31 Maret 2020

Akhirnya....Pasang IUD ! (Pengalaman Pertama)

0 komentar
Saya mengalami "kebobolan" pas hamil anak ke-4. Saya mengetahui kehamilan ke-4 di usia kandungan 6 minggu, saat Libur Lebaran tahun 2019 lalu.

Awalnya, feeling saya memang mencurigai diri saya tengah berbadan dua, karena saya merasa perubahan di perut saya ada rasa agak menebal. Saya pun ingat di bulan Ramadhan tahun 2019 lalu, puasa saya full. Saya tidak kedatangan tamu bulanan seperti biasanya. Yah senang sih tidak ada hutang puasa, hehe tapi juga muncul rasa cemas jangan2 saya hamil. Tapi saya masih menunggu telat seminggu lagi. Karena siklus haid saya, memang 35-45 hari. Bukan normal 28 hari. Maka itu, puncak masa subur saya sulit di prediksi secara akurat, walo saya sudah memakai alat ovutest untuk memprediksi masa ovulasi. Dan saya ingat2 hubungan sebulan terakhir memang tidak memakai alat pengaman. Yah, si Ayah sok tau gitu katanya ngga apa2 lagi ngga pas masa subur...😣

1-2 minggu telat haid, saya pun baru memutuskan membeli test pack. Ternyata benar feeling saya, muncul 2 garis merah! 

Positif...

Antara senang tapi juga shock dan cemas. Karena ke-3 anak-anak saya masih terlampau kecil2. Saya membayangkan betapa rempongnya mengurus 4 anak yang masih kecil2.
Tapi saya berusaha jalani saja dulu. Berdoa agar banyak kemudahan dari Allah.

Sebulan pasca melahirkan, saya baru kembali ke RS untuk kontrol lahiran ke Dr Yuditiya, beliau dokter kandungan yang menolong saya melahirkan. Orang2 mah kontrolnya seminggu pasca melahirkan, saya kontrol sebulan kemudian karena Alhamdulillah ngga ada keluhan dan memang saya repot sekali mengurus bayi dan ke 3 kakaknya tidak sempat kemana2.

Dari hasil USG, rahim saya sudah dinyatakan bersih. Ukuran rahim saya sudah kembali seperti semula, seperti ukuran telur, kata dokter.

Saya konsul tentang masalah KB.
Karena saya takut kebobolan lagi seperti sebelumnya.
Saya ingin fokus dulu merawat ke 4 anak saya.
Dokter menyarankan saya mengambil KB Spiral / IUD. Tidak ada efek samping dan tidak berpengaruh pada hormon menyusui (non hormonal), tidak  mempengarui siklus menstruasi dan tidak membuat gemuk.
Hati2 memakai KB hormonal dalam jangka waktu lama. 
KB impant juga menurut dokter kandungan saya sudah tidak di rekomendasikan lagi, karena bisa menyebabkan keropos tulang.
Serem banget ya dengernya.

Di rumah, saya juga konsultasi by WA ke teman sekolah saya yang seorang dokter umum. Saya menanyakan kapan waktu yang tepat memasang KB IUD ini. Teman saya menyarankan saat haid aja atau segera setelah nifas, agar mulut rahimnya masih lunak dan terbuka sehingga lebih mudah dipasang dan tidak terlalu nyeri saat mulut rahim dibuka dan IUDnya dipasang.

Akhirnya saya diskusi dengan si Ayah dan kami memutuskan menggunakan KB spiral setelah 40 hari pasca partus. 

Hari Sabtu, tanggal 14 Maret 2020, saya kembali ke RS untuk pasang KB. Sebelumnya saya sudah mencari jadwal praktek dokter yang tidak terlalu ramai dan memutuskan pergi ke Dr Ni Made Desy Suratih , SpOG (K). Teman saya ada yang promil dengan beliau, katanya beliau orangnya enak dan asik di ajak diskusi.

Kesan pertama berjumpa beliau.
Cantik dan Ramah πŸ˜ƒ. 
Sepatu bootsnya keren banget 😍.

Setelah mengutarakan maksud kedatangan, saya disuruh segera tiduran, di lakukan USG perut untuk melihat kondisi rahim dan memastikan saya tidak sedang hamil. Setelah semua oke, saya pun di instruksikan naik ke kursi buat pasang IUD, sesudah melepas celana.
Posisi seperti orang mau melahirkan.
Oiya , anak2 ngga boleh lihat ya.
Takut trauma.
Kebetulan saya ajak anak ke 2 saya, dia maunya ngikutin saya terus kan.
Saya kasih HP aja dulu sebentar biar anteng. Saya bilang : "Kak, suaranya dikecilin ya..."
Tapi Dr Nimades bilang , "ngga apa2 bu, yang penting anaknya anteng dulu".
Wkwkwk...:D

Sakit ngga pasang KB IUD?
Bentuknya kecil, dipasangnya sih ngga sakit cuma ngilu sedikit. Tapi di buka mulut rahim ama alat cocor bebeknya itu yang menurut saya sakit. Sehingga bikin otot2 sekitar b*k*ng jadi kaku dan tegang, alatnya jadi keluar2 mulu deh.
Padahal saya udah berusaha santai dan rileks lho. Udah atur nafas, tarik nafas, buang nafas dll, tapi emang kerasa ngga nyaman banget dimasukkin benda asing.

Prosesnya sekitar 15 menit. 
Kata dokter, itu karena alat cocor bebeknya keluar2 mulu. Karena posisi saya kaku. Hehehe... Bisa lebih cepat prosesnya sebenarnya kalo alatnya ngga keluar mulu.

Setelah itu di USG kembali untuk memastikan posisinya benar.
Selesai.

Saya pake IUD merk Nova T.
Efektif untuk penggunaan 5 tahun.
Jika sebelum 5 tahun, mau promil lagi boleh dilepas kapanpun.
Setelah 5 tahun, di ganti baru.

Kontrol KB IUD
Dr Nimades menyuruh saya kontrol 1 bulan lagi setelah pemasangan. Lanjut kontrol 3 bulan lagi. Lalu 6 bulan lagi. Selanjutnya 1 tahun 1x.
Tujuannya untuk melihat posisi IUD masih pas atau geser.
Kalo geser, yah bisa kebobolan lagi πŸ˜….

Efek samping setelah dipasang
Alhamdulillah ngga ada keluhan sejauh ini. Jalan kayak biasa, duduk kayak biasa, masih bisa gendong bayi juga ngga berasa apa2.

Hanya setelah dipasang, saya mengalami menstruasi lama sekitar 14 hari/2 minggu. Selanjutnya berkurang dan berhenti sendiri.

Semoga dengan ikhtiar ini,tidak perlu merasa was-was hamil lagi seperti dulu dan kalo ingin hamil lagi, bisa lebih siap dan terencana πŸ˜Š.

26 Maret 2020

Kisah Mahmud Abbat (Mamah Muda Anak Baru Empat) πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„

0 komentar

Nama panggilanku Rika :)
Silakan panggil nama saja, atau Kak Rika, atau Mama Rika, atau Bunda Rika. Asal jangan panggil Mbak :D
Anakku baru 4.
Aku menikah di usia muda, saat masih kuliah di sebuah universitas swasta di Grogol-Jakarta Barat.
Setelah menikah, aku tidak langsung hamil. Aku kosong 4 tahun. Memang aku belum siap hamil dulu, karena masih fokus menyelesaikan kuliah dan masih ingin bebas bermain bersama teman2ku.

Percayalah...
Dulu aku adalah perempuan yang bebas. Pergi kemana saja secara mandiri.
Bisa seharian loncat dr satu tempat ke tempat lain tanpa capek.
Kumpul sana kumpul sini berhahahihi.

Dan ya...
Semua berubah begitu saja ketika punya anak..
Aku lebih sering di rumah dengan bayi bayi kecil. Bingung, jenuh, capek...
Fiuh...

Itulah fase dimana aku ingin bebas.
Sesekali saja memiliki me time tanpa diganggu urusan rumah dan anak anak.
Aku butuh waras.
Aku butuh piknik, kalo kata orang.
Terpikir jalan jalan, atau belanja...

Ya...
Aku pernah berada di fase itu..

Sampai suatu ketika aku benar benar bisa memiliki 'me-time'ku.. tanpa di buntuti anak2ku...

Aku menyusuri pusat perbelanjaan tanpa mereka..
Melangkah tanpa mereka..
Memegang handphone ku tanpa ada yang merebut..
Duduk dengan tenang di kendaraan tanpa ada yang menginjak pahaku agar ia dapat melihat keluar jendela ...

Tapi, apa yang terjadi...
Aku mencari mereka dalam sepiku..
Aku berharap mendengar suara anak2ku..
Sepanjang hari hanya wajah2 mereka yg terbayang...

Ah...ternyata...
Ternyata kini tanpa mereka aku tidak bahagia...
Aku kira aku akan menikmati kesendirianku...
Atau, kebebasanku...
Tapi aku salah...

Sekarang aku tahu...
Bahwa bahagiaku kini berbeda....
Tak ada yg lebih membahagiakan kecuali berada di tengah2 kalian..
Bagaimanapun keadaanya..
Apapun suka dan duka nya....

Be Happy Mom...
Nikmati peranmu...
Nikmatilah mencintai dan dicintai setulus hati...^^
Apalagi anak perempuan, Mom..
Waktunya dekat orangtua hanya sementara , semoga jodohnya mau tinggal dekat kita.......aamiin aamiin Yaa Robb, kabulkanlah.

Be Happy Mom...:)
Nikmati masa2 indahnya di kuntitin anak2 , karena perlahan tapi pasti mereka akan mandiri dengan sendirinya 😘😘😘.

Kelahiran Anak ke - 4 😘

0 komentar

“Uidzuki bikalimatillahi tammah minkulli syaitonin wahammatin waminkulli ‘ainin lammah …“

“Aku memohonkan perlindungan untukmu dengan Kalimat-kalimat Allah yang Maha Sempurna dari setiap setan, binatang berbisa yang mematikan, dan dari penyakit 'Ain.

Alhamdulillah, anak ke-4 ku sudah lahir akhir bulan Januari lalu. Tepatnya tanggal 29 Januari 2020. Sekarang, berarti usianya jalan 2 bulan. Dia lahir melalui proses normal (per vaginam). Kondisinya baik dan sehat. Aku dan ayahnya memberinya nama : "Bintang".

Aku masih takjub dengan kuasa-Nya, Allah begitu Maha Sempurna menciptakan saluran reproduksi kaum ibu, proses pertemuan sel telur dengan sperma, menjadi embrio (segumpal darah), janin (segumpal daging) lalu ditiupkan roh berkembang menjadi seorang bayi. Di ciptakannya pula "jalan lahir" yang begitu elastis, bisa membuka dan merapat lagi sehingga kepala bayi yang sekeras ini bisa melewatinya. Sungguh Allah Maha Pencipta yang Sempurna.

Jujur, sebenarnya aku pernah mau menyerah waktu mengeluarkan kepala #AdekBintang. Karena tenagaku lagi habis, gegara aku lavaaaarrr dan belum makan...hehehe.
Tapi memang nikmatnya nafsu makan sedang di cabut sama Allah, sampe ice mangonya aja baru diminum setelah lahiran, karena emang ngga nafsu.
Syukurnya aku masih sempat sarapan pagi, waktu gelombang cinta datangnya belum terlalu intens. .
Berkat pertolongan Allah dan aku melihat sekelilingku bahwa aku dikelilingi orang2 baik yang udah siap membantuku melahirkan (ada suamiku, dokter kandunganku dan tim medis), andai terjadi apa2 pun aku udah ada di tempat /provider yang tepat dan ditangan yang tepat yang akan sigap menolong....

Saat dokter bilang : "Yuk, boleh ngejan bu..." Bismillah, perjuangan bunda tinggal sedikit lagi dek, ayo bantu bunda dek, ayo keluar dek....Perlahan aku kumpulkan sisa2 energiku, aku atur dan tarik nafas dalam2, aku tunggu kontraksi tiba lagi dan yes Alhamdulillah kontraksi disertai mules seperti mau BAB datang, segera aku mengejan ....tanpa kuhitung udah berapa kali aku mengejan, dan yah kepalamu yang keras itu pun akhirnya keluar....Fyuuh...Alhamdulillah.

Lega ...
Walo masih nyeri2 sedap dijahit. Yah daging di masukkin jarum gitu πŸ˜„, entah dibius atau ngga, tapi yang kurasakan nyeri. Aku hanya meringis sambil menahan nyeri.

Namun, rasa lelah dan sakit sejak pembukaan berhari-hari itu pun rasanya terbayar melihat bayiku dalam buaian.

Aku selalu mendoakanmu dan kakak2mu menjadi anak yang shalih, baik, berbakti pada orangtua dan bermanfaat bagi sesama makhlukNya. Aamiin.

16 November 2019

29 Weeks ...Kehamilan ke-4 ku πŸ’–

0 komentar

Bismillah...

Akhirnya ketemu juga blog saya yang sudah lama saya abaikan 😁😁😁. Dan selama hiatus dari menulis blog, sebenarnya saya sudah melahirkan anak ke -3. Alhamdulillah, perempuan lagi dan kini anak ke-3 saya sudah berusia 2 tahun. Namanya Fathimah 😘😘😘. 

Saya belum sempat menuliskan kisahnya di blog, karena kerepotan di dunia nyata mengurus anak2 serta pekerjaaan dan ternyata Qodarullah, Allah berikan saya amanah lagi, calon anak ke-4, in syaa Allah.

Walaupun awalnya saya agak shock dan kaget sewaktu melihat hasil testpack garis merah dua, karena belum rencana hamil berdasarkan beberapa pertimbangan tapi Alhamdulillah pada akhirnya mental dan hati mulai menerima dan mulai beradaptasi lagi.

Karena belum kepengen nambah dan masih capek ngurusin anak ke - 3, well rezeki wajib disyukuri, tiap anak insyaAllah bawa rezekinya masing2.... Aamiin.

Semoga Allah Ta'ala menguatkan fisik dan badanku yang sering sakit2an ini untuk mengandungnya hingga tepat waktunya dilahirkan, mempertebal imanku dan menguatkan psikisku, kesabaran dan mentalku untuk kembali memikul amanah ini ...Sehat dan sabar, 2 kunci utama dalam mulai mengurus newborn baby lagi... Semoga Allah beri kekuatan...aamiin 😊

#G4P3
#4thpregnancy
#Bismillah.. .kuaaaatπŸ™

7 Desember 2015

Long Distance Married ☺

2 komentar


Lama sekali ngga menulis blog, mungkin karena udah zamannya social media ya jadi enakan ngetik status di FB, Path, Instagram.  Lebih rame, yang komen lebih banyak daripada ngblog. Hihihi... 
Tapi, tetap Blog punya tempat istimewa di hati #cie, karena disini bisa mencurahkan isi hati tanpa dihakimi #ehm
InsyaAllah diusahain tetap nulis, minimal setahun sekali lah... Hahaha
Sejak Maret 2015 lalu, saya dan anak2 sudah kembali ke Bekasi setelah 1,5 tahun merantau ke Sulawesi Utara diantar suami. Dan sejak itu pula,  dimulailah hubungan jarak jauh kami atau saya sebut 'Long Distance Married'  (LDM).
Yang menjalani LDM ini banyak, bukan saya aja, jadi faham lah rasanya kalo ditanya bagaimana perasaannya. Nano nano, manis asam asin rame rasanya ..Yah sedih, kangen, rindu semua campur jadi satu. Hehe. Tapi harus sabar menjalaninya. LDM ini takdir .
Ayahnya anak anak masih bekerja di pulau Sulawesi, beliau pulang sebulan sekali. Jadi 4 minggu kerja,  2 minggu pulang ke Bekasi. Syukur LDM nya masih di Indonesia, beda waktu hanya 1 jam, kita masih memiliki 2 musim yang sama, memandangi purnama yang sama *sok Rangga dan Cinta gini .
Yang terpenting dari hubungan pernikahan apapun bentuknya, adalah komunikasi dan saling percaya. Alhamdulillah komunikasi intens setiap hari insyaAllah saling memberi kabar dan posisi masing-masing, terutama laporan perkembangan dan pertumbuhan kedua anak kami.
Saling percaya dan saling menjaga kepercayaan. Saling mendoakan kondisi masing-masing semoga sehat selalu dimanapun. Berserah diri pada Allah semoga Allah menjaga hatiku dan hatinya dimanapun .
Ujian terberat dari LDM adalah ujian kemandirian. Kemana2 sendiri, mau ngapain aja sendiri, urus anak-anak sendiri. Alhamdulillah saya dibantu kedua orangtua saya buat mengasuh anak-anak. Bersyukur rumah saya ngga jauh dari rumah orangtua. Sangat bersyukur, tanpa mereka, saya akan kerepotan sekali.  Jasa mereka besar sekali pada saya dan anak2. Semoga Allah selalu menjaga mereka. Aamiin .
Yang berat, kalo kedua anak sakit bersamaan atau gantian ketika ayahnya sedang jadwal bertugas. Butuh mental dan fisik yang kuat merawat anak2 sakit sendirian, sedih melihat anak-anak jatuh sakit bersamaan beberapa kali, mental saya drop saking sedihnya melihat kedua buah hati yang biasanya sangat energik dan ceria harus terbaring lemas. Tapi lambat laun,  hal sulit berlalu juga. Alhamdulillah.. Dinikmati aja pada akhirnya .
At least, saya masih bisa bertemu suami sebulan sekali.  Ini sangat saya syukuri. Karena banyak rekan LDM mungkin baru bisa bertemu suaminya beberapa bulan sekali, bahkan jika suaminya di luar negeri bisa setahun sekali.
Untuk teman2 yang tidak menjalani LDM dan bisa selalu bersama suami, semoga bisa lebih empati terhadap temannya yang menjalani LDM dan tidak memberikan komentar yang kurang mengenakkan.
Semua istri sebenarnya pasti ingin selalu bersama suaminya, menemani suaminya kemanapun serta menunaikan tugas dan bakti kepada suaminya , tapi ada alasan-alasan yang tidak wajib juga diceritakan yang mengharuskan suami dan istrinya LDM dan suami istri ridho akan hal tsb. Pasti ada alasannya, dan mungkin tidak perlu di beritahu. Cukup doakan kebaikan semoga mereka semua bisa segera berkumpul lagi. Itu lebih baik kan 

7 Mei 2015

Drama Menyusui (bagian 2-selesai)

6 komentar

Maasyaa Allah...saya lupa punya janji menuliskan kelanjutan kisah menyusui pasca frenotomy anak kedua kami. Hehe...Dan sekarang Adek Asiyah (nama anak kedua kami) tepat berusia10 bulan, artinya 9 bulan kelupaannya. Maaf lama banget yaa ^^

Ok...saya inget inget dulu, mendadak ngblank nih..heuheu 😂😂😂.

Malam hari setelah di insisi, Asiyah masih rewel bobonya, sepertinya masih sakit pasca di insisi, karena proses frenotomy pada bayi tidak di anestesi jadi ya berdarah2 mulutnya. Pakai betadine saja dan proses penyembuhannya dengan ASI/ menyusui....Di rumah kurang lebih 5x sehari secara rutin, bibir lidah dan mukosa pipi di usap2 pelan (senam) agar tidak melekat kembali tali lidah yang sudah di potong. Selama seminggu saya terapi seperti itu. Pelan2 sudah tidak rewel lagi

Seminggu kemudian, saya kembali kontrol ke dokter konselor laktasi. Dan Alhamdulillah BB adek naik hampir 500 gr dalam waktu seminggu menjadi 4,100 gram dari sebelumnya 3,600 gram. Ternyata memang benar, proses menyusui adek kemarin terhambat karena taki lidah pendek (tongue tie). Saya pun membantu dengan mengkonsumsi suplemen pelancar ASI.

Sebulan kemudian kembali observasi ke DSA sekalian adek imunisasi BCG. Dan BB adek naik 900 gram, dari bulan lalu. Alhamdulillah sudah mengikuti garis kurva Growth Chart WHO. Dan lama menyusui sudah tidak berjam-jam lamanya lagi seperti awal-awal.

Semoga Kakak Qonitah dan Adek Asiyah sehat, pintar dan shalih selalu ...aamiin 😇

Asiyah sudah Sarjana ASI S1...Semoga 2 bulan lagi bisa menuju S2....Yeah, bisa....pasti bisa...optimis bisa...Ya ya ya!! ^_^

19 Agustus 2014

Drama Menyusui (bagian 1)

0 komentar

Sebelumnya, saya mau cerita sedikit, anak kedua kami Alhamdulillah udah lahir tgl 8 Juli' 14 lalu, pas banget hari ke 10 Ramadhan 1435 H, melalui persalinan normal...Saya bersyukur banget persalinan kedua ini benar2 dimudahkan, pembukaan mulai hari Ahad siang, lahir Selasa pagi jam 07.11. Jadi nahan mules ngga sampai 2 hari, beda sama kakaknya lebih lama. Maklumlah anak pertama :D

Seminggu pasca persalinan, khan kontrol . Oya, ayahnya memberi nama "Asiyah Al Karimah". Dicek lab, bilirubin adek Asiyah cukup tinggi yakni 18.5 mg/dl sehingga DSAnya memutuskan untuk di fototerapi. Ya sudahlah, hiks hiks, adek pun menginap 2 hari di Perina, di blue light double sementara bunda merah ASI terus biar proses penyinaran lebih efektif, soalnya kalo disusuin langsung bisa lama banget. Setelah 2 hari, adek Asiyah bilirubinnya turun jadi 7,7 jadi Alhamdulillah bisa balik ke rumah.

Di rumah, drama ASI pun dimulai....Jreeng..

Yaa Allah, inilah yang bikin bingung ya. Apa ASI kurang? Sedikit? Adek nyusu lama banget, bisa berjam2 dan setelahnya tidur baru 5-10 menit bangun lagi, minta nyusu lagi. Kayak haus mulu, ngga kenyang2 padahal sudah lamaaa banget disusui. Bunda udah tepar banget, sampai ngga bisa melakukan kegiatan lain. Sampai mikir ASI sedikit kali, makanya adek ngga kenyang2. Jadi pesimis gitu padahal udah pengalaman sukses kasih ASIX ke kakak. Tapi untungnya belum nyerah ke sufor, meski udah hampir mau nyerah saking capeknya ngga bisa istirahat.

Dan usia adek Asiyah sebulan, kita kontrol lagi sekalian vaksin hepatitis B kedua, BB adek cuma naik 4 ons (400 gr) jadi 3600 gr (BB lahir 3200 gr, 7 hari usia adek sempat turun jadi 3000 gr dan itu masih normal bayi newborn turun bb beberapa hari kemudian). Nah, kurang lah naiknya. Apalagi 3 bulan pertama minimal kenaikan 750-900 gr, harusnya naik pesat. Di evaluasi lah cara saya menyusui. Ternyata posisi dan perlekatan udah OK..Trus? Di cek kondisi tali lidah (frenulum lingualis) dan tali bibirnya (frenulum labialis) ternyata pendek dan kaku (tebal) kalo dipegang, ngga lentur gitu.

Inilah sebabnya, saya pun juga lalai memeriksa bagian itu, padahal kerjaan saya sehari2 berurusan sama mulut orang tapi ngga nyangka aja bakal dialamin bayi saya sendiri jadi ngga kepikiran, saking stresnya pasca lahiran 2 minggu suami dinas diluar kota.

Kondisi itu yang di sebut Tongue Tie dan Lip Tie....Ada beberapa type/grade. Browsing aja ya, di milis sehat ada...Ngga semua jenis TT harus di insisi atau frenotomy, tergantung typenya dan apa menyebabkan kesulitan menyusui. Jadi TT ini menyebabkan pergerakan lidah menjadi terbatas, sedangkan ASI keluar melalui pijatan lidah ke areola. Di referlah saya ke Konselor Laktasi.

Beberapa hari kemudian, saya ke KL di poli laktasi RS Hermina Bekasi ama Dr Irma. Di sana, selain dilakukan frenotomi, saya juga diajari posisi menyusui saat berbaring, cara breast compression, tongue exercises dll. Semua termasuk biaya tindakan medis kurleb 400ribuan. Seminggu kemudian kontrol lagi.

Nah, bagaimana kelanjutan proses menyusui pasca insisi TT?

Bersambung ke tulisan selanjutnya ya ^_^

19 Juni 2014

35 Weeks My Pregnancy ^^

0 komentar

Alhamdulillah

Tak terasa, saat ini kehamilan keduaku sudah memasuki usia kandungan 35 minggu, MasyaAllaah....Tinggal menghitung minggu, semoga Allah Azza wa Jalla memberiku kekuatan, kemudahan dalam menjalani proses persalinan yang begitu mendebarkan, diberi keringanan dalam menghadapi sakitnya melahirkan seringan-ringannya...aamiin Yaa Rabb.

History kehamilan kedua dari awal hingga sekarang, tentu tidak selalu berjalan lancar sentosa, banyak hal2 yang terjadi selama 9 bulan ini. Berbeda dengan kehamilan pertama yang relatif lebih lancar menjalaninya. Di awal trimester pertama, menjalani LDR sama suami benar2 cukup menguras pikiranku, rindu berhari2 menahan kangen dan nangis kesepian, ditambah si kakak yang bertambah manja dan rewel selama saya hamil adiknya. Subhaanallah benar-benar unforgettable moment

Seperti umumnya ibu hamil, saya pun mengalami emesis gravidarum (mual dan muntah) yang lumayan mengganggu nafsu makanku, banyak asupan makanan yang kembali dimuntahkan, berbeda dengan kehamilan si kakak yang kata orang 'hamil kebo' karena saya tidak merasakan mual-muntah sama sekali. Hal ini terjadi kurang lebih selama 2-3 bulan, sejak UK 2 bulan sampai antara 4-5 bulan, jika tak tahan mualnya saya akhirnya minum Mediamer B6 suplemen anti mual yang diresepkan dokterku. Alhamdulillah di UK 4 bulanan, mual muntah itu berkurang juga. Selain itu di trimester pertama, saya juga mengalami peningkatan asam lambung, hingga beberapa kali mengalami sesak nafas. Dokter memberiku obat lambung yang aman untuk kehamilan Sanmag syrup, saya hanya minum beberapa hari saja. Selanjutnya, saya jaga lambung saya jangan sampai kosong, makan teratur dan tidak telat makan.

Di Trimester kedua, Alhamdulillah nafsu makan kembali pulih, makan apapun sudah terasa enak dan nikmat tanpa acara mual, saya mulai mengejar nutrisi untuk janin dengan sering makan dan ngemil. Namun, di trimester kedua ini saya hijrah ke Manado mengikuti suami bersama anak kami. Di tempat baru ini, awal adaptasi, saya mengalami alergi hebat, sekujur tubuh saya mengalami pruritis, disertai bentol2 dan ruam2 seperti urtikaria atau biduran. Entah faktor alergen apa yang menjadi pencetus pastinya, banyak kemungkinan debu, tungau dan cuaca. Sedangkan untuk makanan, saya selama di sana mengkonsumsi makanan sehari2 yang sudah terbiasa saya konsumsi sebelumnya. Hampir sebulan lamanya di Manado, tiap hari saya dilanda gatal2, sampai stress dan nangis karena tiap hari kerjaan saya selalu menggaruk2 kulit sampai berdarah. Pergi ke dokter spesialis kulit , saya diberi obat antihistamine Pehachlor (chlorpheniramine maleate)  dan Cinolon Cream, juga bedak gatal Salycil...

Bulan berikutnya, saya pindah rumah. Syukurlah, dirumah baru, Alhamdulillah keluhan gatal itu mulai berkurang meski terkadang masih kambuh.

Trimester ketiga, Alhamdulillah pruritis hilang meski kadang masih terasa tp tidak separah sebelumnya, hanya usia janin yang semakin membesar sehingga cukup mendorong diafragma ke atas dan menimbulkan kesan begah dan sesak. Apalagi kalo posisi saat tidur terlentang berat ambil nafas, kadang miring kanan dan kiri pun masih begah, sehingga harus diberi bantalan kepala cukup tinggi agar bisa bernafas lega.

Sekarang, kami sedang deg2an sekaligus tak sabar menanti HPL anak kedua kami. Semoga Allah selalu mudahkan hingga persalinan, dede bayi dan ibunya lahir dengan sehat, normal, lancar dan selamat. Aamiin...

Dek, Ayah Bunda dan Kakakmu menunggu kehadiranmu, sayang. Begitu juga Nenek Kakek Mbahkung Mbahti juga Om dan Tante2mu. We all love u ^^

Mohon do'anya ya kawan-kawan ^_^

8 Juni 2014

Kuliner Favorit Kami di Manado

2 komentar

Bismillaah...

Hallo...Saya mau coba sharing nih beberapa kuliner makanan favorite saya dan suami selama tinggal di kota Nyiur Melambai paling utara di pulau Sulawesi ini, tentu menurut lidah kami ya...hihi :D

Di Manado, kita harus jeli mencari tempat makan yang halal, soalnya ngga sedikit yang menjual menu berbahan baku tidak halal, seperti menu B2.

InsyaAllah yang sering kami kunjungi adalah makanan halal dan enak maknyuss, yah sebagai kota di tepi laut Sulawesi tentu makanan laut paling banyak ada, rugi jauh2 kemari ngga makan makanan laut, he he, enak2 pastinya dan tentu lebih fresh belum terkontaminasi polutan seperti perairan Jakarta :)

Berikut favorit kami:

1. Restoran Wisata Bahari

Restoran di tepi pantai Boulevard ini terletak di kompleks Bahu Mall, tepatnya di Jl. Wolter Monginsidi 1, Manado. Menawarkan aneka makanan laut dengan harga cukup terjangkau dan tempat yang cukup nyaman dengan pemandangan laut yang cukup bagus terutama di bagian outdoor sehingga cocok untuk menjadi tempat makan romantis dengan pasangan anda. 

Selain menyajikan makanan seafood (menu aneka kepiting, udang, cumi, ikan, dll) juga ada makanan nusantara (ayam bakar, tumis2 sayur, tahu tempe, lumpia dll). Banyak deh menunya. Tak lupa sambal dabu2 yang mantab pedasnya.

2. Bebek Goreng Kang Narto

Nah, di Manado juga ada donk tempat makan bebek goreng enak, gantinya bebek kaleyo atau bebek slamet deh..hehe. Di jalan Sam Ratulangi lokasinya, tempatnya lumayan besar, bersih, ada ruangan khusus non smoking jadi bisa terpisah lah sama perokok2 yang baunya ga nahan :D. Ada ayam, bebek, ati ampela, lalapan, sambal ijo, dll. Bisa pesan goreng, bakar....Ada nasi uduk, nasi putih. Enak deh pokoknya...

3. Bakso Soponyono

Kayaknya di Manado banyak cabangnya ya. Saya suka bakso halusnya. Enak deh di banding bakso2 lain di Manado yang pernah saya coba =)

4. RM Padang Duta Minang

Nah, kalo lagi kangen masakan Padang ala Restoran Sederhana, di sinilah tempatnya. InsyaAllah udah pasti halal, Muslim yang punya. Letaknya di Jl. Martadinata Paal 2, di sinipun di sediakan ruangan ber AC khusus non smoking. Berbagai menu khas Minang dihidangkan, jadi tinggal kita ambil sendiri. Ayam gulai ama ayam bakarnya enaaaak deh, ada ayam bakar padang juga ayam bakar rica pakai sambal dabu2 khas sini, es kelapanya juga juaraaa....Sate padangnya enak. Bisa pesan antar untuk acara2 tertentu.

5. Sop Buntut Food Village

Ini kesukaan suami....Saya juga suka icip2..hehe...Enak, dagingnya empuk. Ada di Mantos, lantai 2 Food Village. Di Food Village banyak makanan, pempeknya juga saya suka.

6. RM Ayam Bakar Srikandi

Ini restoran baru aja opening bulan lalu. Pas masa promo, disc 50% all in tapi ngga boleh bawa pulang, makan di sana untuk yang mau disc. Saya suka bebeknya, empuuk deh. Tapi kurang suka sama sambalnya, coz ngga pedas...hehe. Selain ada ayam dan bebek, sedia juga cumi, udang, steak, nasi goreng, dll. Depan RM ini jual martabak terang bulan juga. Pas banget sebelahan Multimart Paal 2 posisinya.

7. Restoran Ria Rio

Yang berkunjung ke Manado, jangan lewatkan makan di sini ya. Udah populer banget kualitas makanannya, makan sambil dihibur deburan ombak dan angin sepai sepoi, dan genggaman tangan suami sambil ngeliatin anak main, romantis khan....Restoran ini juga menyajikan aneka hidangan laut, yang paling saya suka itu kepitingnya sama telur cakalang woku, kuahnyaaa pedeesss...Aduh asli saya jd ngiler ngetiknya. Oya restoran ini, menurut saya agak jauh dari kota, di bilangan pantai Kalasey, dari Malalayang masih sanaan lagi, tanya aja sama supir taxi juga tau :)

8. Minang Putra

Ini RM padang juga, tapi menu padangnya ngga lengkap. Namun, ayam bakar sambal dabu2nya TOP !

9. Restoran Cabe Merah

Terletak di area Multimart Paal 2 lantai dasar. Saya kesini karena dekat dari rumah. Hehe...Nah, yang saya suka banget itu menu sate ayam sama fuyunghainya :)

Oke segitu dulu ya, kalo ada yang enak lagi, insyaAllah saya tambahin (kalo sempat) ^^

4 Juni 2014

Baiknya SPOGku ^_^

2 komentar

Dokter spesialis yang paling sering saya gonta ganti, adalah dokter kandungan dan dokter anak. Kenapa? Saya ingin mencari dokter yang cocok dan membuat nyaman...hehe

Di Manado 4 x gonta ganti dokter spog daaaan yang ke 4 lah yang paaaaling cocok. Akhirnya setelah shopping spog, dapat juga yang enak. Tidak bermaksud membanding-bandingkan karakter antar dokter ya, maka saya ngga sebut namanya, tapi emang bener cara komunikasi antara dokter dan pasien itu penting sekali. Jangan sampai terjadi misscommunication, berlaku ramah pada pasien, membuat pasien merasa nyaman dan memiliki pikiran yang positif, maka dijamin insyaAllah pasien akan setia meski harus mengantri lama...hehe. Dan ini juga menjadi bahan pelajaran dan contoh untuk saya selaku dokter gigi dalam komunikasi hubungan dokter dan pasien sehingga terjalin bentuk hubungan dan komunikasi yang baik,menjadi dokter gigi yang ramah, murah senyum dan disukai pasien. Bagaimanapun saat saya di posisi sebagai pasien, saya tau karakter dokter yang saya sukai maupun yang saya kurang sreg...:)

Seperti spog saya yang ke 4. MasyaAllah baik sekali, beliau sangat ramah dan murah senyum. Konsul pertama kali, diajak kenalan dulu, tinggal dimana, kenapa pindah ke Manado, suami kerja dimana, dll. Asli bikin suasana konsul nyaman dan ngga kaku. Setelah itu, beliau tanya keluhan apa saja yang saya alami, di beri penjelasan solusi yang sangat informatif, menjadikan pasien sbg partner sharing, dan ngga pelit ilmu. Begitupun saat pemeriksaan dgn USG, beliau sangat detail menjelaskan kondisi janin saya, detak jantung, posisi plasenta, kondisi air ketuban, dll. Sangat informatif dan enak diajak ngobrol...Siapapun pasti senang dapat dokter seperti ini khan ? :)

Berbeda dengan dokterku sebelumnya , maaf bukan bermaksud membandingkan, tapi kenapa ya kurang informatif dan kaku dalam komunikasi, bicara seperlunya, saat periksa usg hanya bilang , bayinya sehat, beratnya sekian gram, tidak terlalu detail. Mau pro aktif bertanya juga kesannya saya mulu yang cerewet...hehe

Pokoknya top deh dokterku yang terakhir itu, bahkan beliau memberikan kartu namanya kepada saya yang berisi no hp dan pin bbmnya :-). Pernah beberapa keluhan kehamilan saya sampaikan via bbm, dan di balas panjang lebar dan detail oleh beliau, meski menjawabnya tidak langsung dan menunggu lama. Maklum Spog itu jadwalnya padat tapi beliau tetap meluangkan waktunya untuk menjawab, baik banget..Tapi, akhirnya saya melahirkan bukan sama beliau, insyaAllah kami mudik menjelang lahiran ke Bekasi, semoga dapat yang sama enaknya untuk konsult ya, minimal ngga pelit ilmu ^^

31 Mei 2014

Dapur Sederhanaku...

0 komentar

Bismillaah...Halo, saya mau share sedikit bagaimana menata dapur sederhana selama kami tinggal di Manado dan mengontrak rumah di sana, lebih tepatnya dapur yang masih kosong, belum ada tempat cuci piring dan tempat untuk menaruh kompor :)

Berawal dari saya yang merasa kebingungan saat mengontrak rumah yang dapurnya kosong plong..hehe...saya bingung, dimana cuci piringnya, apa harus cuci piring di kamar mandi sambil jongkok? Waduuh, untuk kondisi saya yang sedang hamil, Subhanallah mencuci sambil jongkok itu sangat melelahkan kaki saya yang harus menahan beban berat di perut, begitupun membilas cucian piring ke dalam ember akan bercampur dengan sisa busa, kok saya ngerasa kurang hygienis ya..hihi #soksteril

Begitupun dengan tempat masak, harus cari meja untuk menaruh kompor gas....Akhirnya, beli lah beberapa perabotan untuk melengkapi dapur dan taraaa.....Jadilah dapur 'rakitan' kami :)

Di sisi kiri dapur, kami tempatkan meja untuk memasak. Di sebelahnya baru kitchen sink portable, yup kami akhirnya memakai yang portable, jadi ngga perlu jongkok deh di kamar mandi..hihi..Alhamdulillah, suami pintar merakit2, jadi setelah kitchen sink portablenya di pasang, beliau mengebor bagian atasnya untuk dipasang keran air beserta selang panjang dibagian bawahnya yang dihubungkan dengan keran di kamar mandi (yang dibuat dua keran), sementara untuk tempat pembuangan airnya, di bagian bawah tempat cuci piringnya juga di sambung selang lagi yang agak panjang untuk di salurkan keluar lewat pintu belakang...:)

Sementara itu di sampingnya kitchen sink portable, kami letakkan mesin cuci...hehe maklum rumah minimalis type 45, jadi empet-empetan.

Di seberangnya, seberang kompor (tidak terlihat di pic), kami letakkan kulkas, baru sebelahnya rak piring rakitan juga. Sisi kanan kami manfaatkan untuk meja makan..Alhamdulillah jadiii...

Semoga menginspirasi keluarga yang belum punya dapur ya...^^

Trip to Lembang ^^

0 komentar
Bismillaah...

Akhir bulan Januari 2014 silam, Suami dapat tugas training dari kantor selama 3 hari di Bandung, jadilah Bunda dan Kakak Qonitah ikut ke Bandung biar sekalian jalan-jalan sesudahnya :)

Di Bandung, Ayah training selama 3 hari dari tanggal 27-29 Januari 2014, kami menginap di hotel Favehotel depan Ciwalk. Sesudah 3 hari training, kami pun berangkat ke Lembang, yang kurang lebih di tempuh selama setengah jam perjalanan dengan Taxi. Kami memilih menginap di hotel Yehezkiel, Lembang. Hotelnya bersih, rapih dan pelayanannya juga sangat ramah :). Rate per hari, sangat terjangkau, sekitar 300 ribuan (include air panas dan sarapan pagi).

Hari pertama (30 Januari 2014), hari pertama di Lembang, kami main ke de Ranch dulu yang posisinya sangat dekat dengan hotel Yehezkiel sehingga kami hanya butuh berjalan kaki ke sana. De Ranch, tempat wisata yang sangat indah dan sejuk, nuansa hijaunya peternakan menghampar luas, cocok untuk refreshing dan beristirahat dari berbagai kepenatan. Masya Allah ^^. 

Di sini, kita bisa naik kuda, delman, latihan panahan (memanah), tersedia pula berbagai wahana anak (pancing ikan, dll), juga tersedia banyak menu makanan kalo lapar :)

Hari kedua (31 Januari 2014), setelah mandi dan sarapan pagi, kami menyewa mobil beserta supirnya untuk keliling tempat rekreasi di Lembang seharian, tujuan awal makan dulu di Sapu Lidi Resto, rumah makan khas Sunda yang di desain unik dengan masing2 gubug yang terletak seolah2 ditengah sawah dan danau :). Kakak makan sambil memberi makan ikan2 di danau :D

Setelah mengisi perut, lanjut perjalanan ke Jendela Alam...Nah, recomended banget tempat ini untuk anak-anak. Banyak sekali outdoor activity, wahana edukatif di tempat ini, diantaranya feeding animal (memberi makan beberapa hewan), panen sayur, panen buah, keliling area dengan berkuda poni, menghias aquarium ikan, dll :D Wow exciting...Kakak senang sekali bermain disini...Tentu, selain bermain juga sambil belajar, Alhamdulillah...^^

Dari mengelilingi area Jendela-Alam dengan kuda poni, lalu kakak belajar menghias aquarium dengan batu-batuan hias, pasir, Kakak ngga mau Bunda bantuin...hehe, lalu dikasih ikan 2 buah, boleh dibawa pulang dech kotak aquariumnya...:)

Lanjut, kakak panen buah tomat ceri, lalu ditimbang, dibayar dan boleh di makan...Horeee

Untuk memberi makan hewan, kakak dianter sama seorang guide atau kakak pemandu. Sebelumnya diajak dulu ke kebun sayuran, petik berbagai sayuran, seperti sayur kangkung dan wortel untuk diberi makan ke hewan. Lalu sayur-sayuran itu di kasih ke rusa...Waah kakak ngga takut lho ngelus2 si rusa, kasih wortel ke kuda, kelinci, kasih makan ayam, sapi...hihi :D

Alhamdulillaah,ngga nyesal ke Jendela Alam, banyak sekali manfaatnya....^_^

28 April 2014

Sop Ikan Salmon

0 komentar

Nah...ini dia favoritenya si Kakak, kalo makan ikan ini lahap hap hap, tapi harganya...huhu...sesekali aja kalo Ayah abis gajian..hehe :)

Sebenarnya agak bingung ngolah ikan salmon, mau dibikin steak ribet belum punya grill, di goreng kayak ikan mas atau di balado atau di pesmol kok kayaknya aneh ya kalo salmon di pesmol #imho..hehe...akhirnya di sop aja biar sekalian segaar ada kuahnya :)

Resepnya simple banget, ngga pake lama apalagi ribet, yah lama kalo bahannya belum dikupas ya...

Bahan:
-Fillet ikan salmon, potong menjadi beberapa bagian, lumuri dengan air jeruk nipis, diamkan 15 menit
-Bumbu iris: 5 siung bawang merah, 3 siung bawang putih, 3 cabe merah keriting, 1 tomat, 3 cm jahe, batang serai memarkan
-Bahan lain: Wortel, iris, Buncis, iris,  Kecap asin, Kecap manis, Garam, Merica, Pala bubuk

Cara membuat:
1. Tumis bumbu yang sudah diiris ( bawang merah, bawang putih, cabe, jahe) sampai harum
2. Rebus air sampai matang, masukkan tumisan bumbu + ikan salmon + wortel + buncis
3. Tambahkan bahan lainnya tomat, serai, kecap manis secukupnya, kecap asin secukupnya, garam 1/2 sdt, lada 1/2 sdt, pala 1/2 sdt, 4. Masak hingga matang.

Alhamdulillah, selesai deh...gampang banget khan...Selamat mencoba ^^

24 April 2014

Puding Kentang....Nikmatnya ^^

0 komentar

Alhamdulillah bisa berbagi resep lagi...Pada tulisan kali ini, saya akan tulis resep "Puding Kentang". Hmmm, wah yang namanya kentang ini memang jenis karbohidrat yang bisa diolah menjadi beragam jenis makanan atau aneka kue yang enak, bahkan kalo lagi malas ribet, cukup dikukus pun sudah jadi kudapan yang cukup mengenyangkan :D. Olahan kentang ini enakkk sekali, saya suka mencobanya, rasanya lumer2 di mulut gitu, perpaduan kentang dan kejunya..hmmm

Berikut resep yang saya pakai :)

Resep: 

-Kentang 3 buah, kukus lalu dihaluskan sampai halus dan lembut

-Mentega

-Gula pasir

-Terigu

-Susu cair

-Telur 2 butir

-Keju cheddar, diparut

Cara:

1. Campur semua bahan dan aduk rata sampai kental, jangan keenceran. Aduk hingga rata dengan spatula atau mixer

2. Olesi sedikit margarin pada cetakan, tuang adonan puding ke dalam cetakan

3. Kukus selama kurang lebih 40 menit, cek dengan garpu tingkat kematangannya

4. Matang, potong-potong, siap disajikan :)

Mudah bukan?? Selamat mencoba ^_^



3 Februari 2014

Ketika anak kami diare :(

0 komentar
Sudah tentu, bagi semua orangtua terutama seorang ibu, masa-masa anak sakit adalah masa penuh kecemasan dan kepanikan, sekalipun sudah berbekal 'sedikit' ilmu tentang penyakit anak dan terapinya. Alhamdulillah 'ala kulli haal, inilah ujian kesabaran, terus banyak berdoa dan mendekatkan diri pada Allah Ta'ala.
Termasuk saya, ketika anak pertama kami, kakak Qonitah (2 thn) mengalami mencret2, pupnya lebih dari 5 x frekuensinya dalam sehari, konsistensi cair hampir tak ada ampas, disertai demam tinggi. Ini kali kedua, kakak mengalami diare yang cukup mengkhawatirkan kami sampai demam tinggi dan badan terlihat kuyu..sungguh kasian melihatnya sakit, ingin menangis melihatnya, kakak terus memegangi perutnya yang sakit dan kembung jika di palpitasi. Biasanya, kakak mengalami BAB lembek dan agak mencret hanya sehari dan tidak sampai demam (diare ringan), namun 2x sampai mengalami diare disertai demam tinggi saat usia dibawah 1 tahun dan baru saja beberapa hari lalu.
Kakak demam sejak hari Jumat siang, badannya panas tinggi, demam yang saya pelajari memang bukan penyakit tapi merupakan gejala dari adanya suatu penyakit atau infeksi di dalam tubuh baik infeksi virus, bakteri, parasit, dll. Selain demam, BABnya lebih dari 3x hari itu dengan konsistensi cair. Kakak terserang diare. Pada anak, sebagian besar diare disebabkan virus, sehingga tidak membutuhkan pengobatan dengan antibiotik.
Bismillah...meski tidak bisa menyembunyikan rasa cemas, saya terus memohon kesembuhan pada Allah dan mulai melakukan penanganan pertama yang saya lakukan di rumah, sambil kami mengobservasi suhu dan perilaku si kakak dan mengenali tanda2 kegawatan yang mengharuskan segera dibawa ke dokter /RS, di antaranya:
1. Cegah dehidrasi dengan asupan cairan.
Pada kasus demam dan diare atau muntah, banyak asupan cairan itu paling utama dan penting untuk mencegah dehidrasi untuk mengganti keluarnya cairan lewat mencret itu.
Kakak, syukur Alhamdulillah, masih nafsu minum meski makannya tidak begitu lahap. Jadi saya cekokin dengan banyak air putih, air teh, sayur meski masuk sedikit2. Kakak sudah disapih sehingga tidak di beri ASI.
Sebenarnya cairan yang bagus saat diare itu pemberian ORS atau oralit baik pedialyte (oralit cair khusus anak) maupun oralit sachet, tapiii kakak susah sekali minum oralit, meski yg rasa jeruk, memang bagi anak pasti rasanya tidak enak, tp mau bagaimana lagi :(, setidaknya dia masih mau minum air putih Alhamdulillah sehingga terhindar dari dehidrasi berat yang merupakan penyebab kematian akibat diare pada balita.
Jika anak diare mengalami dehidrasi, susah menyusui atau minum, apalagi sampai nangis tidak keluar air mata, lidah kering, dahi cekung,jangan tunda untuk segera ditangani petugas kesehatan!
2. Kompres air hangat untuk menurunkan demam kakak, sambil saya balur minyak kayu putih di perut dan punggungnya untuk menyamankan kakak. Pake baju tipis dan saya tidak menyalakan AC. Skin to skin, saya peluk. Jika rewel, saya biasa kasih antipiretik parasetamol untuk menyamankan tubuhnya tapi karena kakak Alhamdulillah ngga rewel jadi saya ga kasih obat.
Alhamdulillah hari Sabtu pagi (hari kedua), demam kakak turun. Namun, diare masih berlanjut hingga hari Ahad.
3. Lacto B dan zinc syrup
Di hari ketiga, hari Ahad, kakak masih 6x BAB cair, masih bertahan dengan asupan cairan. Tidak saya kasih obat diare untuk memampetkan diare karena pada dasarnya diare itu mekanisme tubuh untung membuang segala racun dan mikroorganisme berbahaya di saluran cernanya dan berhenti sendiri jika saluran cerna sudah membaik, jadi jika dimampetkan malah membuat racun itu masih berada didalam tubuh.
Hari ke 4, Senin Alhamdulillah berangsur2 membaik, intensitas BAB berkurang menjadi 3x sehari meski bentuknya belum padat banget, masih ada airnya tapi mulai ada ampas.
Senin malam saya ke dokter untuk konsul kesehatan anak saya, meski sudah mulai membaik. Dokter meresepkan Lacto B dan Zinc.
Bukan obat, Lacto B itu sejenis probiotik, isinya bakteri baik untuk membunuh mikroorganisme jahat. Optional aja, saya cuma kasih 3x. Mirip yakult, vitacharm. Untuk mineral zinc, saya tetap kasih untuk 10 hari meski diare sudah berhenti. Rekomendasi WHO, karena selama diare, dinding epitel usus perlu di recovery untuk proses re epitelisasi sel usus.
Syafakillah kakak...Laa ba'sa thohurun insyaAllah...smoga Alloh slalu memberi kesehatan pada kita, orangtua kita, suami dan anak2 kita...Aamiin

13 Januari 2014

Test Pack....

0 komentar

Alhamdulillaahilladzi bi ni'matihi tatimushsholihat....

Ga di sangka2, di penghujung akhir tahun 2013, Allah menganugerahkan keluarga kami lg dengan kehamilan kedua saya. Sembah dan sujud syukur selalu kami panjatkan kepada Mu Yaa Rabb...Allahu Akbar !

HPHT saya tanggal 3 oktober 2013, jadi insyaAllah menurut perkiraan hasil usg, HPL jatuh sekitar 21 juli 2014, tp menurut dsog kedua saya tgl 17 juli 2014, yah hanya Allah yang Maha Mengetahui waktunya...

Semoga saya dapat menjaga amanah ini dengan sebaik2nya...Semoga lancar dan selalu diberi kesehatan dan kemudahan dalam kehamilan kedua ini yang mana saya harus menjalani LDR dengan suami, semoga janin kami selalu Allah jaga dan beri kesehatan dan kesempurnaan, lahir sehat, normal dan sempurna...aamiin Yaa Robbal 'aalamiin ^_^

Rekreasi ke Taman Bunga Selecta ^_^

0 komentar

Akhir bulan Oktober 2013 silam, kami sekeluarga mudik untuk menghadiri pernikahan adik suami. Sebelum mudik, kami mampir dulu 2 hari 1 malam ke kota wisata Batu, dekat kota Malang, 4 jam dari Tulungagung.

Ini ke 4 kalinya, saya dan suami ke tempat ini dan ke 3 kalinya bersama anak kami, karena yang pertama kali ke sana kami berdua belum punya anak, hehe.

Jika saat pertama kali ke kota Batu, kami fokus jalan2 ke jatimpark 1 yang banyak wahana edukasi dan hiburannya, kedua kali ke Batu Night Spectacular, ketiga kali mengunjungi Batu Secret Zoo, maka kali ini kami bertamasya ke taman bunga Selecta.

Awalnya kami bermaksud ke desa Songgoriti yang ada pemandian air panasnya, tapi tanya2 ke supir taksi dalam perjalanan menurutnya di Songgoriti cuma ada pemandian aja, ga bisa jalan2, beliau merekomendasikan kepada kami untuk jalan2 ke Selecta saja, akhirnya kami pun memutuskan berlibur ke Selecta saja.

Alhamdulillah, sesampai di Selecta Resort, kami di suguhi pemandangan yang indah, pegunungan dan hawa nan sejuk padahal siang hari, hehe. Setelah menaruh barang bawaan di kamar, kami rehat sejenak dan bersih2. Oya, bagi yang mau ke sini, tarif resort seingat saya cukup terjangkau, rate 300ribuan per malam sudah termasuk makan malam dan sarapan pagi, air panas (airnya dingin sekali), ada 2 bed, ruang tamu. Ada lagi type kamar yg lebih murah dan lebih mahal, bisa milih. Cukup terjangkau karena rata2 penginapan di Batu tidak pakai AC, sebab hawanya sudah sejuk apalagi di malam hari sangaaat dingin tanpa AC pun harus pakai selimut, mandi dan wudhu pun harus pakai air hangat, ngga kuat dingin *biasa tinggal di Bekasi yg gerah..hihi* :)).


Siangnya, setelah bersih2 diri, kami berjalan kaki ke taman bunga Selecta, taman bunga ini masih satu area dengan hotel dan resortnya bahkan bagi tamu hotel sudah termasuk tiket masuk ke taman bunga ini.

Di sana, tentunya selain jalan2 melihat taman bunga, makan aneka seafood di restonya, renang di kolamnya yang jernih dan sejuk, kami berfoto2 di area taman bunga yang begitu cantik menghampar. Masya Allaah.

Sebelum kembali ke hotel, kami makan bakwan malang dulu mengisi perut, sembari menunggu hujan yang tiba2 turun reda.

Esok paginya, kami menyewa kuda untuk jalan2 di sekitar kawasan Selecta dan desa di sekelilingnya...Sebelum akhirnya.melanjutkan kembali perjalanan ke Tulungagung.


29 September 2013

Cake Kentang

0 komentar

Cake Kentang ini salah satu cemilan praktis yang bisa saya buat kalo anak saya lagi gtm nasi. Alternatif karbo yang disukai si kecil, membuatnya pun mudah. Tapi, resep saya tidak pasti takarannya, hehe, hanya berdasarkan feeling saja. Bisa dikira2 sendiri saja ya :D

Resep Cake Kentang
Bahan:
-Kentang, dikukus dan dihaluskan (saya menghaluskannya dengan blender agar benar2 halus)
-Terigu Segitiga Biru
-Gula Pasir
-Telur
-Minyak goreng
-Air Matang

Cara Membuat:
-Semua bahan dicampur dan dimixer. Lalu masukkan loyang dan dipanggang selama 25 menit, suhu 250 C.

Selamat Mencoba :)

14 September 2013

Pulpotomi pada Gigi Sulung

0 komentar

Perawatan Endodontik pada anak

Oleh : Drg Sandy Christiono SpKGA (Staf Pengajar FKG UNISSULA)

Tujuan dasar dari perawatan endodontik pada anak mirip dengan pasien dewasa, yaitu untuk meringankan rasa sakit dan mengontrol sepsis dari pulpa dan jaringan periapikal sekitarnya serta mengembalikan keadaan gigi yang sakit agar dapat diterima secara biologis oleh jaringan sekitarnya. Ini berarti bahwa tidak terdapat lagi simtom, dapat berfungsi dengan baik dan tidak ada tanda-tanda patologis yang lain. Faktor pertimbangan khusus diperlukan pada saat memutuskan rencana perawatan yang sesuai untuk gigi geligi sulung yaitu untuk mempertahankan panjang lengkung rahang 1,2. Banyaknya kunjungan pada anak sering sekali membuat pasien tidak kooperatif dan sering juga kesibukan oleh orang tua yang menyebabkan perawatan pada endo pada anak sering mengalami kegagalan. Kurangnya sarana prasarana terutama foto rontgen dalam praktek dokter gigi juga membuat penanganan endo pada sering mengalami kegagalan. 1 visit endo pada anak merupakan alternative suatu perawatan yang bisa dilakukan untuk mempersingkat waktu dan dilakukan seideal mungkin.
1. Pulpotomi

Pulpotomi adalah pembuangan pulpa vital dari kamar pulpa kemudian diikuti oleh penempatan obat di atas orifis yang akan menstimulasikan perbaikan atau memumifikasikan sisa jaringan pulpa vital di akar gigi6. Pulpotomi disebut juga pengangkatan sebagian jaringan pulpa. Biasanya jaringan pulpa di bagian korona yang cedera atau mengalami infeksi dibuang untuk mempertahankan vitalitas jaringan pulpa dalam saluran akar 1,3. Pulpotomi dapat dipilih sebagai perawatan pada kasus yang melibatkan kerusakan pulpa yang cukup serius namun belum saatnya gigi tersebut untuk dicabut, pulpotomi juga berguna untuk mempertahankan gigi tanpa menimbulkan simtomsimtom khususnya pada anak-anak14.

Indikasi pulpotomi adalah anak yang kooperatif, anak dengan pengalaman buruk pada pencabutan, untuk merawat pulpa gigi sulung yang terbuka, merawat gigi yang apeks akar belum terbentuk sempurna, untuk gigi yang dapat direstorasi 1,4.

Kontraindikasi pulpotomi adalah pasien yang tidak kooperatif, pasien dengan penyakit jantung kongenital atau riwayat demam rematik, pasien dengan kesehatan umum yang buruk, gigi dengan abses akut, resorpsi akar internal dan eksternal yang patologis, kehilangan tulang pada apeks dan atau di daerah furkasi 4,5. 

Saat ini para dokter gigi banyak menggunakan formokresol untuk perawatan pulpotomi. Formokresol merupakan salah satu obat pilihan dalam perawatan pulpa gigi sulung dengan karies atau trauma. Obat ini diperkenalkan oleh Buckley pada tahun 1905 dan sejak saat itu telah digunakan sebagai obat untuk perawatan pulpa dengan tingkat keberhasilan yang tinggi 3,7. Beberapa tahun ini penggunaan formokresol sebagai pengganti kalsium hidroksida untuk perawatan pulpotomi pada gigi sulung semakin meningkat. Bahan aktif dari formokresol yaitu 19% formaldehid, 35% trikresol ditambah 15% gliserin dan air. Trikresol merupakan bahan aktif yang kuat dengan waktu kerja pendek dan sebagai bahan antiseptic untuk membunuh mikroorganisme pada pulpa gigi yang mengalami infeksi atau inflamasi sedangkan formaldehid berpotensi untuk memfiksasi jaringan 3,5,7.
Sweet mempelopori penggunaan formokresol untuk perawatan pulpotomi. Awalnya perawatan pulpotomi dengan formokresol ini dilakukan sebanyak empat kali kunjungan namun saat ini perawatan pulpotomi dengan formokresol dapat dilakukan untuk satu kali kunjungan7.

Beberapa studi telah dilakukan untuk membandingkan formokresol dengan kalsium hidroksida dan hasilnya memperlihatkan bahwa perawatan pulpotomi dengan formokresol pada gigi sulung menunjukkan tingkat keberhasilan yang lebih baik daripada penggunaan kalsium hidroksida. Formokresol tidak membentuk jembatan dentin tetapi akan membentuk suatu zona fiksasi dengan kedalaman yang bervariasi yang berkontak dengan jaringan vital. Zona ini bebas dari bakteri dan dapat berfungsi sebagai pencegah terhadap infiltrasi mikroba7. Keuntungan formokresol pada perawatan pulpa gigi sulung yang terkena karies yaitu formokresol akan merembes melalui pulpa dan bergabung dengan protein seluler untuk menguatkan jaringan. Penelitian-penelitian secara histologis dan histokimia menunjukkan bahwa pulpa yang terdekat dengan kamar pulpa menjadi terfiksasi lebih ke arah apikal sehingga jaringan yang lebih apikal dapat tetap vital. Jaringan pulpa yang terfiksasi kemudian dapat diganti oleh jaringan granulasi vital 4,8.

Perawatan pulpotomi formokresol hanya dianjurkan untuk gigi sulung saja, diindikasikan untuk gigi sulung yang pulpanya masih vital, gigi sulung yang pulpanya terbuka karena karies atau trauma pada waktu prosedur perawatan7.

Mumifikasi atau Perawatan Saluran Akar

0 komentar

Mumifikasi atau Perawatan Saluran Akar

oleh Drg. Anastasia Elsa Prahasti, SpKG (Dentia Dental)
Pada gigi dengan keluhan sakit spontan, terasa berdenyut, pilihan perawatan yang mungkin dikerjakan oleh dokter gigi adalah perawatan mumifikasi dan perawatan saluran akar. Walaupun dilakukan pada kondisi gigi yang serupa, tetapi kedua perawatan ini memiliki perbedaan, baik secara tahapan pekerjaan maupun hasil yang dituju.
anatomi20gigi2pulpa1
Dalam perawatan mumifikasi dilakukan devitalisasi gigi (gigi dimatikan) dengan memasukkan bahan tertentu ke dalam ruang pulpa, kemudian disertai dengan sterilisasi pulpa. Minimal dilakukan 2 kali penggantian obat untuk sterilisasi, kemudian bila pada kunjungan berikut sudah tidak ada rasa sakit pada tes ketuk, maka ruang pulpa diberi obat mumifikasi dan pada kunjungan berikutnya lagi bisa ditumpat permanen.
images
Keterangan gambar :
Pada mumifikasi, saluran akar (warna kuning) tidak disentuh. Perawatan hanya pada ruang pulpa (warna putih)

Dalam perawatan saluran akar (atau dalam hal ini dinamakan pulpektomi), maka mula-mula pasien akan dianestesi untuk menghindari rasa sakit yang mungkin timbul saat perawatan, kemudian dibuka atap pulpa dan pengangkatan jaringan pulpa sampai ke foramen. Kemudian dilakukan pembersihan dan pembentukan saluran akar (saluran dari dasar pulpa sampai foramen) dan pada akhir kunjungan saluran akar akan diberi pasta untuk mensterilkan seluruh sistem saluran akar. Pada kunjungan berikutnya, saluran akar (saluran dari dasar pulpa sampai foramen) akan diisi dengan suatu bahan yang dinamakan gutaperca, dan disesuaikan dengan keadaan gigi dapat langsung ditumpat atau diperlukan perencanaan pembuatan pasak dan mahkota selubung.
rootcanal-33
Kesimpulannya, perawatan mumifikasi dilakukan setelah gigi dimatikan dan hanya terbatas pada ruang pulpa; sementara pulpektomi menyeluruh hingga mencapai foramen apikal. Pada banyak literatur didapatkan bahwa perawatan kedokteran gigi modern sudah tidak mengacu pada perawatan mumifikasi melainkan pada pulpektomi. Perawatan pulpektomi mungkin memerlukan proses lebih panjang karena perawatannya lebih kompleks, tetapi dengan tujuan hasil akhir yang lebih memuaskan dan tanpa menggunakan bahan untuk mematikan saraf gigi.



Prosedur Perawatan Mummifikasi pada kasus Pulpitis Kronis:
1. Pembuangan jaringan karies yang nekrosa dengan
2. Preparasi kavitas dengan bur sesuai dengan klas
3. Lakukakan isolasi denagn cotton roll dengan meletakkan
4. Keringkan kavitas dengan three way syring
5. Pemberian obat(arsen),untuk pulpa tutup dengan
6. Pasien diberi obat analgesik untuk menahan rasa sakit
7. Pasien diberitahu untuk kembali setelah 3 hari di
8. Kunjungan berikutnya fletcher dibongkar,arsen(
9. Setelah pulpa/gigi mati dlm keadaan aseptik
10. Aplikasi dengan desinfektan (CHKM) tutup dengan
11. Pasien kembali 1 minggu
12. Fletcher dibongkar obat desinfektan dikeluarkan
13.Aplikasi obat mumifikasi (putri Dumor,putrek)
14.Aplikasi Zinc Phospat cement diatasnya,tutup
15.Kunjungan setelah 1 minggu,apabila tidak ada keluhan bisa ditumpat tetap.
 

Blognya Rika Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template