًا مِنَ النَّارِ

Siapa yang diuji dengan kehadiran anak perempuan, maka anak itu akan menjadi tameng baginya di neraka. (HR. Ahmad 24055, Bukhari 1418, Turmudzi 1915, dan yang lainnya).

مَنْ كَانَتْ لَهُ أُنْثَى فَلَمْ يَئِدْهَا، وَلَمْ يُهِنْهَا، وَلَمْ يُؤْثِرْ وَلَدَهُ عَلَيْهَا، – قَالَ: يَعْنِي الذُّكُورَ – أَدْخَلَهُ اللَّهُ الْجَنَّةَ

Siapa yang memiliki anak perempuan, dia tidak membunuhnya dengan dikubur hidup-hidup, tidak menghinanya, dan tidak lebih mengunggulkan anak laki-laki dari pada anak perempuan, maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga. (HR. Abu Daud 5146, Ahmad 1957 dan didhaifkan Syuaib al-Arnauth).



Memang saya akui, agak terbesit sedikit rasa cemas dan khawatir juga memiliki banyak anak perempuan.

Berbeda dengan anak lelaki, menjaga anak perempuan itu harus lebih ekstra hati2.
Perasaan anak perempuan pun lebih sensitif dan halus ketimbang perasaan anak lelaki. Karakter anak perempuan pun lebih perasa dan mudah menangis.

Ini juga yang sering saya khawatirkan.
- Anak perempuan mempunyai mahkota kehormatan yang harus kita jaga secara ketat pergaulannya....dibanding anak lelaki.
- Anak perempuan juga wajib kita biasakan menutup auratnya (berhijab), tidak demikian dengan anak lelaki.
- Anak perempuan pun kalo bepergian jauh, pulang malam, sebagai orangtua kita akan lebih protektif menjaganya dan menemaninya. Tidak seperti anak lelaki yang lebih bisa kita bebaskan.
- Dan yang sering saya khawatirkan, karena saya juga terlahir sebagai perempuan. Perempuan itu harus STRONG , karena harus melalui rasa sakitnya mengandung dan melahirkan serta lebih dominan membesarkan anak. Semoga Allah selalu melindungi anak2 perempuan saya dan kelak menganugerahkan mereka suami dan mertua yang akhlaknya baik dan sayang pada mereka. Aamiiiiiiin....
Duh...masih pada kicik2 udah mikirin nikah aja 😄😄😄.
Yah gapapa, kata Ayahnya, kebaikan untuk anak harus di doakan dari sekarang 😀.
Semoga Allah menjaga anak2 perempuan saya dan memberkahi mereka dengan banyak kebaikan. 

Kalo ditanya : "Rik, masih penasaran ama baby boy ngga biar keluarga lebih lengkap?".
In sya Allah masih...tapi ngga ngotot.

Karena yang lebih penting anak2 itu tumbuh jadi sosok manusia2 yang baik , baik agamanya, baik akhlaknya dan banyak ilmunya. Bisa sekolah setinggi2nya, tapi tetap membumi dan taat pada Allah dan RasulNya serta menjauhi larangan Allah dan RasulNya.
Bukan hanya kuantitas (menambah anak) tanpa memikirkan pendidikan mereka.

Maka sekarang fokus saya adalah membesarkan dan mendidik secara baik dulu ke 4 anak perempuan saya 😍😍😍.

Dan kalopun setelah beberapa tahun ke depan, saya mungkin masih mau ikhtiar untuk promil lagi. Saya akan berusaha berpesan untuk diri saya sendiri juga kepada teman2 selalu ingat ya teman2 : "Jangan pernah kecewa jika jenis kelamin bayimu tidak sesuai dengan apa yang kalian dambakan.....Karena kekecewaan kalian itu akan sangat berpengaruh pada penerimaan hati kalian pada anak kandung kalian saat dia lahir. Jangan sampai terbersit sedetikpun titik kecewa dan penolakan dalam hatimu. Bisa jadi dia adalah anak yang kelak besarnya akan paling taat dan berbakti padamu."

Maka, kita harus meyakini bahwa jenis kelamin anak kita mutlak haknya Allah yang berhendak. Itu sih keyakinan saya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

 لِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ ۚ يَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ إِنَاثًا وَيَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ الذُّكُورَ ﴿٤٩﴾ أَوْ يُزَوِّجُهُمْ ذُكْرَانًا وَإِنَاثًا ۖ وَيَجْعَلُ مَنْ يَشَاءُ عَقِيمًا ۚ إِنَّهُ عَلِيمٌ قَدِيرٌ 

Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki. Atau Dia menganugrahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa yang dikehendakiNya), dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia dikehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Mahakuasa”
(Asy-Syura/ : 49-50)

Dalam ayat di atas, Allah memaparkan empat golongan manusia ditinjau dari sisi keturunan yang dikaruniakan kepada mereka:
1.Allah mengaruniakan anak perempuan saja. 
2.Allah mengaruniakan anak laki-lakai saja.
3.Allah mengaruniakan anak laki-laki dan perempuan.
4. Allah menjadikan seseorang mandul, tidak beranak. 

Seluruh fenomena ini terjadi berdasarkan ilmu, hikmahNya dan kekuasaanNya. 

Dan saya berpesan kepada para suami dan para mertua khususnya, jangan pula lah menyalahkan istri anda atau menantu perempuan anda, karena tidak melahirkan anak dengan jenis kelamin yang anda inginkan. Bahkan sebagian suami dan mertua ada yang mengancam untuk menceraikan istrinya atau menikah lagi, jika sang istri tidak melahirkan bayi laki2 atau mungkin bayi perempuan yang diinginkan sebagai penerus nasab mereka.

Karena, dari bidang ilmu kesehatan, jenis kelamin bayi pun tentu dengan seizin Allah, ditentukan oleh sel2 sperma dari pihak suami.
Jika yang membuahi sel telur adalah kromosom sperma X, maka yang lahir adalah bayi perempuan.
Namun jika yang membuahi sel telur adalah kromosom sperma Y, maka yang lahir adalah bayi lelaki.

Jadi, (andai anda suka menyalahkan, semoga tidak 😊) bukan pihak istri yang patut disalahkan oleh suami yang menginginkan bayi dengan jenis kelamin tertentu. Tapi dirimu sendiri.

Tetap sayangi istri anda apapun alasannya, istrimu adalah wanita asing yang baru anda kenal tapi rela mengorbankan nyawanya untuk mengandung dan melahirkan garis keturunan anda, darah anda dan pengorbanan itu semua tidak akan bisa anda balas.

Pesan saya : Lihatlah orang2 dibawahmu yang masih belum dikaruniai keturunan, agar hati kita menjadi lebih bersyukur.

Demikian.
Semoga panduan ini bemanfaat dan ikhtiar+doa anda bisa terwujud. Aamiin.
😊

Jangan lupa, yang terpenting doakan anak terlahir sehat dan kondisinya normal, sempurna tanpa cacat.
Perhatikan pula kondisi tubuh dan kesehatan serta asupan nutrisi istri anda.

Sekian opini saya.

12 April 2020

Beli Endomotor idaman ! :)

0 komentar
Sebelum terjadi pandemic dan kegiatan kumpul2 masih belum dilarang, saya sempat mengikuti seminar dan hands on terakhir yang di selenggarakan pihak PDGI di kota saya.

Seminar dan HO itu tak hanya untuk menambah jumlah SKP yang wajib dikumpulkan untuk memperpanjang STR, tapi utamanya juga untuk mengupgrade skill kita dalam praktek kedokteran gigi.


Sungguh beruntung bisa belajar langsung dari master2 Endodonti. Salah satunya belajar dari Drg Rio, SpKG. Beliau ini setahun dibawah saya angkatannya, tapi pengalaman dan jam terbangnya lebih tinggi dari saya. Jago sekali drg yang satu ini. Saya sangat kagum melihat foto2 hasil kerjanya, nyaris sempurna. Namun, walo hebat, tapi beliau tetap humble pada senior2 yang beliau ajari. Dari beliau-lah, saya dan para peserta diajarkan cara membuat artificial wall sebelum menumpat tambalan kelas 2, juga trik membuat palatal wall sebelum merestorasi kelas 4 . Beliau tidak pelit ilmu. Semua tips dan trik diajarkan dan di share semua.

Kebetulan saya juga paling hobby mengerjakan restorasi dan endodonti. The items I must have adalah Endomotor. Ternyata bikin pekerjaan preparasi root canal jadi lebih mudah dan lebih cepat.
Dibanding pake file2 manual seperti ini. Lebih memakan waktu.


Jadi resolusi saya ditahun ini adalah menabung untuk membeli endomotor...😄😄😄.


Suasana hands on Pecaaah !!! 😊😊😊


Seru pembicaranya 💖💖💖

10 April 2020

Manado, The Beautiful City :)

0 komentar
Bagi saya, Manado adalah rumah kedua saya setelah Bekasi. Karena cukup lama saya tinggal menetap disana, beberapa tahun lampau. 

Kota ini sungguh unik. Memiliki banyak pantai, pemandangan lautan, serta kuliner yang enak2. Pusat kota ini berdiri di pantai yang di reklamasi. Tapi, ngga enaknya di sini sering sekali mati lampu. Hehe.
Jalanan di sini banyak yang berkelok2 karena kota ini terdiri dari banyak pegunungan dan perbukitan.

 Disini ada taman laut terindah dan terbesar di dunia, yaitu Taman Laut Bunaken.

 Para wisatawan banyak datang ke sini untuk diving.


Angkutan umum disini unik. Berbeda dengan angkot di Bekasi atau mikrolet di Ibukota. Angkot disini kursinya menghadap ke depan semua dan 1 kursi untuk 1 penumpang. Ngga empet2an. Angkotnya pun enak, kadang ada TV kecil dalam angkot, kalo nyalain musik gede2 supir angkot disini, bahkan ada angkot yang pake CCTV segala, haha 😃. Bener2 angkotnya di dandanin. 

Kalo turun dari angkot atau ojek, di Bekasi biasanya saya bilang : "kiri, bang..". Berbeda dengan disini, "muka, bang..". Pernah saya bilang , "kiri....kiri", abangnya ga ngerti, lanjut aja jalan. Ketahuan ya saya pendatang, hehe.

Orang Manado biasa nyebut muka = depan.

Banyak sekali makanan khas sini yang saya sukai. Tentunya saya hanya mengkonsumsi yang halal, saya tidak memakan daging B2. Apalagi makanan lautnya, anda wajib mencoba, Fresshh dan nikmat 😋


Ini bebek langowan, pedas dan nikmat. Khas bumbu2 masakan Minahasa.

Oiya, uniknya pula kalo manggil orang disini bukan Mas atau Mbak. Tapi cewek atau cowok 😁.

Saya sangat suka melihat orang Manado berbicara bahasa Manado. Bahasanya unik.

See u next time, InsyaAllah kami mau berkunjung kembali kesini...😇😇😇

"TORANG SAMUA BASODARA"

8 April 2020

Cara Menghitung Dosis Parasetamol

0 komentar
Hi Moms :)

Mom yang baru punya bayi atau anak kecil, pasti sehari-hari akan terbiasa berjumpa dengan penyakit langganan pada anak, seperti demam, batuk, pilek, dll.

Dan obat antipiretik lini pertama yang aman untuk bayi dan anak adalah Parasetamol.


Parasetamol ini bisa kita temui dalam obat Sanmol, Tempra, Panadol, dll. Ini obat wajib yang harus tersedia di kotak P3K di rumah kita.

Bagaimana dengan dosisnya?
Paling tepat dan akurat adalah mengacu pada BB atau Berat Badan anak masing2. Sedangkan dalam kemasan, biasanya mengacu pada usia anak.

Berikut saya share cara menghitung dosis PCT (Paracetamol) :

Dosis Parasetamol: 10 - 15 mg/kgBB.

- Drops lebih pekat, makanya dalam jumlah mL yang kecil sudah mengandung mg yang cukup banyak. Hampir semua sediaan parasetamol drops seragam konsentrasinya, yaitu 80 mg/0,8 mL atau mudahnya 100 mg/1 ml.

- Sirup lebih encer, umumnya terdiri dari dua macam konsentrasi, yaitu 120 mg/5 mL dan 160 mg/5 mL, tergantung merek dagangnya.

- Forte lebih pekat dibandingkan sirup, yaitu 250 mg/5 mL. Sebenarnya sediaannya sirup juga, hanya saja untuk anak yang lebih berat badannya.

CONTOH:
Seorang anak berusia 2 tahun dengan BB 12 kg.

Pertama, tentukan dulu berapa dosis yang dibutuhkan anak ini. Yaitu 120 - 180 mg, sesuai rumus yang sudah dituliskan di atas.

Kedua, konversikan ke dalam mL. Nah, ini tergantung dengan sediaan parasetamol yang kita miliki di rumah. 

-Jika menggunakan drops, maka Anda butuh 1,2 mL - 1,8 mL parasetamol.

-Dengan sirup 120 mg/5 mL. maka berikan 5 mL - 7,5 mL parasetamol, dan dengan sirup 160 mg/5 mL, maka 5 mL juga boleh (bukankah 160 mg berada dalam kisaran 120 - 180 mg?).

-Nah, jika yang dimiliki parasetamol forte, boleh digunakan? Silakan saja, 125 mg setara dengan 2,5 mL parasetamol forte kan? Angka ini pun berada dalam kisaran dosis 120 - 180 mg.

Sekian 
Semoga bermanfaat...

Note:
Saya sangat merekomendasikan untuk para Moms mengikuti Milis Sehat dan mengikuti acara2 Pesat yang sering di adakan oleh Milis Sehat jika di selenggarakan di kota2 kalian. Pesat ini di pelopori oleh Yayasan Orangtua Peduli (YOP), sangat bermanfaat untuk menambah wawasan para orangtua...:)

2 April 2020

De Quervain Syndrome yang membuatku sulit menggendong bayi

0 komentar
De Quervain Syndrome, koreksi ya jika saya salah dalam ejaannya. Saya di diagnosa dokter rehab medik mengalami syndrome tersebut.

Awalnya pasca melahirkan, saya hanya mengalami rasa kram/nyeri di area paha kiri dan menjalar ke (maaf) area selangkangan kiri. Sakitnya berasa sekali ketika sedang berdiri apalagi berjalan dan naik motor yang kakinya harus melebar. Saya pikir bakal sembuh sendiri seiring waktu. Saya hanya urut di tukang urut langganan dan melanjutkan mengkonsumsi suplemen kalsium seperti disarankan dokter kandungan, dan multivitamin hamil menyusui lainnya hingga minimal 6 bulan setelah melahirkan.

Sebulan pasca melahirkan, ternyata sakitnya tidak mereda. Kualitas hidup saya mulai terganggu. Bahkan ditambah nyeri di pergelangan tangan kanan yang menjalar ke pangkal ibu jari kanan. Ibu jari tidak bisa ditekuk. Jika saya memaksakannya, akan terasa sakit. Akibat sering menjadikan tangan kanan untuk bantalan kepala saat berbaring miring untuk menyusui bayi. Ya Allah, sakitnyaaa luar biasa. Saya sering meringis sakit walaupun tersentuh pelan aja, mau menangissss 😭.

Alhasil, saya tidak bisa kerja berat dulu selama tangan masih sakit.
Akhirnya , saya memutuskan ke dokter. Nyeri di pergelangan tangan sudah ngga tertahankan. Apalagi saat menggendong bayi, tangan ngga kuat, harus menahan sakit yang luar biasa.

Teman yang seorang dokter umum menyarankan untuk pergi ke dokter rehab medik. Alias dokter spesialis KFR (Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi). Mungkin kalau tidak membaik, saya akan check up ke dokter bedah orthopedi dan traumatologi.

Tiba saatnya pergi ke dokter Sp.KFR. 
Tak perlu antri lama, nama saya ternyata langsung di panggil setelah mendaftar di bagian pendaftaran. Saat dokter melakukan anamnesa, saya pun menyampaikan semua keluhan secara detail.

Lalu beliaupun melakukan pemeriksaan fisik. 
Dokter menyampaikan bahwa untuk nyeri di paha dan (maaf) selangkangan kiri  itu memang kadang terjadi pada ibu yang baru melahirkan. Saat dokter menekan, memang terasa kesakitan. Namanya peregangan atau over strech. Penyebabnya, saat proses mengeluarkan bayi, terlalu ketarik...Sehingga otot2 di sekitar bagian itu mengalami peregangan. Maka muncul lah rasa nyeri.

Setelah itu, dokter juga menekan pergelangan tangan kanan dan titik titik sepanjang pangkal ibu jari. Auww, beliau menekan di titik yang pas memang meradang. Nyeri banget.

Dokter menyatakan diagnosanya dalam bahasa kedokteran adalah "De Quervain Syndrome". Intinya, ada inflamasi (peradangan) di tendonnya (selubung otot). Yah kemungkinan di sebabkan karena tangan sering di jadikan bantal plus sering menggendong bayi dimana posisi kepala bayi di bagian lengan itu.

Singkatnya, saya diberi terapi obat2an penghilang nyeri (obat-obatan anti radang dan gel anti inflamasi) dan fisioterapi sebanyak 6x (1 periode). Selanjutnya, setelah menyelesaikan tahapan fisioterapi, akan di lakukan kontrol kembali untuk evaluasi.

Terapi yang saya lakukan adalah infrared, yaitu penyinaran dengan sinar infrared dan ultrasound therapy.

Untuk obat-obatan yang harus di minum berdasarkan resep dokter : Ostelox 15 mg dan Faldene Gel.



Saat menebus resep, Osteloxnya ternyata lagi kosong. Diganti Movix yang isi kandungan aktifnya sama, Meloxicam 15 mg.

Untuk terapi, saya datang 2x seminggu langsung ke poli rehabilitasi. Yang menangani saya adalah para fisioterapis. Penyinaran 2x (di area organ bawah dan di area pergelangan tangan, tujuannya untuk mengurangi rasa sakit) dan 1x di pijat di area pergelangan tangan. Berikut nama treatment yang saya jalani beserta biayanya.


Saya juga di sarankan memakai alat pelindung pergelangan tangan wrist splint Oppo (hand splint) untuk melindungi agar tangan tidak terasa nyeri saat kena gesekan. Ada plat besinya sebagai pelindung. Dan di rumah, sering2 di lakukan kompres dingin untuk meminimalisir nyeri pembengkakan pada area yang nyeri. Sekarang masih dalam tahap penyembuhan 😊.

Ini wrist splintnya, bukan buat gaya-gayaan lho. Hehehe..:D
Ngga nyaman pake ini juga, biasanya kalo makan sama menulis saya lepas.


Alhamdulillah, walaupun lengan dan pangkal ibu jari saya belum sembuh total, masih memakai wrist splint karena masih nyeri tapi sudah lumayan berkurang nyeri dan bengkaknya. Alhamdulillah saya sudah bisa menggendong bayi lagi. Semoga tidak sampai ke tindakan bedah. Tindakan bedah bisa jadi terapi lanjutan jika nyeri yang saya alami tidak memberikan respon pada tindakan konservatif. Dilakukan tindakan bedah untuk dekompresi pada kompartemen dorsal pertama dari pergelangan tangan.

Saran saya untuk teman2 yang suka online, baik lewat HP atau laptop, istirahatkan sejenak tangan dan mata anda tiap setengah jam, supaya tidak mengalami penyakit-penyakit (syndrome-syndrome) yang tidak di inginkan. Jangan pula meletakkan kepala di atas lengan terlalu lama.

Sekian sharing dari saya.
Semoga bermanfaat :)

Note :

Berikut saya copas penjelasan lengkap tentang De Quervain Syndrome, yang saya kutip dari sumber referensi sebuah web kesehatan:

De Quervain’s tenosynovitis atau de Quervain syndrome adalah rasa sakit disertai pembengkakan di pangkal ibu jari dan pergelangan tangan. Rasa sakit ini disebabkan oleh peradangan pada selubung tendon yang terletak di pangkal ibu jari.

Tendon adalah jaringan ikat yang menghubungkan otot dan tulang untuk membantu pergerakan tulang. Tendon yang meradang akan membengkak dan terasa sakit jika digerakkan.

Bila cepat ditangani, de Quervain’s tenosynovitis dapat disembuhkan dengan obat-obatan dan terapi. Namun pada kasus yang parah, penderita perlu mendapatkan penanganan lebih lanjut untuk mengatasi de Quervain’s tenosynovitis.

Gejala De Quervain's Tenosynovitis

De Quervain’s tenosynovitis ditandai dengan rasa sakit dan pembengkakan di dekat pangkal ibu jari atau jempol, yang bisa muncul bertahap atau mendadak. Rasa sakit ini biasanya makin parah saat menggerakkan jempol atau pergelangan tangan, misalnya ketika mencubit atau menggenggam.

Kondisi ini sebaiknya cepat ditangani. Bila dibiarkan, rasa sakit bisa menjalar sampai ke lengan.

Kapan harus ke dokter

Periksakan diri ke dokter bila jempol dan pergelangan tangan tetap terasa sakit meski tidak sedang digerakkan atau setelah dikompres dingin. Penderita mungkin akan memerlukan pemeriksaan lanjutan jika rasa sakit tidak hilang meski sudah mengonsumsi obat pereda nyeri.

Penyebab De Quervain's Tenosynovitis

Pada beberapa kasus, de Quervain’s tenosynovitis disebabkan oleh cedera pada pergelangan tangan dan penyakit radang sendi.

De Quervain’s tenosynovitis dapat terjadi pada siapa saja, namun lebih berisiko menyerang orang yang memiliki faktor risiko berikut:

Berusia antara 30-50 tahun.Berjenis kelamin perempuan.Mengalami perubahan hormon akibat kehamilan.Memiliki pekerjaan atau hobi yang melibatkan gerakan berulang pada ibu jari dan pergelangan tangan, misalnya bermain tenis atau bermain game di smartphone.

Diagnosis De Quervain’s Tenosynovitis

Untuk menentukan apakah pasien menderita de Quervain’s tenosynovitis, dokter akan menanyakan gejala yang dialami pasien, kemudian melakukan pemeriksaan fisik, termasuk dengan menekan pergelangan tangan yang terasa sakit.

Dokter juga akan melakukan tes Finkelstein. Dalam tes ini, pasien akan diminta untuk mengepalkan tangan dengan menempatkan ibu jarinya di dalam kepalan. Tangan yang terkepal tadi kemudian dibengkokkan ke arah jari kelingking. Jika pangkal ibu jari terasa nyeri, pasien diduga kuat terkena de Quervain’s tenosynovitis.

Pengobatan De Quervain’s Tenosynovitis

Pengobatan de Quervain’s tenosynovitis bertujuan untuk mengurangi nyeri dan peradangan, serta mengembalikan kemampuan gerak ibu jari dan pergelangan tangan. Metode pengobatannya meliputi:

Pemberian obat pereda nyeri, seperti ibuprofen dan naproxen.Pemberian suntikan kortikosteroid di area tendon, untuk meredakan pembengkakan.Pemasangan belat atau bidai, untuk menjaga agar ibu jari dan pergelangan tangan tidak bergerak. Alat ini perlu digunakan selama 4-6 minggu.Operasi pada area yang terasa nyeri, bila penanganan dengan cara lain tidak berhasil mengatasi keluhan.

Untuk mengurangi nyeri, peradangan, dan membantu proses penyembuhan, penderita de Quervain’s tenosynovitis dianjurkan untuk mengompres area yang bengkak dengan kompres dingin, serta tidak melakukan gerakan atau aktivitas yang memicu nyeri untuk sementara waktu.

Pasien juga bisa meminta bantuan terapis untuk mengajarkan teknik menggunakan dan memperkuat otot pergelangan tangan.

Jika diobati lebih awal, de Quervain’s tenosynovitis dapat sembuh dalam 4-6 minggu. Setelah pembengkakan hilang, ibu jari dan pergelangan tangan dapat kembali digunakan secara normal tanpa disertai rasa sakit.

Pencegahan De Quervain’s Tenosynovitis

De Quervain’s tenosynovitis dapat dicegah dengan tidak melakukan gerakan yang berulang pada pergelangan tangan. Namun, jika pekerjaan mengharuskan Anda untuk melakukan gerakan tersebut, istirahatkanlah pergelangan tangan Anda secara berkala di sela-sela kegiatan dan kenakan pelindung atau belat di pergelangan tangan.

(Oleh : dr. Merry Dame Cristy Pane)

1 April 2020

Protokol Tindakan di Poli Gigi dan Mulut terkait Covid19

0 komentar
PROTOKOL TINDAKAN DI POLI GIGI DAN MULUT TERKAIT COVID 19

Tercekat hati saya membaca berita yang beredar di kalangan teman2 PDGI bahwa beberapa dokter gigi telah meninggal dunia menjadi korban Covid 19. 

Innalillahi wa inna ilaihi roojiuun 😢

Bahkan beberapa dokter gigi ada yang sudah positif terkena covid 19 karena kontak dengan pasien yang tidak bergejala.

Kadangkala, profesi ini memang sering di pandang sebelah mata dan masih di "anaktirikan" di beberapa tempat yankes. Namun, bagaimanapun tetap dibutuhkan masyarakat. Bagaimana tidak dibutuhkan sedangkan mulut adalah "pintu gerbangnya" tubuh kita. Infeksi pada gigi berlubang saja bisa menyebar ke organ dalam lainnya tubuh kita, kuman bisa menjalar ke jantung, ke ginjal bahkan ke janin jika seseorang sedang hamil. Dan berakibat fatal.

Dan dalam kasus pandemi sekarang ini, profesi dokter gigi termasuk kelompok high risk alias paling rentan terpapar. Virus ini bisa menyebar lewat droplet (cairan dalam tubuh, katakanlah saliva dalam mulut). Maka itu pemerintah menganjurkan social/physical distancing (menjaga jarak), sedangkan tugas kita sebagai operator malah buka2 mulut orang....Kan rentan.

Pakailah Alat Pelindung Diri yang memadai, saat bekerja. Sedih melihat sebagian teman2 harus memakai jas hujan plastik saat bekerja. Memang APD, masker, hand gloves, face cover atau kacamata google sekarang harganya mahal. Naiknya berkali2 lipat. Jahatnya mereka yang tega menimbun masker. Stock yang saya miliki aja stock lama. Jika tidak ada APD, tidak usah praktek dulu. Utamakan keselamatan nyawa kita, teman2. Kecuali yang memang praktek di Puskesmas atau RS. Memang tidak libur. Usahakan meminimalisir tindakan yang menimbulkan aerosol. Kasih premed aja dulu...Kecuali kasus2 dental emergency.

Saya sendiri lebih memilih memperpanjang cuti melahirkan saya sampe pandemi ini berakhir. Saya sangat khawatir dengan keluarga saya. Terutama orangtua saya yang sudah berumur dan memiliki penyakit penyerta dan anak2 saya. 

Oiya....Berikut PB PDGI telah menyampaikan Protap Tindakan di Poli Gigi dan Mulut. Silahkan diterapkan di tempat kita masing2.

Bismillah ...





TAHAP I 
Pasien : 
1. Setiap pasien masuk diperiksa suhu tubuh.
Tunda perawatan bila suhu diatas 37.5 atau ada gejala flu atau vital sign tidak normal.
2. Pasien mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
3. Pasien duduk didental unit dan berkumur povidone iodine.
4. Pasien memakai slaber sekali pakai tanpa penjepit.
5. Selesai perawatan,  pasien menunggu resep diluar ruangan.
6. Penunggu pasien tidak boleh masuk ke ruangan.

Ruangan :
1. Meja dental unit bersih dari semua alat dan bahan.
2. Handle lampu, meja dan pegangan tangan dibersihkan dengan tisu desinfektan setiap selesai pasien. (Tisu disinfektan , misalnya cavicide, caviwipes).
3. Hindari makan dan minum di ruangan terutama ketika ada pasien.
4. Ruangan di desinfeksi setiap hari, setelah pasien selesai.

Sterilisasi :
1. Pencucian alat menggunakan urutan : cuci dengan air sabun, enzyme, air bersih, natrium hipoklorit, air bersih, keringkan dan langsung masuk autoclave.
2. Handpiece, jarum endo hanya dipakai untuk 1 pasien, setelah itu langsung disteril.
3. Scaller, three way syringe dan alat lain yang menimbulkan aerosol dan  tidak bisa disterilkan autoclave, diminimalkan/ tidak dipakai selama wabah covid 19 berlangsung.
4. Keyboard computer dibersihkan dengan desinfektan sebelum dan sesudah bekerja.
5. Semua alat termasuk sendok cetak dibawa ke cssd setelah poli tutup.
6. Semua komposit, botol eugenol, botol tumpatan sementara dibersihan dengan desifektan.
7. Hand piece, mata bur, jarum endo dapat digunakan kembali setelah  disteril autoclave.

Dokter gigi :
1. Tidak bersalaman atau kontak fisik dengan siapapun.
2. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum dan sesudah melayani pasien.
3. Memakai masker ketika berkonsultasi dengan pasien.
4. Memakai handschoen non steril ketika melakukan pemeriksaa.
a. Tindakan2 yang berisiko menghasilkan aerosol (seperti scalling, three way syringe, drill  dan tindakan lain yang mebuat airflow) yang sifatnya tidak mendesak, mohon untuk sementara diminimalkan. 

APD :
1. Konsultasi gunakan masker.
2. Tindakan  : gunakan gown steril,nurse cap, handschoen steril atau double handschoen , google / face mask dan masker.
3. Buang handschoen dan masker setelah selesai tindakan.
4. Cuci google /face mask dengan sabun dan air mengalir setiap selesai tindakan.
Perawat :
1. Perawat membersihkan dental unit, pegangan lampu, kursi dan pegangan tangan dengan tissue desinfektan.
2. Membersihkan cuspidor dengan menyikat menggunakan air sabun dan sodium hipoklorit.
3. Menggunakan suction high power saat tindakan.
4. Perawat sirkular memberikan kassa, kapas, tumpatan sementara , anestetikum, cotton pellet dll bila diminta.
5. Perawat asisten menerima tumpatan sementara, anestetikum,spuit dll dari perawat sirkular.

Tindakan :
1. Minimalkan ronsen intra oral karena akan merangsang sekresi saliva dan  batuk serta berisiko bagi petugas radiologi.
2. Ronsen ektra oral lebih disarankan.

3. Tindakan  exo : 
a. Kumur pasien dicampur dengan povidone iodine.
b. Air kumur hanya dari dental unit.
c. Kuret socket pasca exo dan spuling dengan povidone iodine.
d. Setelah pasien menggigit tampon, pasien diusahakan tidak berbicara agar menghindari droplet.

4. Tindakan konservasi
a. Komposit, tumpatan sementara tidak berada di dental unit dan hanya diberikan oleh perawat sirkular.
b. Light cure probe dicuci dan disterilkan setelah selesai tindakan.

TAHAP II 
Tidak melakukan tindakan kecuali dental  emergensi  (bila dinyatakan lockdown)!

NOTE: 
Mohon kepatuhan dari seluruh Dokter Gigi dan Perawat Gigi dalam menggunakan Alat Pelindung Diri dan melakukan Kebersihan Tangan dalam setiap melakukan tindakan kepada Pasien. Petunjuk lebih lanjut akan kami informasikan segera

Sumber : 
1. Guidelines for the Diagnosis and Treatment of Novel Coronavirus Pneumonia 5th edition , National Health Commission of the People’s Republic of China
2. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19): Emerging and Future Challenges  for Dental and Oral Medicine, 2020
3. Covid 19, infection controls in dental practice, 2020

31 Maret 2020

Akhirnya....Pasang IUD ! (Pengalaman Pertama)

0 komentar
Saya mengalami "kebobolan" pas hamil anak ke-4. Saya mengetahui kehamilan ke-4 di usia kandungan 6 minggu, saat Libur Lebaran tahun 2019 lalu.

Awalnya, feeling saya memang mencurigai diri saya tengah berbadan dua, karena saya merasa perubahan di perut saya ada rasa agak menebal. Saya pun ingat di bulan Ramadhan tahun 2019 lalu, puasa saya full. Saya tidak kedatangan tamu bulanan seperti biasanya. Yah senang sih tidak ada hutang puasa, hehe tapi juga muncul rasa cemas jangan2 saya hamil. Tapi saya masih menunggu telat seminggu lagi. Karena siklus haid saya, memang 35-45 hari. Bukan normal 28 hari. Maka itu, puncak masa subur saya sulit di prediksi secara akurat, walo saya sudah memakai alat ovutest untuk memprediksi masa ovulasi. Dan saya ingat2 hubungan sebulan terakhir memang tidak memakai alat pengaman. Yah, si Ayah sok tau gitu katanya ngga apa2 lagi ngga pas masa subur...😣

1-2 minggu telat haid, saya pun baru memutuskan membeli test pack. Ternyata benar feeling saya, muncul 2 garis merah! 

Positif...

Antara senang tapi juga shock dan cemas. Karena ke-3 anak-anak saya masih terlampau kecil2. Saya membayangkan betapa rempongnya mengurus 4 anak yang masih kecil2.
Tapi saya berusaha jalani saja dulu. Berdoa agar banyak kemudahan dari Allah.

Sebulan pasca melahirkan, saya baru kembali ke RS untuk kontrol lahiran ke Dr Yuditiya, beliau dokter kandungan yang menolong saya melahirkan. Orang2 mah kontrolnya seminggu pasca melahirkan, saya kontrol sebulan kemudian karena Alhamdulillah ngga ada keluhan dan memang saya repot sekali mengurus bayi dan ke 3 kakaknya tidak sempat kemana2.

Dari hasil USG, rahim saya sudah dinyatakan bersih. Ukuran rahim saya sudah kembali seperti semula, seperti ukuran telur, kata dokter.

Saya konsul tentang masalah KB.
Karena saya takut kebobolan lagi seperti sebelumnya.
Saya ingin fokus dulu merawat ke 4 anak saya.
Dokter menyarankan saya mengambil KB Spiral / IUD. Tidak ada efek samping dan tidak berpengaruh pada hormon menyusui (non hormonal), tidak  mempengarui siklus menstruasi dan tidak membuat gemuk.
Hati2 memakai KB hormonal dalam jangka waktu lama. 
KB impant juga menurut dokter kandungan saya sudah tidak di rekomendasikan lagi, karena bisa menyebabkan keropos tulang.
Serem banget ya dengernya.

Di rumah, saya juga konsultasi by WA ke teman sekolah saya yang seorang dokter umum. Saya menanyakan kapan waktu yang tepat memasang KB IUD ini. Teman saya menyarankan saat haid aja atau segera setelah nifas, agar mulut rahimnya masih lunak dan terbuka sehingga lebih mudah dipasang dan tidak terlalu nyeri saat mulut rahim dibuka dan IUDnya dipasang.

Akhirnya saya diskusi dengan si Ayah dan kami memutuskan menggunakan KB spiral setelah 40 hari pasca partus. 

Hari Sabtu, tanggal 14 Maret 2020, saya kembali ke RS untuk pasang KB. Sebelumnya saya sudah mencari jadwal praktek dokter yang tidak terlalu ramai dan memutuskan pergi ke Dr Ni Made Desy Suratih , SpOG (K). Teman saya ada yang promil dengan beliau, katanya beliau orangnya enak dan asik di ajak diskusi.

Kesan pertama berjumpa beliau.
Cantik dan Ramah 😃. 
Sepatu bootsnya keren banget 😍.

Setelah mengutarakan maksud kedatangan, saya disuruh segera tiduran, di lakukan USG perut untuk melihat kondisi rahim dan memastikan saya tidak sedang hamil. Setelah semua oke, saya pun di instruksikan naik ke kursi buat pasang IUD, sesudah melepas celana.
Posisi seperti orang mau melahirkan.
Oiya , anak2 ngga boleh lihat ya.
Takut trauma.
Kebetulan saya ajak anak ke 2 saya, dia maunya ngikutin saya terus kan.
Saya kasih HP aja dulu sebentar biar anteng. Saya bilang : "Kak, suaranya dikecilin ya..."
Tapi Dr Nimades bilang , "ngga apa2 bu, yang penting anaknya anteng dulu".
Wkwkwk...:D

Sakit ngga pasang KB IUD?
Bentuknya kecil, dipasangnya sih ngga sakit cuma ngilu sedikit. Tapi di buka mulut rahim ama alat cocor bebeknya itu yang menurut saya sakit. Sehingga bikin otot2 sekitar b*k*ng jadi kaku dan tegang, alatnya jadi keluar2 mulu deh.
Padahal saya udah berusaha santai dan rileks lho. Udah atur nafas, tarik nafas, buang nafas dll, tapi emang kerasa ngga nyaman banget dimasukkin benda asing.

Prosesnya sekitar 15 menit. 
Kata dokter, itu karena alat cocor bebeknya keluar2 mulu. Karena posisi saya kaku. Hehehe... Bisa lebih cepat prosesnya sebenarnya kalo alatnya ngga keluar mulu.

Setelah itu di USG kembali untuk memastikan posisinya benar.
Selesai.

Saya pake IUD merk Nova T.
Efektif untuk penggunaan 5 tahun.
Jika sebelum 5 tahun, mau promil lagi boleh dilepas kapanpun.
Setelah 5 tahun, di ganti baru.

Kontrol KB IUD
Dr Nimades menyuruh saya kontrol 1 bulan lagi setelah pemasangan. Lanjut kontrol 3 bulan lagi. Lalu 6 bulan lagi. Selanjutnya 1 tahun 1x.
Tujuannya untuk melihat posisi IUD masih pas atau geser.
Kalo geser, yah bisa kebobolan lagi 😅.

Efek samping setelah dipasang
Alhamdulillah ngga ada keluhan sejauh ini. Jalan kayak biasa, duduk kayak biasa, masih bisa gendong bayi juga ngga berasa apa2.

Hanya setelah dipasang, saya mengalami menstruasi lama sekitar 14 hari/2 minggu. Selanjutnya berkurang dan berhenti sendiri.

Semoga dengan ikhtiar ini,tidak perlu merasa was-was hamil lagi seperti dulu dan kalo ingin hamil lagi, bisa lebih siap dan terencana 😊.
 

Blognya Rika Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template