3 Februari 2014

Ketika anak kami diare :(

0 komentar
Sudah tentu, bagi semua orangtua terutama seorang ibu, masa-masa anak sakit adalah masa penuh kecemasan dan kepanikan, sekalipun sudah berbekal 'sedikit' ilmu tentang penyakit anak dan terapinya. Alhamdulillah 'ala kulli haal, inilah ujian kesabaran, terus banyak berdoa dan mendekatkan diri pada Allah Ta'ala.
Termasuk saya, ketika anak pertama kami, kakak Qonitah (2 thn) mengalami mencret2, pupnya lebih dari 5 x frekuensinya dalam sehari, konsistensi cair hampir tak ada ampas, disertai demam tinggi. Ini kali kedua, kakak mengalami diare yang cukup mengkhawatirkan kami sampai demam tinggi dan badan terlihat kuyu..sungguh kasian melihatnya sakit, ingin menangis melihatnya, kakak terus memegangi perutnya yang sakit dan kembung jika di palpitasi. Biasanya, kakak mengalami BAB lembek dan agak mencret hanya sehari dan tidak sampai demam (diare ringan), namun 2x sampai mengalami diare disertai demam tinggi saat usia dibawah 1 tahun dan baru saja beberapa hari lalu.
Kakak demam sejak hari Jumat siang, badannya panas tinggi, demam yang saya pelajari memang bukan penyakit tapi merupakan gejala dari adanya suatu penyakit atau infeksi di dalam tubuh baik infeksi virus, bakteri, parasit, dll. Selain demam, BABnya lebih dari 3x hari itu dengan konsistensi cair. Kakak terserang diare. Pada anak, sebagian besar diare disebabkan virus, sehingga tidak membutuhkan pengobatan dengan antibiotik.
Bismillah...meski tidak bisa menyembunyikan rasa cemas, saya terus memohon kesembuhan pada Allah dan mulai melakukan penanganan pertama yang saya lakukan di rumah, sambil kami mengobservasi suhu dan perilaku si kakak dan mengenali tanda2 kegawatan yang mengharuskan segera dibawa ke dokter /RS, di antaranya:
1. Cegah dehidrasi dengan asupan cairan.
Pada kasus demam dan diare atau muntah, banyak asupan cairan itu paling utama dan penting untuk mencegah dehidrasi untuk mengganti keluarnya cairan lewat mencret itu.
Kakak, syukur Alhamdulillah, masih nafsu minum meski makannya tidak begitu lahap. Jadi saya cekokin dengan banyak air putih, air teh, sayur meski masuk sedikit2. Kakak sudah disapih sehingga tidak di beri ASI.
Sebenarnya cairan yang bagus saat diare itu pemberian ORS atau oralit baik pedialyte (oralit cair khusus anak) maupun oralit sachet, tapiii kakak susah sekali minum oralit, meski yg rasa jeruk, memang bagi anak pasti rasanya tidak enak, tp mau bagaimana lagi :(, setidaknya dia masih mau minum air putih Alhamdulillah sehingga terhindar dari dehidrasi berat yang merupakan penyebab kematian akibat diare pada balita.
Jika anak diare mengalami dehidrasi, susah menyusui atau minum, apalagi sampai nangis tidak keluar air mata, lidah kering, dahi cekung,jangan tunda untuk segera ditangani petugas kesehatan!
2. Kompres air hangat untuk menurunkan demam kakak, sambil saya balur minyak kayu putih di perut dan punggungnya untuk menyamankan kakak. Pake baju tipis dan saya tidak menyalakan AC. Skin to skin, saya peluk. Jika rewel, saya biasa kasih antipiretik parasetamol untuk menyamankan tubuhnya tapi karena kakak Alhamdulillah ngga rewel jadi saya ga kasih obat.
Alhamdulillah hari Sabtu pagi (hari kedua), demam kakak turun. Namun, diare masih berlanjut hingga hari Ahad.
3. Lacto B dan zinc syrup
Di hari ketiga, hari Ahad, kakak masih 6x BAB cair, masih bertahan dengan asupan cairan. Tidak saya kasih obat diare untuk memampetkan diare karena pada dasarnya diare itu mekanisme tubuh untung membuang segala racun dan mikroorganisme berbahaya di saluran cernanya dan berhenti sendiri jika saluran cerna sudah membaik, jadi jika dimampetkan malah membuat racun itu masih berada didalam tubuh.
Hari ke 4, Senin Alhamdulillah berangsur2 membaik, intensitas BAB berkurang menjadi 3x sehari meski bentuknya belum padat banget, masih ada airnya tapi mulai ada ampas.
Senin malam saya ke dokter untuk konsul kesehatan anak saya, meski sudah mulai membaik. Dokter meresepkan Lacto B dan Zinc.
Bukan obat, Lacto B itu sejenis probiotik, isinya bakteri baik untuk membunuh mikroorganisme jahat. Optional aja, saya cuma kasih 3x. Mirip yakult, vitacharm. Untuk mineral zinc, saya tetap kasih untuk 10 hari meski diare sudah berhenti. Rekomendasi WHO, karena selama diare, dinding epitel usus perlu di recovery untuk proses re epitelisasi sel usus.
Syafakillah kakak...Laa ba'sa thohurun insyaAllah...smoga Alloh slalu memberi kesehatan pada kita, orangtua kita, suami dan anak2 kita...Aamiin
 

Blognya Rika Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template