7 Desember 2015

Long Distance Married ☺

2 komentar


Lama sekali ngga menulis blog, mungkin karena udah zamannya social media ya jadi enakan ngetik status di FB, Path, Instagram.  Lebih rame, yang komen lebih banyak daripada ngblog. Hihihi... 
Tapi, tetap Blog punya tempat istimewa di hati #cie, karena disini bisa mencurahkan isi hati tanpa dihakimi #ehm
InsyaAllah diusahain tetap nulis, minimal setahun sekali lah... Hahaha
Sejak Maret 2015 lalu, saya dan anak2 sudah kembali ke Bekasi setelah 1,5 tahun merantau ke Sulawesi Utara diantar suami. Dan sejak itu pula,  dimulailah hubungan jarak jauh kami atau saya sebut 'Long Distance Married'  (LDM).
Yang menjalani LDM ini banyak, bukan saya aja, jadi faham lah rasanya kalo ditanya bagaimana perasaannya. Nano nano, manis asam asin rame rasanya ..Yah sedih, kangen, rindu semua campur jadi satu. Hehe. Tapi harus sabar menjalaninya. LDM ini takdir .
Ayahnya anak anak masih bekerja di pulau Sulawesi, beliau pulang sebulan sekali. Jadi 4 minggu kerja,  2 minggu pulang ke Bekasi. Syukur LDM nya masih di Indonesia, beda waktu hanya 1 jam, kita masih memiliki 2 musim yang sama, memandangi purnama yang sama *sok Rangga dan Cinta gini .
Yang terpenting dari hubungan pernikahan apapun bentuknya, adalah komunikasi dan saling percaya. Alhamdulillah komunikasi intens setiap hari insyaAllah saling memberi kabar dan posisi masing-masing, terutama laporan perkembangan dan pertumbuhan kedua anak kami.
Saling percaya dan saling menjaga kepercayaan. Saling mendoakan kondisi masing-masing semoga sehat selalu dimanapun. Berserah diri pada Allah semoga Allah menjaga hatiku dan hatinya dimanapun .
Ujian terberat dari LDM adalah ujian kemandirian. Kemana2 sendiri, mau ngapain aja sendiri, urus anak-anak sendiri. Alhamdulillah saya dibantu kedua orangtua saya buat mengasuh anak-anak. Bersyukur rumah saya ngga jauh dari rumah orangtua. Sangat bersyukur, tanpa mereka, saya akan kerepotan sekali.  Jasa mereka besar sekali pada saya dan anak2. Semoga Allah selalu menjaga mereka. Aamiin .
Yang berat, kalo kedua anak sakit bersamaan atau gantian ketika ayahnya sedang jadwal bertugas. Butuh mental dan fisik yang kuat merawat anak2 sakit sendirian, sedih melihat anak-anak jatuh sakit bersamaan beberapa kali, mental saya drop saking sedihnya melihat kedua buah hati yang biasanya sangat energik dan ceria harus terbaring lemas. Tapi lambat laun,  hal sulit berlalu juga. Alhamdulillah.. Dinikmati aja pada akhirnya .
At least, saya masih bisa bertemu suami sebulan sekali.  Ini sangat saya syukuri. Karena banyak rekan LDM mungkin baru bisa bertemu suaminya beberapa bulan sekali, bahkan jika suaminya di luar negeri bisa setahun sekali.
Untuk teman2 yang tidak menjalani LDM dan bisa selalu bersama suami, semoga bisa lebih empati terhadap temannya yang menjalani LDM dan tidak memberikan komentar yang kurang mengenakkan.
Semua istri sebenarnya pasti ingin selalu bersama suaminya, menemani suaminya kemanapun serta menunaikan tugas dan bakti kepada suaminya , tapi ada alasan-alasan yang tidak wajib juga diceritakan yang mengharuskan suami dan istrinya LDM dan suami istri ridho akan hal tsb. Pasti ada alasannya, dan mungkin tidak perlu di beritahu. Cukup doakan kebaikan semoga mereka semua bisa segera berkumpul lagi. Itu lebih baik kan 

7 Mei 2015

Drama Menyusui (bagian 2-selesai)

6 komentar

Maasyaa Allah...saya lupa punya janji menuliskan kelanjutan kisah menyusui pasca frenotomy anak kedua kami. Hehe...Dan sekarang Adek Asiyah (nama anak kedua kami) tepat berusia10 bulan, artinya 9 bulan kelupaannya. Maaf lama banget yaa ^^

Ok...saya inget inget dulu, mendadak ngblank nih..heuheu 😂😂😂.

Malam hari setelah di insisi, Asiyah masih rewel bobonya, sepertinya masih sakit pasca di insisi, karena proses frenotomy pada bayi tidak di anestesi jadi ya berdarah2 mulutnya. Pakai betadine saja dan proses penyembuhannya dengan ASI/ menyusui....Di rumah kurang lebih 5x sehari secara rutin, bibir lidah dan mukosa pipi di usap2 pelan (senam) agar tidak melekat kembali tali lidah yang sudah di potong. Selama seminggu saya terapi seperti itu. Pelan2 sudah tidak rewel lagi

Seminggu kemudian, saya kembali kontrol ke dokter konselor laktasi. Dan Alhamdulillah BB adek naik hampir 500 gr dalam waktu seminggu menjadi 4,100 gram dari sebelumnya 3,600 gram. Ternyata memang benar, proses menyusui adek kemarin terhambat karena taki lidah pendek (tongue tie). Saya pun membantu dengan mengkonsumsi suplemen pelancar ASI.

Sebulan kemudian kembali observasi ke DSA sekalian adek imunisasi BCG. Dan BB adek naik 900 gram, dari bulan lalu. Alhamdulillah sudah mengikuti garis kurva Growth Chart WHO. Dan lama menyusui sudah tidak berjam-jam lamanya lagi seperti awal-awal.

Semoga Kakak Qonitah dan Adek Asiyah sehat, pintar dan shalih selalu ...aamiin 😇

Asiyah sudah Sarjana ASI S1...Semoga 2 bulan lagi bisa menuju S2....Yeah, bisa....pasti bisa...optimis bisa...Ya ya ya!! ^_^

 

Blognya Rika Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template