PROTOKOL TINDAKAN DI POLI GIGI DAN MULUT TERKAIT COVID 19
Tercekat hati saya membaca berita yang beredar di kalangan teman2 PDGI bahwa beberapa dokter gigi telah meninggal dunia menjadi korban Covid 19.
Innalillahi wa inna ilaihi roojiuun 😢
Bahkan beberapa dokter gigi ada yang sudah positif terkena covid 19 karena kontak dengan pasien yang tidak bergejala.
Bahkan beberapa dokter gigi ada yang sudah positif terkena covid 19 karena kontak dengan pasien yang tidak bergejala.
Kadangkala, profesi ini memang sering di pandang sebelah mata dan masih di "anaktirikan" di beberapa tempat yankes. Namun, bagaimanapun tetap dibutuhkan masyarakat. Bagaimana tidak dibutuhkan sedangkan mulut adalah "pintu gerbangnya" tubuh kita. Infeksi pada gigi berlubang saja bisa menyebar ke organ dalam lainnya tubuh kita, kuman bisa menjalar ke jantung, ke ginjal bahkan ke janin jika seseorang sedang hamil. Dan berakibat fatal.
Dan dalam kasus pandemi sekarang ini, profesi dokter gigi termasuk kelompok high risk alias paling rentan terpapar. Virus ini bisa menyebar lewat droplet (cairan dalam tubuh, katakanlah saliva dalam mulut). Maka itu pemerintah menganjurkan social/physical distancing (menjaga jarak), sedangkan tugas kita sebagai operator malah buka2 mulut orang....Kan rentan.
Pakailah Alat Pelindung Diri yang memadai, saat bekerja. Sedih melihat sebagian teman2 harus memakai jas hujan plastik saat bekerja. Memang APD, masker, hand gloves, face cover atau kacamata google sekarang harganya mahal. Naiknya berkali2 lipat. Jahatnya mereka yang tega menimbun masker. Stock yang saya miliki aja stock lama. Jika tidak ada APD, tidak usah praktek dulu. Utamakan keselamatan nyawa kita, teman2. Kecuali yang memang praktek di Puskesmas atau RS. Memang tidak libur. Usahakan meminimalisir tindakan yang menimbulkan aerosol. Kasih premed aja dulu...Kecuali kasus2 dental emergency.
Saya sendiri lebih memilih memperpanjang cuti melahirkan saya sampe pandemi ini berakhir. Saya sangat khawatir dengan keluarga saya. Terutama orangtua saya yang sudah berumur dan memiliki penyakit penyerta dan anak2 saya.
Oiya....Berikut PB PDGI telah menyampaikan Protap Tindakan di Poli Gigi dan Mulut. Silahkan diterapkan di tempat kita masing2.
Bismillah ...
TAHAP I
Pasien :
1. Setiap pasien masuk diperiksa suhu tubuh.
Tunda perawatan bila suhu diatas 37.5 atau ada gejala flu atau vital sign tidak normal.
2. Pasien mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
3. Pasien duduk didental unit dan berkumur povidone iodine.
4. Pasien memakai slaber sekali pakai tanpa penjepit.
5. Selesai perawatan, pasien menunggu resep diluar ruangan.
6. Penunggu pasien tidak boleh masuk ke ruangan.
Ruangan :
1. Meja dental unit bersih dari semua alat dan bahan.
2. Handle lampu, meja dan pegangan tangan dibersihkan dengan tisu desinfektan setiap selesai pasien. (Tisu disinfektan , misalnya cavicide, caviwipes).
3. Hindari makan dan minum di ruangan terutama ketika ada pasien.
4. Ruangan di desinfeksi setiap hari, setelah pasien selesai.
Sterilisasi :
1. Pencucian alat menggunakan urutan : cuci dengan air sabun, enzyme, air bersih, natrium hipoklorit, air bersih, keringkan dan langsung masuk autoclave.
2. Handpiece, jarum endo hanya dipakai untuk 1 pasien, setelah itu langsung disteril.
3. Scaller, three way syringe dan alat lain yang menimbulkan aerosol dan tidak bisa disterilkan autoclave, diminimalkan/ tidak dipakai selama wabah covid 19 berlangsung.
4. Keyboard computer dibersihkan dengan desinfektan sebelum dan sesudah bekerja.
5. Semua alat termasuk sendok cetak dibawa ke cssd setelah poli tutup.
6. Semua komposit, botol eugenol, botol tumpatan sementara dibersihan dengan desifektan.
7. Hand piece, mata bur, jarum endo dapat digunakan kembali setelah disteril autoclave.
Dokter gigi :
1. Tidak bersalaman atau kontak fisik dengan siapapun.
2. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum dan sesudah melayani pasien.
3. Memakai masker ketika berkonsultasi dengan pasien.
4. Memakai handschoen non steril ketika melakukan pemeriksaa.
a. Tindakan2 yang berisiko menghasilkan aerosol (seperti scalling, three way syringe, drill dan tindakan lain yang mebuat airflow) yang sifatnya tidak mendesak, mohon untuk sementara diminimalkan.
APD :
1. Konsultasi gunakan masker.
2. Tindakan : gunakan gown steril,nurse cap, handschoen steril atau double handschoen , google / face mask dan masker.
3. Buang handschoen dan masker setelah selesai tindakan.
4. Cuci google /face mask dengan sabun dan air mengalir setiap selesai tindakan.
Perawat :
1. Perawat membersihkan dental unit, pegangan lampu, kursi dan pegangan tangan dengan tissue desinfektan.
2. Membersihkan cuspidor dengan menyikat menggunakan air sabun dan sodium hipoklorit.
3. Menggunakan suction high power saat tindakan.
4. Perawat sirkular memberikan kassa, kapas, tumpatan sementara , anestetikum, cotton pellet dll bila diminta.
5. Perawat asisten menerima tumpatan sementara, anestetikum,spuit dll dari perawat sirkular.
Tindakan :
1. Minimalkan ronsen intra oral karena akan merangsang sekresi saliva dan batuk serta berisiko bagi petugas radiologi.
2. Ronsen ektra oral lebih disarankan.
3. Tindakan exo :
a. Kumur pasien dicampur dengan povidone iodine.
b. Air kumur hanya dari dental unit.
c. Kuret socket pasca exo dan spuling dengan povidone iodine.
d. Setelah pasien menggigit tampon, pasien diusahakan tidak berbicara agar menghindari droplet.
4. Tindakan konservasi
a. Komposit, tumpatan sementara tidak berada di dental unit dan hanya diberikan oleh perawat sirkular.
b. Light cure probe dicuci dan disterilkan setelah selesai tindakan.
TAHAP II
Tidak melakukan tindakan kecuali dental emergensi (bila dinyatakan lockdown)!
NOTE:
Mohon kepatuhan dari seluruh Dokter Gigi dan Perawat Gigi dalam menggunakan Alat Pelindung Diri dan melakukan Kebersihan Tangan dalam setiap melakukan tindakan kepada Pasien. Petunjuk lebih lanjut akan kami informasikan segera
Sumber :
1. Guidelines for the Diagnosis and Treatment of Novel Coronavirus Pneumonia 5th edition , National Health Commission of the People’s Republic of China
2. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19): Emerging and Future Challenges for Dental and Oral Medicine, 2020
3. Covid 19, infection controls in dental practice, 2020



0 komentar:
Posting Komentar
Thanks for comment ^_^